
mereka berkeliling mall tanpa ada yang di tuju. jangankan membeli sesuatu berniat untuk makan pun tidak. mereka hanya berjalan jalan sambil bercerita tentang kisah Nara.
mondar-mandir mengelilingi mall seperti tanpa beban. padahal Nara sangat keberatan dengan beban hidup nya. tapi karena sifatnya yang periang itu, beban hidup Nara tak kasat mata oleh orang lain.
sedang asik asik bercerita ,Nara sampai meleng tak memperhatikan jalannya hingga dia menabrak seseorang didepannya tidak sengaja, sampai yang di tabraknya terhuyun ke belakang. untung saja ada seseorang yang memegang tubuh orang yang di tabrak Nara.
Bruuukk...
"aww... ih apaan si lo gak punya mata yah? ".
" ehh, maaf kak aku gak sengaja ".kata Nara membungkukan badannya meminta maaf.
Nara melihat ke depan, ternyata dia menabrak wanita cantik nan anggun yang membuatnya terpesona tapi seketika membuat mata Nara membulat sempurna, pasalnya didepan matanya terpampang sosok pria tamvan yang selalu di sebutnya bujang lapuk. ya dia adalah Rayhan dan kekasihnya Anindita yang kini telah di tabraknya.
" sayang sakit ". ringik Anin manja.
" Nara". sebut Rayhan dalam hati karena kaget Nara ada didepannya.
__ADS_1
" kamu taruh matamu dimana? kalo jalan hati hati dong!! ". bentak Rayhan memarahi Nara dengan mencekal lengan Nara. Nara hanya diam meringis kesakitan.
sebenarnya Rayhan bukan marah kepada Nara karena menabrak kekasihnya. tapi entah kenapa dia merasa marah saja. apa mungkin Rayhan merasa bersalah saja sama Nara.entahlah
Nara terbengong dengan situasi ini, terlebih Dinda.
" ya udah yank, ayok kita pergi". Anindita melepaskan cekalan Ray dan langsung memeluk lengannya,menarik Rayhan melenggang pergi.
"Nara, are you okay? ".tanya Dinda khawatir setelah Rayhan dan Anindita pergi.
"gue gak papa Din". senyum Nara terpaksa yang menandakan bahwa dirinya baik baik saja. meskipun hatinya sebenarnya tidak baik baik saja.
banyak pertanyaan yang melintas di pikiran Dinda,begitupun dengan nara.
" wanita itu siapa?aku tidak mengenalnya.apa mungkin dia kekasihnya.ishh,,dasar lapuk!. oceh Nara dalam hati.
"Ra, kok pak Rayhan sama wanita lain? apa dia saudaranya?lo mengenalnya gak Ra? tapi kok dia mesra banget sih?! "
__ADS_1
"gue gak tau Din, kayaknya dia kekasihnya deh". jawab Nara.
"whaaatt.. oh ya juga si, tadi gue denger manggilnya sayang. apa bener dia kekasihnya. kok lo diem aja si? ".sewot Dinda tak terima.
" ihh, lo berisik banget tau gak. lagian kan lo tau ndiri kita nikah karena di jodohin, kita gak ada rasa saling mencintai. jadi wajar dong kalo pak Ray punya kekasih. gue aja gitu kali".
Dinda makin dibuat bingung oleh Nara. merasa kasihan juga karena dijodohkan dengan orang yang tidak di cintainya.
"ya udah deh Ra. yang sabar yah. tau aja ntar lo dan pak ray jadi jatuh cinta".cletuk Dinda.
"iihhh.. amit-amit jangan sampai". kata Nara mengetuk ngetukan kepalan tangannya ke jidat. membuat Dinda tertawa lepas sampai memegangi perutnya.
"semoga kalian saling mencintai dan bucin parah". ledek Dinda langsung berlari menjauh dari Nara.
"dasar lo sahabat gak ada akhlak, awas lo yah".Nara mengejar Dinda.
akhirnya mereka kejar kejaran di dalam mall seperti anak kecil yang tengah bermain dengan gembira ria. setelah mereka lelah. mereka pun memutuskan untuk pulang karena haripun sudah sore. sinar matahari sudah tidak menunjukkan sinarnya.
__ADS_1