
Sesampai Nino dirumah dia menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur memandang langit-langit kamar membayangkan senyum manisn yang terpancar diwajah Rena. (Rena apa kamu merasakan perasaanku selama ini? Seperti apa tipe laki-laki yang kamu inginkan?) Nino memejamkan matanya terngiang kata-kata Rena untuk mencari pekerjaan dia langsung membuka HP dan mencari pekerjaan melalui online di suatu website khusus mencari pekerjaan. Dia mengajukan lamaran melalui email yang tertera dibeberapa tempat yang sesuai dengan keinginannya.
“Wooooy...!!!!! ngapain Ngalamun” Endra Kakanya melompat dan ikut menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur Nino dan membuat Nino kaget memasang wajah dengan penuh amarah.
“Kaka bisa tidak mengetuk pintu sebelum masuk...!!!”
“Bagaimana mengetuk pintunya saja dibuka, aku melihatmu sedang melamun ada masalah apa?”
“Tidak apa-apa” memiringkan tubuhnya.
“Yeeee ditanya baik-baik juga, hm jangan-jangan lagi jatuh cinta nih”
“Jangan sok tau pergi sana menggangu saja..!!”
“Idih ngambek seperti perempuan saja. Ayok main game Dek”
“Nooooo..... Pergi sana ah aku mau tidur”
“Tumben amat diajak main game tidak mau, hm emang bener-bener lagi jatuh cinta nih sepertinya katakan siapa perempuan itu?”
“Dari mana aku terlihat sedang jatuh cinta lebih baik kamu pikir juga kapan kamu mau menikah sudah tua juga belum laku sebentar lagi kamu 30tahun loh”
“Sialan,, jangan panggil aku dengan kata-kata kamu panggil aku yang sopan dengan sapaan kakak.!” Endra memukul kepala Nino dengan satu Kitakan tangannya.
“Aduuuh Sakit...!!!! Oke oke mulai sekarang aku panggil kakak tua hahaha”
“Kurang ajar kamu” melempar bantal.
__ADS_1
“Udah sana pergi aku ingin tidur”
“Tidur mulu” Endra meghembus nafas panjang “hmmm Dek kapan kamu kerja? Selain aku, Kakak juga ingin melihatmu bisa memberikan mamih pemasukan”
“Aku sudah melamar dibeberapa tempat melalui website, kakak aku lulusan hanya SMK sedangkan kakak S1 mudah untuk kakak tapi bagiku mungkin banyak yang akan menolaknya”
“Lagian kenapa kamu tidak melanjutkannya? Sayang sekali”
“Kaka barusan bilang untuk membantu mamih memberikan pemasukan kan? Bagaimana mungkin aku tega menyusahkannya memikirkan aku kuliah. Aku ingin kuliah setelah nanti aku memiliki pekerjaan tetap, mungkin akan tidak mudah mencarinya tapu setidaknya aku sudah usaha mencarinya”
“Iya ada bagusnya juga sih, O ya sebentar lagi kamu ulang tahun yah yang ke 23tahun ya ? hmmmmm sepertinya 2 hari lagi ya kamu umurnya bertambah”
“Mana aku tau”
“Dasar umur sendiri saja lupa kalah dong sama yang tua”
“Kakak tidak akan memberikan kado untukmu sebelum kamu memiliki seorang kekasih”
“Sialan..!!! Kakak saja masih jomblo bagaimana aku akan mencarinya jangan salahkan aku jika nanti aku menikah duluan”
“Siapa yang akan mau denganmu yang pengangguran hehe”
“Iya deh mentang-mentang kakak sudah menjadi bos, bagaimana jika aku kerja ditmpatmu berkerja juga kak”
“Kamu lamar saja sesuai prosedur melalui tes tertulis dan wawancara sepertiku dulu, aku tidak ingin memasukan dengan seenaknya sendiri walaupun aku sekarang dipercaya untuk memegang perusahaan, jika kamu lulus tes bisa saja masuk” Endra mengubah posisi sebelunya yang tiduran bersama Nino kini duduk ditepi tempat tidur “Nino jangan lupa nanti saat kamu ulang tahun kakak ingin kamu memberikan kejutan untuk mamih, tidak usah dipikirkan untuk mencari kekasih barusan aku hanya bercanda”
“Iya aku menengerti ya sudah sana pergi sebentar lagi siang nanti terlambat berangkat ke kantornya”
__ADS_1
“Oke jangan lupa yang kakak katakan barusan ya” mengelus kepala Nino seperti anak kecil.
“Sudah ah aku suda besar jangan menganggapku anak kecil terus menerus”
"Iya iya bawel" Endra meninggalkan Nino
000
Siang hari sepulang sekolah Rena bersiap-siap untuk pergi ke tempat kerja barunya tidak pulang ke rumah tantenya. Rena pergi dengan berjalan kaki karena jarak nya tidak terlalu jauh dan sejalan dengan tempat tantenya.
Tidak lama berjalan kaki Rena sampai di tempat kerjanya penjaga rumah yang sebelumnya bertemu mempersilahkan untuk masuk karena sudah mengetahui bahwa Rena akan bekerja untuk bosnya.
Rena melihat sekeliling rumah (hmm lumayan besar kemungkinan akan selesai nya juga akan lama untuk membersihkannya). Ibu Siska sedang pergi Rena membersihkan dapur terlebih dahulu, membereskan kamar di rumah Bu Siska ada dua kamar yang ditempati anaknya dan Bu Siska sendiri. Saat membereskan kamar Bu Siska, Rena menemukan sebuah cincin dan gelang mas dibawah tempat tidur (Kok bsa ada gelang sa cincin di bawah tempat tidur) Rena meletakkan gelang dan cincin diatas meja riasnya melanjutkan merapikan keranjang tempat tidur Rena menemukan uang ratusan ribu yang jumlahnya dua juta berserakan, Rena merapikan uang tersebut sesuai yang dia pelajari disekolah dalam mata pelajaran perbankan dan menghitung dengan metode yang diajarkannya juga lalu meletakkan dimeja rias. Setelah selesai merapikan kamar Rena melanjutkan pekerjaannya nyapu ngepel nyetrika dan menyirami tanaman yang ada disekitar garasi sampai selesai dan pulang.
sesampainya dirumah tantenya Rena merebahkannya tubuhnha diatas tempat tidur (Lumayan melelahkan) Rena melihat HP membuat aplikasi sosial media melihat-lihat akun teman-temannya dan menemukan akun Nino dan m membaca-baca profilnya. (Ternyata Nino sebentar lagi ulang tahun)
"Hmm kira-kira hadiah apa ya yang cocok"
Rena memikirkan untuk menyiapkan hadiah untuk Nino dan ingin memberikan kejutan untuk temannya.
Dikediaman Siska Andira
Sepulang berkunjung ke toko-tokonya yang melelahkan Siska langsung ke kamarnya
"Loh ini kan cincin dan gelang yang aku cari, hmm sepertinya Rena memang orang yang bertanggung jawab dia tidak berfikir untuk mengambilnya, padahal aku hanya menyiapkan uang saja untuk mengetesnya tidak disangka gelang dan cincin ku ketemu besok aku kasih bonus deh jarang-jarang bertemu dengan seorang yang jujur seperti Rena" meletakan uang di dompet lalu Siska membersihkan tubuhnya untuk istirahat.
""""""""""""""""
__ADS_1