Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 83


__ADS_3

Tubuh Nara meremang mendapatkan serangan mendadak dari Richo. terlebih saat Richo mulai menyelipkan lidahnya menerobos memaksanya masuk kedalam mulut Nara. aliran darah Nara serasa berhenti seketika. otot-ototnya kaku dan seperti mati merasakan sensasi nikmat.


tunggu dulu!!


nikmat??


ya! bolehkah Nara menikmati ini? bukankah ini salah??.. benar, ini salah bukan???


Nara mencoba melepaskan pagautan Richo paksa. Nara tidak tau apa yang ada dipikirkan Richo hingga ia melakukan itu.


Nara mengangkat satu tangannya berniat menampar, menjambak atau mencakar dan sebagainya untuk menghajar laki-laki yang ada didepannya itu, namun pikiran pikiran itu menghilang begitu saja setelah melihat wajah polos Richo yang tampak terlihat pasrah akan skuensi yang sudah dilakukannya dengan cara memejamkan matanya.


dan disaat itu dengan nakalnya peri peri kecil Nara keluar membisikan sesuatu agar Nara tidak melakukan hal yang sudah dipikirkannya melainkan malah menyuruhnya untuk mencium kembali bibir Richo.namun muncul peri yang lainnya lagi membisikan agar Nara tidak melakukan hal itu, karena itu adalah suatu dosa jika Nara melakukannya. mengingat statusnya kini adalah seorang istri. dan tidak lazim kan mencium orang yang bukan haknya.


kepala Nara berdenyut, serasa mau meledak tatkala memikirkan dua perinya yang berdebat dengan pikirannya. membuatnya menggelengkan kepalanya tanpa sadar untuk menghilangkan peri nakalnya itu.


Nara menatap intens wajah Richo yang masih setia terdiam memejamkan matanya. jika dilihat lihat ternyata mantan kekasihnya itu tidaklah begitu buruk. dia cukup baik sebenarnya hanya saja Richo punya rapor merah dalam hal percintaannya.jika dilihat dari parasnya, Richo juga termasuk ke katogori tampan, memiliki mata yang cantik, hidung mancung dan bibirnya yang..... haish! intinya tak kalah dari Rayhan.


ngomong ngomong soal Rayhan, Nara jadi teringat akan suaminya itu. pasti saat ini suaminya sedang bercumbu bahkan mungkin bercinta dengan wanitanya. hah, menyebalkan!


memikirkan itu. tangan yang sedari tadi sudah terangkat berniat untuk menghajar Richo beralih meraih krah kemeja yang Richo pakai, menariknya mendekat pada wajahnya dan. cup...


Nara akhirnya mencium bibir Richo. persetan dengan statusnya yang sebagai istri. mengabaikan pikiran untuk tidak melakukan itu. semakin nalurinya berkata jangan semakin Nara terbayang dengan wajah Rayhan yang sedang bercumbu bersama Anin. dan itu sangat membuat perasaannya tidak karuan. entah itu cemburu atau apa yang pasti Nara tidak suka.

__ADS_1


dan mencium Richo sepertinya bukanlah hal yang buruk. anggap saja kejadian ini adalah suatu bentuk balas dendamnya. lagipula Nara juga agak penasaran dengan bibir mantannya ini. ini adalah ciuman pertamanya yang diberikannya untuk Richo.


melihat Nara yang menciumnya dengan sukarela membuat Richo sangat terkejut. Richo pikir Nara akan menghajar habis habisan mengingat Nara nya yang dulu tidak pernah mau diciumnya.


"ya Tuhan,apa aku berfantasi lagi?!"Richo mencubit pahanya sendiri dibawah sana. takutnya dia sedang berhalusinasi seperti tadi kan. "astaga! aku tidak mimpi?! ".


tidak mau membuang kesempatannya, Richo langsung menarik tengkuk Nara memperdalam ciumannya. cukup lama mereka saling berciuman berbagi Silva dan bercumbu dengan lidahnya. sampai akhirnya mereka sama-sama melepaskan pagutan mereka karena kehabisan napas.


