Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 52


__ADS_3

Nara dipindahkan ke kamar inap ruang VVIP di rumah sakit tersebut. kata dokter yang menanganinya, Nara hanya cedera ringan di kepala tangan dan kakinya. untunglah tidak ada luka yang fatal hanya ada luka kecil kecil di sekujur tubuhnya.


Doni kembali menemui Rayhan dirumah sakit setelah mengetahui ruangannya dari Rayhan tentunya. dengan membawa baju ganti yang dimintanya tadi.


"tuan, ini baju gantinya".


" ah terimakasih. tolong kau jaga dia, aku ganti dulu ".titah Rayhan masuk dalam kamar mandi untuk mengganti bajunya yang berlumuran darah itu.


Doni pun menggantikan posisi Rayhan menunggu Nara di sebelah ranjang. dan di saat itu pula Nara siuman dari tidurnya paska kecelakaan.


" nona anda sudah bangun".


"kayaknya belum".


" ah.. haha.. anda masih bisa bercanda di saat seperti ini. apa anda tidak apapa? ". tanya Doni dan hanya di angguki kepala oleh Nara. Doni membantu Nara yang terbaring untuk duduk di ranjang. memegang lengannya yang masih terasa lemas itu. Rayhan yang sudah selesai berganti dari kamar mandi pun melihatnya.


" ya!! kenapa kamu menyentuhnya?! ".marah Rayhan memlototkan matanya menghampiri Doni yang nampak ketakutan.


" kamu siapa? ". tanya Nara pada Rayhan.


" ha..? ". pertanyaan Nara itu sukses membuat Rayhan kebingungan. bagaimana mungkin istrinya itu lupa pada dirinya yang gantengnya setara dengan kim soo hyun, coolnya kayak Lee Min Ho, manis kek park seo joon dan imut kayak marmut..


sesegera mungkin Rayhan mengecek tubuh Nara dari atas sampai bawah. mungkinkah istrinya itu hilang ingatan karena kecelakaan tadi?. astaga.


" hey apa yang kamu lakukan?".sewot Nara.


"apa kamu tidak tau siapa aku? ".tanya Rayhan khawatir, Nara lantas menggelengkan kepalanya.


" astaga Nara. aku ini suamimu ".


" bukankah suamiku dia? ".tunjuk Nara pada Doni.


Nara tau betul suaminya itu yang mana. dia tidak mungkin tidak tahu siapa sebenarnya yang suaminya.tidak akan lupa. Nara menunjuk Doni hanya untuk mengerjai Rayhan. makannya dia pura-pura amnesia.


" ish, yang benar saja, akulah suamimu!".sarkas Rayhan kesal.

__ADS_1


"benarkah? tadinya kukira aku ini masih prawan".


"kamu memang masih prawan, mungkin. aku belum mencicipi nya".lirih Rayhan yang masih terdengar Nara jelas.


" haish, dasar orang tua ini ".batin Nara geram. Tiba-tiba Nara teringat orang yang menabraknya.


" dimana orang yang menabrakku? ".


" ya Tuhan, aku lupa mengurusnya. Don cepat cari orang yang tadi menabraknya! "


"tidak, jangan!! tidak usah dan tidak perlu,aku tidak apa-apa".


" apanya yang tidak apa-apa! kamu luka luka. sampai kamu amnesia! ".


" aku tidak amnesia lah! ".


" tapi tadi kamu tidak ingat siapa aku".


"sekarang aku sudah ingat!".geram Nara memutar bola matanya jengah "oh yah apa orang tuaku tau aku di rumah sakit? ".


" hahh, sukurlah ".helaan napas lega Nara. dirinya sangat khawatir jika ayahnya tahu. ia takut ayahnya syok dan malah jatuh sakit melihatnya.


" tolong jangan kasih tau orang tua kita ".pinta Nara.


" em".kata Rayhan menganggukkan kepalanya.


"Don, tolong kamu hendel urusan kantor sampai Nara sembuh. jangan kasih tau papa.sekarang kamu boleh pergi".


" baik. permisi ".pamit Doni meninggalkan ruangan.


setelah kepergian Doni tersisalah dua orang yang ada di ruangan. Nara sangat gelisah saat ini, pasalnya dia merasa sesuatu bergejolak dari perutnya. panggilan alam mengharuskan Nara untuk segera pergi ke tandas. namun, diruangan nya hanya tersisa Rayhan seorang. bagaimana mungkin Nara mau meminta bantuan padanya.


" kamu kenapa? apa ada yang sakit? apa kamu menginginkan dan butuh sesuatu? ".tanya Rayhan duduk diranjang Nara.


" panggilkan suster, tolong ".jawab Nara dengan suara yang bergetar.

__ADS_1


" kenapa? ada aku di sini ".


" cepat panggilkan suster! ".


" apa kamu mau buah? ".pertanyaan Rayhan benar-benar membuat Nara ingin sekali mencakar wajahnya.


" YA!!! aku kebelet!! ".teriak Nara akhirnya karena sudah tidak tahan lagi untuk menahannya. wajahnya sudah memerah karena malu dan menahan gejolak di perutnya. sungguh sial sekali. mengapa panggilan alamnya datang di saat seperti ini. memalukan.


" y-ya sudah ayok. aku antar kamu ke Kloset ".rayhan lantas mau menggendong Nara. dengan cepat Nara memukul ringan lengan ray.


" kamu ini. aku kebelet lah. bagaimana mungkin kamu yang mau mengantarku. yang benar saja!! ".


perkataan Nara tidak di gubris Rayhan sama sekali. ia tetap menggendong Nara ke dalam toilet dan mendudukkan nya di kloset.


" sini ku pegang botol infusmu ". Rayhan meraih botol infus Nara dan memeganginya.


" astaga, bagaimana ini. tapi aku sudah tidak tahan lagi ".batin Nara.


" hey, bisakah kau menghadap sana! dan tolong tutup hidung dan telingamu. jangan hiraukan suara suara yang nanti akan kamu dengar".pinta Nara pasrah.


Rayhan hanya menuruti apa yang diperintahkan Nara. sangat disayangkan sekali Rayhan tidak bisa melihatnya.


Nara berniat melepaskan celananya tapi dia kesulitan " hahh, bagaimana ini ".


Rayhan yang tau kesulitan Nara membalik tubuhnya menghadap Nara. " biar ku bantu ".


" aa.. dasar mesum! ".marah Nara tak terima. namun, Rayhan tetap melanjutkan niatnya membantu Nara membuka celananya.


habis sudah rasa malu Nara kini. rasanya Nara ingin sekali disiram dan masuk ke dalam kloset itu bersama kotorannya. Nara benar benar ingin menghilang saat ini. mau ditaruh dimana mukanya itu sekarang. Rayhan telah melihat sarang surganya.


" eghm.. cepat selesaikan! ".kata datar Rayhan yang sudah membelakangi Nara.


jangan tanyakan perasaannya saat ini. Rayhan serasa ingin jungkir balik melihatnya tadi.


jantung mereka berdua kini sama sama bertabuh seirama..

__ADS_1


__ADS_2