Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 38


__ADS_3

Beberapa menit berlalu akhirnya mereka sampai di kediaman Rayhan. saking asiknya Nara memejamkan mata ternyata ia kini tertidur beneran di dalam mobil. Nara tidak mengetahui bahwa kini mobil yang ditumpanginya telah sampai di kediaman Rayhan.


Anin keluar mobil setelah ray membukakan pintunya. giliran pintu belakang di buka ray melihat Nara masih memejamkan matanya.


"hey bocah,bangun.kita sudah sampai".ray mengguncang tubuh Nara, tapi Nara hanya menggeliat tak berniat membukakan matanya. padahal ini Masih pagi baru menjelang siang, tapi Nara begitu pulas tertidur. terlebih ini bukan di kasur empuk yang membuatnya nyaman.


tanpa ragu, ray membopong Nara keluar dari mobil.


" Anin, dia tertidur, aku akan membopongnya. tolong kau tutup mobil dan bukakan pintu rumah ".


" APA?, sayang kau tak perlu repot repot seperti itu. bangunkan saja dia, kau tak perlu membopongnya. turunkan dia!! ".kesal Anin.


" cepatlah Anin, aku tak mau berdebat ".ray melangkah menuju rumahnya. dengan kesal Anin terpaksa menuruti perkataan rayhan dan membukakan pintu rumahnya.


Narsih yang tersadar tuannya pulang langsung menghampiri majikannya itu


" eh tuan sudah pulang, loh non Nara kenapa? ".tanya narsih khawatir melihat nonanya digendong.


" tidak apa bik, dia hanya ketiduran saja. oh ya tolong antarkan dan bawakan barang Anin ke kamar saya".jawab ray sambil berlalu menaiki anak tangga.


"ahh, syukurlah. baik tuan, mari non".dengan perasaan lega narsih mempersilahkan Anin. tentu saja itu membuat Anin merasa senang, karena menempati kamar Rayhan dan pastinya akan tidur seranjang dengannya pula.

__ADS_1


Rayhan membaringkan tubuh Nara di ranjang. setelah memastikan Nara nyaman diranjangnya, ray melangkah pergi menuju ruang kerjanya. padahal dikamar ray Anin tengah menunggunya.


10 menit, 20 menit, 30 menit. Anin menunggu Rayhan di kamarnya tapi tak kunjung datang.


"haish, apa yang dia lakukan. mengapa belum kesini juga. apa dia masih di kamarnya?! ".


hingga akhirnya Anin menelfon Rayhan.


" sayang kamu ada dimana? jangan bilang kalau kamu masih dikamar Nara?! ".marah Anin setelah ray mengangkat teleponnya.


astaga aku lupa kalau Anin sekarang di kamarku. batin ray.


" emh maaf Anin, aku diruang kerja. kerjaanku banyak sekali karena ditinggal dari kemarin ".


" kenapa aku harus membohongimu. beristirahatlah, nanti kalau aku sudah selesai aku akan menemuimu".


"baiklah".anin menutup sambungan teleponnya.


***


didalam kamar,Nara menggeliat kesana kemari, rasanya nyaman sekali bisa tidur di ranjang.

__ADS_1


" di ranjang?? ".nara langsung membuka matanya sempurna.


" astaga aku ketiduran. bukankah aku dimobil. apa si pak suami yang menggendongku?".ah pak suami... Nara memegang pipinya yang memerah. lalu nara bangkit dari tidurnya untuk menemui bik narsih di dapur. tapi di depan ruang kerja Rayhan Nara berpapasan dengan ray.


"kau sudah bangun? ".tanya ray yang seketika membuat Nara salah tingkah.


" se-sepertinya belum ".


Rayhan mengerutkan dahinya" maksudnya? ".


" ah lupakan ".


Rayhan menggaruk tengkuknya yang tak gatal, sebenarnya salahnya juga bertanya seperti itu. jelas jelas dia melihatnya berjalan dengan mata terbuka, jelas saja Nara sudah terbangun, mengapa ray bertanya seperti itu.


" oh ya, apa aku ketiduran di mobil? ".


" hem".jawab singkat ray memasukan tangannya di kantong clana yang ia pakai. ray menyukai gaya anin saat ini yang sedang malu malu. sungguh pemandangan yang manis menurutnya.


"emh, apa bapak mas juga yang me... " Nara tak melanjutkan perkataannya, karena dirinya saat ini merasa sangat malu.


tapi ray sangat tau apa yang akan dikatakan oleh istrinya itu."ya, aku menggendongmu dan kau sangat berat. apa kau makan batu juga?".goda ray tersenyum.

__ADS_1


"haisss.. kau pikir aku apa. dasar".


Nara berlalu meninggalkan rayhan dan membantu bik narsih menyiapkan makan siang.


__ADS_2