Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 79


__ADS_3

Nara berjalan gontai menyusuri jalanan entah kemana arah tujuannya. niat awal berangkat ke kampus diurungnya. rasanya sudah tak lagi bernafsu untuk berangkat ke kampus. sudah tidak ada lagi tenaga yang tersisa setelah melihat kejadian tadi.


apalagi setelah mendengar pengakuan Rayhan yang menyebutkan 'Anin ku' adalah istrinya. pernyataan itu menandakan bahwa dia adalah wanita yang Rayhan pilih. terlebih sekarang juga Rayhan meninggalkannya tanpa mengingatnya bahwa tadi ia bersama Nara.bahkan Rayhan tidak menengok ke belakang lagi. cemburu?? tentu saja.


padahal Nara sudah berusaha agar tidak merasakan perasaan semacam cemburu tapi nyatanya hatinya memang sakit. memang pada kenyataannya mereka lah sumber patah hatinya.


ikhlas menjadi kata nurani yang bisa menjadi penyabar hatinya meskipun sakit. adakah yang tahu perasaannya??. Nara sangat membenci perasaan ini. cinta rumit yang sangat sulit untuk diceritakan. bahkan untuk sekedar bercerita pada sahabatnya Dinda pun Nara agak risi.lagi pula kisahnya tidak pantas untuk diceritakan.


hati Nara terasa hampa sekarang. dia tetap sendirian dimana tiada seseorang pun yang tahu perasaannya. jangan bertanya mengapa Nara masih saja mau bertahan disamping Rayhan selama ini. dia sudah berusaha keras untuk lepas dari Rayhan. tapi justru malah ia menjadi menyukai Rayhan malah mungkin mulai mencintai.lagipula apalah dayanya, tidak ada satupun cara untuknya bisa pergi. Nara tidak mau ayahnya menjadi tumbal atas rumah tangganya.


kini langkah Nara berujung pada bangku halte bus. yang kebetulan nampak sepi karena ini sudah jam lewat orang masuk kerja ataupun sekolah.


"haishh, siapa yang memintamu keluar". lirih Nara mengusap air matanya yang tak berhenti mengalir dipipinya. padahal Nara tidak mengundang air matanya untuk keluar. menyebalkan. untung saja sepi.


tiba-tiba Nara mengingat sesuatu tentang apa yang sedari tadi dibawanya. suatu bingkisan dari Rayhan yang entah apa isinya. entah itu untuknya atau bagaimana, Rayhan tidak memberitahunya . Rayhan hanya menyerahkan paper bag begitu saja setelah melihat Anin tadi.


" apa ini? ". Nara menjinjing paper bag itu didepan wajahnya. " isinya apa? bolehkah aku membukanya? ".


Nara berniat untuk mengintip sedikit ke dalam paper bag itu. ia sangat penasaran tentang apa isi didalamnya. " tunggu dulu! shh,, bolehkah aku benar-benar membuka ini? tapi kalau ini bukan untukku, bagaimana".

__ADS_1


Nara menutup kembali paper bag itu. Nara rasa ia tidak perlu membukanya, bukan? sungguh tidak sopan kan kalau ternyata itu bukanlah untuknya.


sedangkan dilain tempat Rayhan hanya diam saja tanpa membuka suaranya. marah? tentu saja Rayhan marah. bahkan amarahnya sudah diujung tanduk. tapi Rayhan berusaha menahan diri. karena mereka masih didalam mobil dan Rayhan tidak mau gegabah meluapkan amarahnya sekarang karena ia sedang mengemudi. Rayhan tidak mau mengambil resiko.


bukan hanya Rayhan saja yang diam. Anin pun ikut diam. tapi diamnya Anin disini dikarenakan ia sangat takut pada Rayhan dan tidak tahu harus apa dan bagaimana cara menjelaskannya pada Rayhan.


setelah sampai di pelataran, Rayhan memberhentikan mobilnya dengan asal. Rayhan masih diam seperti tadi. Rayhan juga nampak tidak berniat turun dari mobilnya.


merasa Rayhan hanya diam saja tidak beranjak dari depan kemudiannya, Anin memberanikan diri untuk menengok ke arahnya. hawa dingin mulai menyerusuk ke seluruh tubuhnya. Anin berasa berada di Kutub Utara bersama beruang kutub dan bukan lagi berada di sisi Rayhan. menyeramkan.


