
di dalam kelas, Nara masih mengingat perkataan richo.
"hahh,memangnya apa lagi yang mau dijelaskan nya.kejadian kemarin sudah jelas bagiku".batin Nara menghembuskan napasnya kasar.
pikiran dan hatinya tak begitu saja lupa akan hari hari nya bersama richo. mana mungkin menjalin hubungan cukup lama akan lupa dalam waktu sekejap, bagaimanapun dan apapun kesalahannya.
Nara juga memikirkan sikap rayhan terhadap nya tadi.
Dinda yang tau kondisi Nara tak mau bertanya tanya lebih jauh dari Nara.biar Nara yang akan menceritakan nya padanya sendiri. mungkin saat ini Nara butuh waktu beradaptasi dengan takdir nya, begitu lah pikirnya.
setelah selesai kuliah, Nara keluar kampus dengan Dinda berniat pulang bareng seperti biasa.
tapi karena Dinda yang sudah terlanjur kebelet makannya dinda kembali Masuk ke dalam kampus menuju toilet untuk menuntaskan hajatnya terlebih dahulu.
"aduh ra, gue kebelet. gue masuk dulu ya ke toilet, lo tunggu di sini".
" ihh, elo din. kenapa gak dari tadi".
"yeee, orang kebeletnya sekarang juga. tungguin gue lo jangan kemana mana! ".
" ya, jangan lama lama".
dinda masuk ke kampus lagi meninggalkan Nara didepan gerbang sendirian. Richo yang melihatnya sedang berdiri sendiri pun tak menyia nyiakan waktu nya untuk menghampiri nya lalu menepuk pundaknya pelan.
"Hai".sapa richo. Nara yang sudah hafal suaranya pun hanya diam enggan membalas sapaannya.
dibaliknya tubuh Nara menghadap nya dan menggenggam tangan Nara.
__ADS_1
"ra gue minta maaf sama lo".kata richo lirih. dirinya sangat merasa bersalah terhadapnya.
"LEPASIN GUE!! ".nara mencoba menarik tangannya dari richo namun tidak bisa. richo menggenggam tangannya terlalu erat.
" gue bisa jel... ".belum selesai richo mengucapkan katanya, Rayhan memberhentikan mobilnya tepat didepan mereka.
Tin.tin.tin..
" Nara cepat masuk".tegas ray berteriak memanggil Nara dan membunyikan tlakson mobilnya.
tanpa menunggu lama Nara langsung menyentak genggaman richo lalu menuju mobil Ray. Richo memanggil manggil nama Nara. namun Nara tak mempedulikannya.
richo merasa aneh dan kebingungan dengan kelakuan rayhan terhadap Nara. mengapa rayhan membawa Nara begitu saja. apa urusannya.
"loh, Nara mana? ".tanya dinda memecahkan lamunan richo. ditatap nya dinda dengan banyak pertanyaan di pikirannya.
" Nara dibawa pak rayhan.. din, apa lo tau sesuatu tentang mereka? apa ada yang di sembunyiin dari gue? ".tanya richo curiga.
" din,,, dinda... ".richo memangil nama dinda yang pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan nya.dan itu semakin membuat richo yakin pasti ada sesuatu diantara Ray dan Nara.
"gue yakin pasti ada sesuatu antara mereka. kenapa tiba-tiba pak ray membawa Nara. setahu gue pak ray bukan tipe orang yang suka ikut campur urusan orang." batin richo.
***
di dalam mobil, rayhan mendapat telepon dari ayahnya si Bagas Wijaya. diminta nya untuk bergegas datang ke kantor.
karena saat ini Nara bersamanya, maka ray mengantarkan Nara terlebih dahulu, barulah ray melesat menuju kantor ayahnya.
__ADS_1
Tok. tok. tok..
ketuk rayhan pada pintu ruangan ayahnya setelah sampai di kantor nya. ray membuka pintu itu, dan tampaklah sosok paruh baya yang tengah duduk menunggunya.
" sore pah".sapa ray langsung ikut duduk di sofa samping ayahnya.
"anak papa sudah datang. apa kamu sendirian? "
"iya lah pa. ray sendirian. kenapa papa tumben meminta ray datang kemari? ".
bagas hanya tersenyum simpul menanggapinya. lalu dirinya menelpon seseorang yang entah siapa. diperintah nya untuk segera datang keruangan nya.
rayhan penasaran apa yang dilakukan ayahnya saat ini. tapi firasat ray ayahnya akan melakukan sesuatu terhadap nya.
datang seseorang di depan ray dan bagas mengenalkannya.
" ray ini pak Doni, asisten kepercayaan papa ".
rayhan mengerutkan dahinya bingung.
" dia akan bekerja untukmu sekarang. papa harap kamu mau menggantikan posisi papa, dan tidak akan lagi menjadi dosen. "
"Apa?!. "
"dan satu lagi, ini bukan permintaan tapi pernyataan. ini perintah! ".tegas bagas.
rayhan sudah menduganya pasti akan seperti ini. pernyataan itu bukan terlontar sekali dari mulut ayahnya. ini kesekian kalinya Ayahnya memaksanya.
__ADS_1
" hmm.. baik pah, nanti ray pertimbangkan ".
dengan berat hati Rayhan akan mencoba mempertimbangkannya. tak seperti biasanya yang selalu menolak mentah mentah.