
seperti biasa setiap pagi Nara selalu bangun pagi dan membantu bik narsih. dilihatnya rayhan yang sudah rapi menggunakan setelan jas yang membuatnya lebih tampan. rayhan bersiap berangkat ke kampus. berbeda dengan rayhan,Nara kini terlihat lebih santai kayak di pantai yang tidak seperti ala gayanya yang mau berangkat kuliah, hanya menggunakan kaos pendek dan clana pendek ala rumahan.
"kenapa kamu belum ganti pakaian? ".
" hari ini aku tidak ada jadwal kampus makannya aku santai". jawab Nara memasukan sarapannya ke dalam mulut.
rayhan tidak bertanya apa apa lagi, selesai sarapan Rayhan berangkat. diikuti Nara dibelakangnya mengantar ray ke depan. tidak seperti pasangan yang lainnya memang mengantarkan suaminya cium tangan cium kening. yang ada ini hanya berjalan dibelakangnya dengan mulut yang mengumpat dalam hati..
seperginya ray, Nara masuk rumah berniat mau ke kamarnya, namun tiba tiba bel pintu berbunyi.
Nara akhirnya mengurungkan niatnya dan berbalik menuju pintu dan membukanya.
"yah,, siapa? ". tanya Nara sambil membuka pintunya.
"bukankah itu wanita yang bersama lapuk waktu itu?. tanya Nara dalam hati pada dirinya sendiri.
"kamu siapa, emh.. apa Rayhan ada?". tanya anin celingukan mencari keberadaan Rayhan. ya yang datang kerumah pagi pagi adalah anindita si kekasih Rayhan Wijaya.
tiba-tiba bik narsih mendekati mereka dengan wajah pucat, bik narsih merasa khawatir dengan keadaan ini. narsih sangat mengenal kekasih Rayhan ini.
"eh non anin. maaf non,tuan Rayhan sudah berangkat. apa ada yang bisa saya bantu non? ".
"ahh, bibik. gitu yah. ya udah anin tunggu aja mas Rayhan ya bik".senyum anin sumringah.
"tapi non, tuan biasanya pulang larut, nanti non kecapekan nunggu kelamaan". cegah narsih.
"gak papa bik".anin langsung melenggang masuk melewati Nara di pintu masuk. Nara hanya diam tak tau apa yang harus diperbuatnya. begitupun narsih bingung harus bagaimana.
sepertinya anindita lupa dengan wajah orang yang menabraknya sewaktu di mall.
"oh ya bik, ini siapa. apa dia pembantu dirumah ini? ". kata anin menunjuk Nara. Nara yang ditunjuk merasa kaget dan bingung harus bagaimana.
"eh,, dia,,, itu,, dia .. ".gagap narsih kebingungan.
__ADS_1
"saya keponakan bik narsih, yah itu".bohong Nara melirik ke arah narsih sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"o".anin hanya meng oh ria tanpa curiga.
karena merasa risih narsih menelpon Rayhan yang mungkin masih dalam perjalanan menuju kampus. mungkin juga masih di lingkup perumahannya belum jauh.
" halo".
"maaf tuan menggangguh, di rumah ada non anindita ".
tanpa menjawab Rayhan menutup telponnya secara sepihak. dan berbelok menuju arah pulang, melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal.
sesampainya dirumah Rayhan melangkahkan kakinya cepat dengan buru buru.
Brakk.
Rayhan melangkah masuk,membuat semua orang didalamnya melihat ke arah ray terkejut.
Rayhan melihat wanita cantik didepannya dan tak disangka disamping wanitanya ada gadis yang tengah memijit kaki mulus wanita tersebut. sungguh pemandangan yang tak enak dilihat.
Rayhan menarik tangan anin menaiki anak tangga menuju kamarnya. meninggalkan Nara yang masih terbengong bersama bik narsih yang ketakutan.
sesampainya dikamar Rayhan melepaskan cekalannya.
"apa yang kamu lakukan?! ". tanya Rayhan dengan suara beratnya.
"sayang kenapa kamu terlihat marah? aku hanya kecapean dan meminta sepupu bik narsih memijit ku".
"sepupu? ". bingung ray mengerutkan dahinya.
"iya, dia bilang dia sepupunya bik narsih. kenapa kamu gak bilang kalau bik narsih punya sepupu dan sekarang bekerja disini? ".
Rayhan menghembuskan napasnya lega karena Nara tidak memberitahukan statusnya kepada anin. tapi Rayhan sangat tidak suka anin melakukan Nara seperti tadi.
__ADS_1
" saya minta tolong sama kamu anin, walaupun mereka pembantu disini, kamu harus tetap sopan kepada mereka, oke? ".
"oke". jawab anin tersenyum. Rayhan menarik pinggang anin dan memegang tengkuknya. Rayhan mendekatkan bibirnya pada bibir anin, mencium kekasihnya dengan dalam.
diluar kamar Nara berdecak sebal dengan pasangan itu
"cih,dasar orang tua.apa yang mereka lakukan di dalam".Nara menempelkan telinganya di pintu penasaran.namun ia tak mendengar apa pun dari dalam kamar.
iya lah tidak mendengar apapun, kamarnya saja kedap suara. Nara lupa itu.
seharian mereka di kamar. makan siang saja di antar ke kamar oleh bik narsih. sebenarnya narsih tidak tega melihat Nara walaupun tau majikannya itu tidak saling mencintai. menikah pun karena terpaksa, tapi jika terang terangan seperti ini dirinya merasa sangat kasihan. narsih juga merasa diantara mereka sudah ada benih-benih cinta walaupun mereka tidak mengakuinya.
"apa non Nara baik baik saja? ".
"tentu bik, Nara baik baik saja". jawab Nara tersenyum
"oh ya bik apa wanita itu kekasih pak Rayhan? ".
" iya Non, namanya anindita.emh maaf Non bukannya bibik... "
"ga papa kok bi, bik narsih tenang aja Nara ga papa". potong Nara.
setelah Sore menjelang petang Rayhan mengantarkan anin ke apartemennya.
"masuk, dan istirahat". kata ray mencium bibir anin kilas. namun anin melingkarkan tangannya di leher ray enggan melepasnya.
"apa sayang tidak mau menemaniku? ".kata anindita menarik Rayhan kedalam apartemennya dan merebahkan nya di kasur empuknya.
anin mencium napsu bibir Rayhan yang menggoda, tangannya bergerilya di dada bidang Rayhan. Rayhan pria normal, digoda seperti itu tentu Rayhan sangat terbawa suasana, dibaliknya tubuh anin, dan kini anin berada dibawah kungkungan ray. Rayhan mencium tengkuk anin, menyesap leher jenjang anin, tangannya menyusup kedalam baju anin dan meremas dua gunung kenyal..
"eemmhh,,ray". desah anin. namun Rayhan tersadar dan langsung menjauh dari tubuh anin, entah mengapa dia teringat nara dirumah.
"ada apa sayang". kaget anin.
__ADS_1
"maaf anin,, sekarang kamu beristirahatlah. ajy akan pulang".Rayhan langsung berpamitan pulang tidak menggubris anin yang berteriak memanggilnya..