
dalam kamar ray. rayhan tengah tersenyum senyum sendiri mengingat Nara sambil memegang tangannya sendiri yang tadi dipegang Nara.
kelakuan Nara begitu menggemaskan menurutnya.namun dirinya juga merasa kasihan plus merasa bersalah. karena tadi sebenarnya pas Ray dan Anin makan di restoran, Rayhan melihat Richo dengan wanita lain direstoran tak jauh dari tempat mereka duduki.
makanya ray tau perasaan Nara yang mungkin saat ini sedang patah hati. ray juga yakin pasti tadi Nara juga melihat dirinya dengan anin direstoran.
karena khawatir dan penasaran tadi sewaktu pulang, ray tidak langsung ke kamarnya melainkan kekamar Nara. dan benar saja, Nara sedang menangis sambil menelfon ibunya. ray juga tahu kata kangen kepada ibunya hanya sebagai alasan saja.
pikiran rayhan saat ini terbayang bayang wajah Nara. dia jadi tidak tega melihat istri kontraknya itu menangis.
"isshh.. dasar bocah, kenapa aku memikirkanmu". kata ray menggeleng gelengkan kepalanya. lalu ray menuju bathroom untuk membersihkan tubuhnya, lalu beristirahat. ray sudah mengatakan ke bik narsih bahwa dirinya tak akan makan malam.
*******
paginya Nara tidak membantu bik narsih di dapur seperti biasanya. dirinya juga datang telat ke meja makan. biasanya dirinya sudah datang ke meja makan sebelum rayhan. tapi kini rayhan terlebih dahulu berada dimeja makan.
Nara merasa tidak bersemangat hari ini. tubuhnya lelah, pikirannya lelah. dan matanya, jangan tanyakan matanya.. matanya membulat hitam seperti mata panda.
rayhan yang melihatnya seketika tertawa dibuatnya, sampai bik narsih merasa heran karena jarang sekali tuannya itu menampakkan tawanya, jangankan tawanya senyumnya aja dia pelit.
" bhahaha... matamu kenapa? kau jelek sekali ".ledek rayhan.
__ADS_1
" biar jelek tapi aku tetap cantik ".rajuk Nara.
" haha... pernyataan Macam apa itu, kalau jelek ya tetep jelek, bhahaha". tawa ray menggelegar.
" jangan mengejekku, nanti kamu jatuh cinta padaku, tau rasa". sloroh Nara yang seketika membuat ray terdiam. kini tinggal tawa Nara yang pecah.
ray berdehem memecahkan kecanggungan nya.
"eghm.,, apa kamu akan ke kampus dengan keadaan seperti itu? ".tanya rayhan dan hanya di angguki kepala oleh Nara. rayhan pun terdiam tidak bertanya lagi.
mereka berangkat ke mampus bareng pagi ini, dan seperti biasa ray akan menurunkan Nara didepan cafe dekat kampus.
ketika Nara memasuki area kampus ia berpapasan dengan richo. tapi Nara berlalu melewati richo yang tengah tersenyum kepadanya. merasa di abaikan richo pun tak tinggal diam. ditariknya tubuh Nara menghadapnya.
Nara tak menjawab pertanyaan yang richo lontarkan. dilepaskannya tangan richo di pundaknya dan berlalu pergi. tapi richo menghadangnya didepan Nara. dengan terpaksa Nara pun berhenti. ditatap nya mata richo yang tengah menatapnya bingung.
"ric,,, semua sudah berakhir. ".
" maksud kamu apa sayank? ".bingung richo.
" richo, kamu gak usah pura-pura, aku melihatmu kemarin. dan mulai sekarang mari akhiri semua ini! ".
__ADS_1
richo tercengang dengan perkataannya. Nara berlalu meninggalkan richo, tapi richo tak mau mengabaikannya begitu saja. dikejarnya Nara dan mencekal tangannya kuat.
" Lepas !! "
"dengerin penjelasanku ra! "
"ga ada yang perlu dijelasin. LEPAS !!! ".teriak Nara, tapi richo enggan melepaskan cekalannya di tangan Nara. sampai ada orang yang melerai perdebatan mereka.
" lepaskan dia,, apa kau tak mendengarnya.! ". kata ray tegas.yang kini tiba-tiba datang ditengah tengah mereka.
" maaf Pak, ini urusan pribadi saya".ujar richo tak Terima.
rayhan melirik ke arah jam mahal di tangan kokohnya
"tapi Nara murid saya, dan sebentar lagi ada kelas". rayhan melepaskan cekalan richo dan menuntun Nara ke kelasnya meninggalkan richo yang masih terbengong.
***
hy gaes...
maaf yah,, kemarin ada kesalahan teknis di novel akoh😁.
__ADS_1
maafkan kesalahan daku yang novelnya agak acak acakan. tapi jangan lupa like, vote, and jangan lupa kasih aku bintang rating yah.. kasihanilah daku gaesss😭.
terimakasih sudah mampir ke karya aku.. 😘