Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 58


__ADS_3

Hai readers.👋. masih setiakah kalian menungguku 😁.. jangan lupa like dan vote kamu yak, mau comment juga boleh.. kasih tips jg 😁aduh akunya nglunjak😅


.thankyou 😘


harap bijak dalam membaca part ini..


happy Reading...


****


mengapa mimpi lebih indah daripada kenyataan. haruskah Nara hidup dalam mimpi saja? kenyataan ini membuat Nara tersakiti. tidak pernah Nara sangka Rayhan akan melukai harga dirinya sedalam ini. sia sia sudah pengorbanan Nara pada pernikahannya.


"dasar ja*ang".kata yang diucap Rayhan sungguh keterlaluan. meruntuhkan seisi jiwa dan raganya. haruskah suaminya mengatakan hal kotor seperti itu.


" Rayhan Wijaya!! taukah kamu siapa ja*ang yang sebenarnya! sejauh ini tidak ada orang lain yang menyentuhku. jangankan orang lain, kau yang sebagai suamiku saja tidak pernah menyentuhku!! ". teriak Nara marah menunjuk jarinya di depan wajah Rayhan dengan air mata yang sudah tak lagi bisa di bendung nya.


sorot matanya memancarkan kemarahan.


namun bukan hanya Nara yang terlihat marah. Rayhan yang sedari tadi diselimuti rasa cemburu lebih tidak bisa mengendalikan kemarahan dan emosinya.


"ohh, jadi kamu menginginkan sentuhanku?". kata Rayhan maju satu langkah mendekati Nara dan menyentuh wajahnya. jangan lupa dengan senyum menjijikannya.


Nara menampik cepat tangan Rayhan yang menyentuh wajahnya, memundurkan langkahnya kebelakang. Nara benar-benar ketakutan melihat seringai licik Rayhan yang menampilkan maksud terselubung.


" kenapa? bukankah kamu menginginkan sentuhanku? ".


Rayhan lantas mendorong tubuh mungil Nara ke sofa. menciumnya dengan paksa. Rayhan benar-benar di butakan amarahnya. pikirannya dikabutkan emosi.


" emh.. emh.. ". sekuat tenaga Nara mendorong ray. namun nampaknya Rayhan tak bergeming sedikitpun.


tak peduli Nara meronta, mendorong,mencakar cakar tubuh Ray. Rayhan tetap melahap bibir Nara rakus. dan tangannya mulai menggerayangi tubuh Nara. menarik paksa pakaian yang di pakainya dan melemparkannya ke sembarang arah, lalu membuka pakaiannya sendiri.


Rayhan memasukkan te*ongnya dengan kasar. tidak ada kelembutan yang Rayhan berikan.

__ADS_1


terenggut sudah kesucian Nara oleh suaminya sendiri. tidak ada kata nikmat yang dirasa Nara, ini sungguh menyakitkan.


bukan ini yang Nara inginkan. bukan seperti ini yang Nara harapkan.


Nara sudah pasrah dengan kelakuan Rayhan. membiarkan Rayhan menikmati tubuhnya. melawan pun percuma dan sia sia, Rayhan sudah terlanjur menodainya.


lihatlah wajah Rayhan. dia sungguh tidak berperasaan. disaat istrinya mengerang kesakitan ia justru malah seperti menikmati alur yang ia mainkan. sungguh terlalu..


Nara seperti ingin berteriak memanggil narsih untuk meminta pertolongannya, namun tenaga dan suaranya sudah tidak berdaya.


sedangkan bik narsih sendiri. ia tahu kejadian yang dialami majikannya. namun narsih tidak bisa berbuat apa-apa. ia hanya bisa ikut menyumbangkan air matanya untuk Nara. narsih bisa apa, ia hanya seorang pembantu di rumah ini. tidak ada keberanian mencegah nafsu amarah tuan mudanya.


