Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 70


__ADS_3

Richo sudah sampai didepan gerbang besar milik Rayhan. sebenarnya Richo agak ragu untuk menemui Nara secara langsung, apalagi ini di rumah Rayhan. tapi ia sudah tidak tahan lagi untuk tidak menemui mantan kekasihnya itu. Richo sangat mengkhawatirkannya.


Richo keluar dari mobilnya ketika melihat security yang nampak mendekatinya.


"cari siapa mas? ". tanya security itu yang ber tag name joko.


" emh,, apa Nara ada pak? ".


" nona ada di dalam kayaknya mas. dari tadi pagi belum ada yang keluar rumah. hanya ada tuan bagas tapi beliau sudah pergi ".


" ohh,, apa pak Rayhan juga belum keluar? ". tanya Richo memastikan dan diangguki kepala oleh joko langsung.


" pak? boleh saya minta tolong? panggilkan Nara ". kata Richo dengan memperlihatkan barisan gigi putihnya yang rapi, berharap security didepannya itu mau melaksanakan permintaannya.


" kalau boleh tahu mas siapanya ya? "


"ahh,, saya Richo. bilang saja saya temannya".


pak joko lantas masuk kedalam rumah setelah mempersilahkan Richo untuk menunggunya di pos security. tadinya joko menyuruh Richo untuk langsung mengikutinya, tapi ia tidak mau. akan terasa canggung bukan jika tiba-tiba nanti bertemu Rayhan.


sedangkan Nara didalam rumah sudah terduduk lemas di sofa. Nara tidak mengerti apa sebenarnya yang Rayhan inginkan. belum puaskah Rayhan menyakitinya?.


" non? apa nona baik baik saja? ".tanya joko yang sontak membuat Nara terkaget.


" astaga aku kaget!!. ishh pak jojo bisa nggak, gak ngagetin aku! ". marah Nara pada pak joko..


Nara biasa memanggil pak joko dengan sebutan pak jojo.


" hehe,, masa gitu doang ngagetin sih non". kata joko menyengir

__ADS_1


"oh ya, ada temennya nona nyariin. namanya Richo, dia ada di depan".


" Richo?. kenapa dia kesini? ". gumam Nara.


lalu Nara beranjak dari duduknya, melangkah keluar menemui Richo dengan pikiran bingung dan takut. ya takut. Nara takut Rayhan akan marah jikalau melihat Richo menemuinya. apalagi saat ini Rayhan sedang dalam mode tidak stabil. takutnya kedatangan Richo membuat situasi Nara tambah runyam.


Nara yang diikuti joko mendekati Richo yang tengah berdiri menghadapnya dengan senyuman manis yang membuatnya semakin terlihat tampan. ahh,,, Nara rasa ia terpana dan terpesona melihat pemandangan itu. Richo benar-benar membuat Nara jadi merasa gugup. bahkan bukan hanya Nara saja yang terpana, ternyata seorang pak joko pun ikut terpana melihat senyuman Richo hingga tanpa sadar ia sudah berdiri tegap di hadapan Richo dengan tangan yang sudah terangkan menyentuh pipinya dan dengan santainya menjewer pipi Richo.


" ya Tuhan, ini manusia pahatan atau malaikat? ". batin joko tanpa sadar.


" pa-pak? apa yang bapak lakukan? ". tanya Richo heran. perlakuan joko membuat bulu kuduk nya berdiri.


" ya ampun apa yang kulakukan! maafkan saya mas". kata joko meminta maaf.


"haha,, tidak apapa pak. terimakasih sudah memanggilnya".


" haish dasar pak jojo ini. pak jojo boleh pergi. terimakasih ya pak jo". ucap Nara.


" emh, aku kesini mau,,, Nara! kamu kenapa? apa kamu habis menangis?". tanya Richo tiba-tiba setelah menyadari raut wajah Nara yang nampak sembab.


"a-aku? aku,, memangnya aku kenapa? menangis?aku tidak menangis, memangnya a-apa yang harus ku tangisi? ". jawab Nara terbata dengan senyum yang dipaksakan.


" jangan menangis. kamu tampak jelek sekali kalau sehabis menangis " goda Richo bercanda. Richo tahu Nara sedang menyembunyikan fakta yang sudah diketahuinya.