"sa-sayang.aku bisa jelaskan. ta-tadi, tadi tidak seperti apa yang kamu lihat. aku... aku... " gagap Nara kebingungan.


"memangnya seperti apa yang kulihat tadi? ". Rayhan membuka suaranya dingin tanpa melihat Anin.


" maksudku, jangan kamu dengarkan dia. hiraukan perkataannya, okey? ".


" perkataan yang mana? ". tanya Rayhan pura-pura lupa akan hal tadi. dan itu sukses membuat Anin tambah kebingungan cara menjelaskannya. haruskah Anin menjawab pernyataan Arya tadi bahwa dirinya adalah pacarnya? haish.. yang benar saja. itu sama saja ibarat Anin melompat menghindari lobang tapi malah terjun kejurang. konyol sekali.


Anin hanya diam memikirkan apa yang harus di jawabnya. pada dasarnya memang kenyataannya Anin memang berkencan dengan Arya.

__ADS_1


"jawab!!! ". bentak Rayhan memukul stir nya keras. Rayhan lalu mencengkram dagu Anin kasar.


" kamu menyuruhku untuk menghiraukan perkataannya?! apa tadi, pacar?? cih... jangan menjadi pelacur menjijikkan. sadar Anin kau adalah istriku!! kurang harta? aku akan memberikannya padamu! ". ucap Rayhan kasar karena sudah tidak bisa lagi membendung amarahnya.


Anin tidak menyangka Rayhan akan berkata seperti itu. kali ini ketakutan Anin menguap begitu saja setelah mendengar hinaan demi hinaan yang Rayhan ocehkan. sadarkah Rayhan berkata seperti itu. dengan kasar Anin menepis tangan Rayhan di dagunya.


" dengarkan aku Rayhan Wijaya! aku tidak hanya perlu hartamu tapi aku butuh cinta dan perhatianmu. tapi nyatanya apa. kamu malah menikahi gadis kecil itu untuk dijadikan Istrimu! sekarang siapa yang lebih menjijikkan, hah!! mana janjimu yang katanya mencintaiku?". balas Anin berteriak. rasanya kesabaran Anin sudah habis.


"Anin, aku memang mencintaimu. tapii... ". belum selesai Rayhan berbicara Anin sudah keluar dari mobil dan meninggalkan Rayhan dengan menutup pintu mobil keras..


" haahh.. harusnya aku yang marah kan.. ".rayhan menghela napasnya kasar."Anin, benar aku memang mencintaimu. tapi aku juga mencintai Nara". gumam Rayhan lirih.


tunggu dulu!ngomong ngomong soal Nara, Rayhan jadi ingat sesuatu. tadi ia sedang bersama Nara kan. kenapa Rayhan tidak ingat sama sekali.


" apa?dimana dia? astaga, apa aku meninggalkannya tadi? haish ".


disaat ini Rayhan kebingungan antara masuk kerumahnya atau menyusul Nara yang entah dimana sekarang..


dan pilihan akhirnya adalah menyusul Nara yang mungkin masih di apartemen atau sudah berada dikampusnya.. Rayhan menjalankan mobilnya keluar dari gerbang. lebih baik untuk saat ini Rayhan menghindar dulu dari Anin daripada nanti dia tidak bisa mengendalikan amarahnya.

__ADS_1


****


. ingat pesan author "selalu beri like dan vote mu".. thankyou 😘


__ADS_2