Nara menyesal mengatakan hal tadi di depan Rayhan. sungguh terkutuk dengan perkataannya sendiri tadi. Rayhan malah menyerangnya seperti ini.


" naraaah".erengan Rayhan saat pelepasannya.


ahh.. Rayhan menyebutkan namanya? apa kuping Nara tidak salah dengar?.


Rayhan beranjak dari tubuh Nara. memunguti pakaiannya dan memakainya. tak lupa juga Rayhan memungut pakaian Nara lalu membantu memakaikannya pula. Rayhan melihat darah segar keperawanan istrinya yang telah bercampur dengan kecebongnya. disaat itu Rayhan tersenyum puas, ia telah berhasil menggauli istri sahnya yang sudah beberapa tahun ini tidak disentuhnya.


"maafkan aku". kata Rayhan mencium kening Nara tulus. namun Nara tidak bergeming sedikitpun. bahkan air matanya tak lagi bisa menetes.


Rayhan mengangkat tubuh Nara yang nampak lemas untuk dibawanya ke kamar Rayhan. di biringkanaya tubuh Nara diranjangnya.


" istirahatlah ".kata Rayhan, lalu beranjak pergi keluar kamar. ray melangkah menuju sofa dimana tempat tadi ia memenuhi nafsunya.


mendudukkan tubuhnya disofa. diulur nya tangannya untuk menyentuh noda tadi. tanpa terasa ia menarik simpul bibirnya membentuk senyuman.


haahh kenapa rasanya Rayhan merasa bahagia sekali sudah bisa menggauli istrinya. sesenang inikah dirinya.


Rayhan lalu mengeluarkan ponselnya untuk menelfon asistennya si Doni.


" Don, datanglah kesini. aku membutuhkan bantuanmu ".kata Rayhan setelah Doni mengangkat panggilan nya.

__ADS_1


" baik tuan".


telpon pun terputus.


lalu ray menghubungi istri yang satunya lagi. siapa lagi kalau bukan si Anin.


"sayang".angkat Anin.


" Anin, hari ini aku tidak pulang".


"kenapa, memangnya sayang mau kemana?. kok mendadak sih! ". banyak sekali pertanyaan Anin yang dilontarkan.


" aku ada urusan. ya udah. aku sayang kamu ".


lihatlah Rayhan masih bisa mengungkapkan kata sayang pada wanitanya setelah apa yang dilakukan pada istrinya.


panggilan pun dimatikan secara sepihak. Rayhan lantas mematikan ponselnya.. Anin pasti akan menelponnya kembali kalo ponselnya tidak di matikan..


sedangkan Anin disebrang sana tengah was was merasa hatinya tidak tenang.


" astaga, apa Rayhan pulang ke rumah? ".gumam Anin mondar mandir sambil menekankan nomor Rayhan. namun nihil nomornya sudah tidak aktif, dan itu sukses membuat Anin kalang kabut.


bagaimana kalau Rayhan pulang kerumah dan kepincut ama si bocah tengil itu.


" arghh".jerit Anin. membayangkan hal itu membuat Anin jadi takut sendiri.


kini Doni telah sampai di rumah besar Rayhan. yang sudah ditunggu langsung oleh tuannya.


"ia tuan". kata Rayhan siap menerima perintah dari Rayhan.


" tolong kau urus itu, dan beli yang baru ".tunjuk Ray pada sofa dibelakangnya.


" baik tuan.. emh, ini apa tuan.apa anda terluka? ". Doni bertanya tentang bercak darah di sofa dengan raut khawatir. pertanyaan Doni yang khawatir malah disambut senyuman puas oleh Rayhan.. membuat Doni mengerutkan dahinya bingung..pasalnya asistennya ini masih lajang yang tidak tau apa apa masalah begituan.

__ADS_1


makannya ia berpikiran mengapa tuannya senyum senyum gak jelas seperti itu kayak orang gila baru. astaga! Doni tlah menghina tuannya..


__ADS_2