"ya! mulutmu itu kejam sakali!. "


"aku tidak menangis, kau lihatkan aku tidak menangis? memangnya aku harus menangisi apa? suamiku memperlakukan aku dengan baik. dia tidak pernah menyakitiku Richo. dia selalu ada untukku. tidak ada alasan untukku menangis". sambung Nara dengan air mata yang lagi lagi sudah meluncur deras dipimpinnya. Nara sudah tidak bisa menahannya lagi. air matanya tidak bisa berbohong seperti apa yang dilakukan mulutnya.


melihat itu membuat Richo langsung menarik Nara kedalam pelukannya. ia sudah tidak tega melihat wanita yang dicintai menangis seperti ini. kekhawatirannya sedari tadi benar adanya,menandakan bahwa Nara memang benar benar tidak baik baik saja saat ini. Richo tidak mau bertanya tanya tentang kejadian apa yang Nara alamin saat ini. ia sudah tahu jawabannya. ia yakin pasti Rayhan sudah menyakiti wanitanya.

__ADS_1


Nara menenggelamkan wajahnya di dalam dada bidang Richo dengan tangis pilu. menggambarkan kesedihan yang sudah tidak dapat dibendung nya lagi. rasa putus asa dengan segala kepahitan dan rasa sakit yang ia alami selama ini ia tumpahkan saat ini. biarkan Richo akan mengejeknya nanti, Nara tidak peduli. tidak ada pilihan lain untuknya bersandar saat ini.


sedangkan di dalam kamar nampak anin yang kesal dengan Rayhan. bagaimana tidak? disaat hubungan mereka ada kesempatan untuk menjadi pasangan yang utuh, Rayhan malah tidak mau melepaskan Nara. haruskah ia yang mengalah? tapi rasanya Anin tidak sanggup melepaskan orang yang dicintainya. apalagi harus merelakan.. bukankah dulu mereka saling mencintai? lalu kenapa ia yang harus mengakhirinya.


tidak tidak... Anin tidak bisa menyerahkan Rayhan begitu saja. mengingat ia sudah banyak berjuang selama ini untuk tetap berada di sisi Rayhan. ini bukan kesalahannya. ia harus tetap mempertahankan Rayhan..


" harusnya ini kesempatan kita. kau tahu? aku sudah menunggu restu ini sejak lama. tapi sekarang... ". kata Anin sudah menangis hingga tidak bisa lagi meneruskan ucapannya.


Rayhan benar benar frustasi dengan keadaan ini. rasanya tidak sanggup lagi melihat air mata Nara maupun Anin.


ya, semua ini memang salahnya. kenapa jantungnya berdetak untuk dua wanita sekaligus. egois memang karena tidak sanggup memilih. sebut saja Rayhan serakah.


sementara Rayhan sebenarnya tahu bahwa wanita manapun tidak ada yang mau dan apalagi menerima jika harus dimadu. lalu Rayhan harus bagaimana? menceraikan Nara? atau meninggalkan Anin? bahkan dirinya tidak tahu. dengan egoisnya dan tidak malunya menginginkan keduanya sekaligus.


" Anin, sudah ku katakan. aku mulai mencintai Nara, tapi aku tidak bisa melepaskanmu. dan sebaliknya. sungguh, aku mencintai kalian berdua ". kata Rayhan memalingkan wajahnya. ia tidak mau melihat wajah sedih Anin.


Rayhan mendekat arah balkon, dan saat itu matanya langsung terbelalak melihat pemandangan dibawah sana. istrinya sedang berpelukan dengan laki-laki lain?.


" yaa!!!". teriak Rayhan melengking hingga membuat Anin terkaget.


"astaga Richo. Rayhan melihatmu. apa yang harus kulakukan? ".panik Nara langsung melepaskan pelukan Richo.


" tenang Nara. aku akan bicara pada suamimu ". kata Richo menenangkan.


"hey, dasar bocah tengik apa yang kau lakukan dengan istriku?!. jangan kemana-mana, aku akan membunuhmu! ". teriak Rayhan lagi dengan lantang dan langsung berlari cepat untuk segera turun menemui Nara dan meninggalkan Anin yang masih kebingungan.


karena penasaran Anin mengintip kearah keluar dari balkon. dan saat itu ia tersenyum senang dengan apa yang dilihatnya.


" Nara, harusnya kau dengan laki-laki itu saja. sedangkan Rayhan hanya untuk ku".

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2