Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 36


__ADS_3

Siang pun kini berganti malam. sedari pagi tidak ada yang bisa akhur diantara Nara dan Anin. selalu saja ada perdebatan di antara mereka. Anin yang merasa geram dengan kebohongan Rayhan terhadapnya, dan kekesalan Nara yang sudah di madunya. membuat alasan mereka selalu bertengkar.


Nara sangat dibuat kesal oleh tingkah Anin. terlebih Anin dan Rayhan selalu menampakkan kemesraan nya didepan Nara. munafik sekali jika Nara tidak mengatakan bahwa Nara cemburu. mungkin mulut Nara masih menyangkalnya tapi tidak dengan sikap Nara yang menunjukkan dirinya memang cemburu melihatnya.


ahh sepertinya Nara memang benar benar sudah jatuh cinta.


"sayang apa kamu mau istirahat? ".kata Anin manja bergelayut di lengan kokoh Rayhan. kini mereka tengah di meja makan bertiga menyantap makan malam bersama.


" ckckck... kayak bocah saja".decak Nara sebal.


"heh, ngaca dong yang bocah tu kamu. gak sadar diri banget".


" gue memang bocah, mau apa lo".


seketika Anin menyiram air minum digelasnya ketubuh Nara. membuat pakaiannya basah kuyup karena kesiram air.


"haisss, dasar nenek sihir.! ".


" APA?! ".

__ADS_1


" cukup!! kalian benar-benar seperti anak kecil, tidak bisakah kalian bersifat dewasa, hah?! ".bentak Rayhan karena geram dengan pertengkaran Nara dan anin semenjak pagi. kepala Rayhan berdenyut menyaksikan dua istrinya yang tidak bisa akhur. pertengkaran mereka benar-benar membuat kepalanya serasa mau pecah.


" sayang, dia duluan yang mengajakku bertengkar".


"mana ada, yang ada kamu tuh duluan".


" diam!!! kalian berisik sekali ".ray beranjak dari meja makan melangkah menuju kamarnya meninggalkan dua istrinya itu yang tak henti hentinya bertengkar.


" loh sayang, mau kamana? "tanya anin yang kini mengikuti langkah ray.


" istirahat "Jawa ray singkat seraya menutup pintu kamar dan menguncinya sebelum anin masuk.


dor dor dor...


sedangkan Nara yang melihatnya tak kuasa menahan tawanya


" hahaha... pengantin baru dicuekin. bhaha... "ledek Nara.


" brisik lo... sayang buka. ini malam pertama kita ".bujuk anin.

__ADS_1


" kamu tidur dengan Nara"teriak ray dari dalam kamar.


"APA??! " saut Nara dan anin barengan.


kini Nara ikut menggedor pintu kamar, tak Terima dengan ucapan ray barusan.


"bapak mas tolong buka pintunya, aku tidak mau tidur sama nenek lampir!! ".


" hey, siapa yang kau sebut nenek lampir? kamu kira aku mau tidur denganmu apa? ".


Nara tidak menghiraukan perkataan anin. Nara tetap berceloteh pada Rayhan di depan pintu.


karena Rayhan tak juga membukakan pintunya akhirnya dengan terpaksa anin tidur di kamar yang satunya di apartemennya. sedangkan Nara, dia kebingungan mau tidur di mana. pasalnya di apartemen anin hanya ada dua kamar, dan itu sudah di tempati Rayhan dan anin.


hadeeh,,, rumah tangga macam apa ini. suami istri tapi tidak ada yang sekamar.


" wah wah,,, semua di kamar. lalu aku tidur di mana? "bingung Nara. lalu menuju sofa depan TV .dinyalakan TV yang ada di depannya, merebahkan tubuhnya di sofa dengan dibantalkan bantal sofa, tidak ada selimut yang menutupinya. anin bahkan tidak memberinya selimut tadi. padahal bajunya basah.. Nara meringkukkan tubuhnya karna kedinginan.


karna saking lelahnya, Nara sampai ketiduran tanpa mematikan televisi yang dinyalakannya.

__ADS_1


dari dalam kamar, ray membuka pintunya sedikit untuk mengintip keadaan di luar kamar. semua ruangan tampak sepi hanya ada suara TV yang menyala.. karena penasaran ray mendekati ruang TV.


benar saja ternyata TV masih menyala dengan seorang yang tengah tertidur kedinginan di sofa. Rayhan kembali ke kamarnya mengambil selimut lalu dislimutinya tubuh Nara yang kedinginan.


__ADS_2