" ya, ya, ya!!! apa itu tadi. apa yang kulakukan! pasti aku sudah gila!!!! haish"..


eghmm... dehem Nara canggung. Nara benar-benar merasa malu sekarang. bagaimana bisa dia mencium mantan kekasihnya itu. memalukan..


"Nara, aku akan mengantarkanmu pulang". ucap Richo dengan senyuman cerah, secerah matahari terbit. tapi Nara hanya menganggukkan kepalanya tanpa berniat membuka suaranya sedikitpun atau menoleh arah Richo. Nara teramat sangat malu dengan apa yang sudah dilakukannya barusan.


" tapi Nara. aku tidak bisa membiarkanmu basah kuyup seperti ini. kamu bisa masuk angin. ganti pakaianmu, ada beberapa bajuku di jok belakang. kamu bisa mengenakannya dahulu! "


tanya Nara kebingungan. mengenakan pakaian Richo?? bukankah itu bajunya? pakaiannya? bukankah itu sama saja bersentuhan kulit secara tidak langsung??.


"ti-tidak perlu. aku tidak apa apa. jangan hiraukan aku! ". tolak Nara langsung. entah mengapa perkataan Richo barusan yang menyuruhnya mengenakan bajunya membuat Nara menjadi salah tingkah sendiri. dan sialnya jantung nya tiba-tiba berdebar tak karuan. dan tidak ketinggalan warna merah merona yang sudah menghiasi pipinya.


" Nara!! ".


" sudah ku katakan. aku tidak mau. cepat antarkan aku kerumah ayah dan ibu !".

__ADS_1


"ayah dan ibu kandungmu?? ". tanya Richo yang masih kebingungan.


" iya lah. masa ayah dan ibumu! ". ketus Nara kesal. pertanyaan Richo sungguh konyol. tentu saja ayah dan ibu kandungnya, memang siapa lagi.


tanpa bertanya lagi, Richo langsung menancapkan gas mobilnya. Richo menyadari sepertinya pertanyaannya tadi membuat sang pujaan hati kesal.


mereka saling diam sepanjang perjalanan hingga suara lirih Nara yang jelas tiba-tiba mampu menohok tenggorokan dan hatinya.


" aku hamil!! ". lirih Nara dengan air mata yang sudah merembas keluar. awalnya Nara ragu untuk bercerita pada Richo. tapi tidak ada lagi sandaran untuknya bercerita. dia butuh bahu untuk meringankan beban pikirannya saat ini.dan satu-satunya orang didekatnya sekarang adalah Richo.


sebenarnya ini tidak pantas diceritakan pada Richo. tapi mau bagaimana lagi. bahkan sahabatnya si Dinda juga belum tau. Nara juga takut jika ia memberitahukannya pada Dinda, sahabatnya itu akan khawatir.


mendengar tuturan dari Nara, Richo langsung menepikan mobilnya ditepi jalan.


" apa? Nara, kapan aku menghamilimu? ". kaget Richo membulatkan matanya menghadap Nara. yang langsung mendapatkan pukulan Nara di lengannya.


" ya! aku serius. maksudku, aku lagi curhat padamu. bukan sedang meminta pertanggungjawabanmu. tentu saja suamiku yang sudah menghamiliku dan bukannya kamu!! ". jelas Nara panjang lebar.


" ahh. maafkan aku. aku terlalu kaget tadi". lirih Richo kecewa. yah, Richo teramat kecewa mendengar pernyataan gadisnya yang ternyata tengah mengandung sekarang. bukankah itu berarti gadisnya ini sudah ditiduri suaminya?.. sial...!


tanpa sadar Richo memukul stir mobilnya keras hingga menimbulkan suara klakson berbunyi. Richo benar-benar patah hati lagi.


"aku harus bagaimana?. Richo, dia punya wanita lain". isak Nara mulai menangis.

__ADS_1


" hey,, sstt.. jangan menangis. mengapa banyak air mata yang mengalir". ucap Richo tulus mengusap air mata Nara.rasanya Richo tidak tega melihat orang yang dicintainya menangis. "Nara, tetaplah disisiku dan tertawa. aku tidak tahan lagi melihatmu seperti ini".


" Nara. maukah kamu menikah denganku??? ".


__ADS_2