
Nara baru menyentuh makanannya setelah Rayhan mengatakan makanan itu kiriman dari rumah mama Clara.
setelah sarapan Nara kembali ke kamarnya untuk mengambil tas karena hari ini Nara berniat pergi ke kampus karena dia tidak mau berdiam diri di rumah terkutuk ini. tidak lupa juga Nara untuk mengambil ponsel. tunggu dulu!, ponsel?. dimana ponselnya? kenapa tidak ada di tas,di nakas juga tidak ada. apa orang tua itu yang mengambilnya? aishh..
Nara menepuk jidatnya sendiri setelah mengingat keberadaan ponselnya.
"ya ampun, ponselku di tas satunya lagi ketinggalan di apartemen Richo, bahkan koperku juga. hufh..akan ku tanyakan nanti dikampus".
Nara keluar kamar untuk segera turun ke bawah. namun langkahnya terhenti saat melihat seseorang wanita yang tengah membenarkan letak dasi lelakinya. sedangkan lelaki itu memegang erat pinggang wanitanya itu. setelahnya mereka saling mengecup menyalurkan silfanya satu sama lain.
haish..bisakah waktu kembali berputar setidaknya sepuluh menit saja untuk Nara tidak segera turun ke bawah tadi. agar Nara tidak melihat adegan itu. cemburu?.. tentu saja. mana bisa tidak cemburu melihat lelakinya beradegan romantis dengan wanita lain meskipun dia itu istrinya juga.. apakah Nara menginginkannya?? jawabannya adalah tentu saja... tidak.. tapi iya.. ah entahlah..
Nara melanjutkan langkahnya setelah orang di depannya melepaskan pagutan mereka. berlalu tanpa menegur Rayhan apalagi Anin.
" hey, mau kemana?! ". suara barinton Rayhan mencegat langkah Nara memaksanya untuk berhenti.
dengar itu? 'hey'.. istri kecilnya ini punya nama kalau Rayhan tidak tahu..
" apa.. apa.. apa??! ". jawab Nara nyolot. persetan masalah sopan santun terhadap suaminya..
" mau kemana!? ". tanya ray?mengulang katanya lagi.
" ke kampus ,sekalian ambil barang yang ketinggalan di apartemen Richo ".
mendengar nama Richo dari bibir mungil nara ,Rayhan langsung mengepalkan buku jarinya hingga memutih.bisa bisanya istrinya itu menyebutkan nama mantan kekasihnya didepan Rayhan.
__ADS_1
" tidak boleh ". tegas Rayhan
" kenapa? gara-gara kau semalam menyeretku paksa barang barangku jadi ketinggalan di apartemen Richo "
" siapa yang mengijinkanmu? aku tidak akan membiarkanmu pergi. kamu boleh pergi keluar kalau bersamaku!! "
hampir saja mulut Nara menyentuh lantai saking syoknya. apa suaminya itu sudah tidak waras alias gila. selalu melarangnya seenak jidat..
Rayhan lantas menyeret Nara menuju kamarnya lagi.
melihat Nara yang nampak kesal dan marah membuat Anin tersenyum senang. pertengkaran diantara mereka adalah hal yang diinginkan Anin. apalagi sampai melihat Rayhan menyeret tangan Nara kasar. tapi Anin juga merasa kecewa karena perlakuan Rayhan seperti seorang suami yang posesif terhadap istrinya.dan itu membuat Anin menciut seketika.
"kenapa kamu seperti itu sekarang? aku harus bagaimana? ". lirih Anin menatap punggung Rayhan.
dikampus, Richo terus menatap gerbang berharap seseorang yang ditunggunya muncul. namun sudah menunggu lama orang yang diharapkannya tak nampak kunjung datang.. ponsel Nara yang ditangannya terus berdering menampakkan nama 'suami'. membuat Richo yang memegang ponselnya mendengus kesal. pikirnya bagaimana mungkin Nara yang sudah bersama suaminya terus menelpon.. ahh,, apa mungkin Rayhan telah mengingat bahwa barang barang Nara tertinggal di apartemennya.
" heh ra. lo lama banget sih angkatnya! gue hubungi lo dari kemarin tau gak! sekarang lo ada dimana? ".crocos dinda yang membuat Richo heran..
ya nama yang tertera diponsel Nara sebagai 'suami' adalah si Dinda. kalau untuk suaminya sendiri Nara malah menggunakan nama lain yang sangat unik..
" Dinda!! ".. kaget Richo yang langsung tau suara cemprengnya.
lho.. siapa ini?.. batin Dinda bingung
Dinda mengecek kembali nama yang ada di ponselnya. dan itu bener kok nomor ponsel Nara yang diberi nama 'istri'. lalu kenapa yang mengangkatnya seorang laki-laki.. wah apa dia si Rayhan?
__ADS_1
" oh pak Rayhan ya. maafkan saya mengganggu. apa Nara nya ada? ".
" dasar bodoh.. gue bukan pak tua itu! gue Richo! ".
" what.. kok bisa?!! ".pekik Dinda tambah bingung. kenapa ponsel sahabatnya ada di Richo. akhirnya Richo menceritakan semua kejadian pada Dinda kemarin.
dikamar Nara,kini lagi lagi Rayhan membuat air matanya jatuh dengan percuma. ya setelah tadi dibuat cemburu, kini Rayhan menarik tangannya paksa sampai pergelangan tangannya memerah. menghempaskan tubuh Nara diatas ranjang lalu menindih nya.
sungguh Nara sangat ketakutan saat ini. bagaimana kalau Rayhan akan melakukan hal buruk lagi terhadapnya. benar memang Nara adalah istrinya. istri sahnya. wajib bagi seorang istri memenuhi haknya memuaskan suaminya. memberi kepuasan batin. tapi kan jika pernikahan ini adalah sungguhan. nyatanya Rayhan tidak sungguh sungguh menjadikannya istri sungguhan. kertas perjanjian kontrak mereka pun Nara tidak tau dimana dan masih berlaku atau tidak. mengingat ini sudah terlalu lama tapi Rayhan tak kunjung menceraikannya.
" Nara sudah kukatakan jangan berhubungan dengan laki laki lain apa lagi sampai kau menyebutnya seperti tadi. aku tidak terima!! sudah ku peringatkan, menerutlah. aku tidak mau menyakitimu! ".
sadarkah Rayhan mengatakan itu. dia menyalahkan Nara sedangkan dia sendiri begitu. malah sampai menjadikan wanita lain sebagai istrinya juga.
Rayhan sudah gelap mata karena emosi. ditambah lagi melihat Nara yang hanya terus terisak tanpa meng'iya'kan perkataannya.
Rayhan hendak mencium bibir Nara namun terhenti saat pintu kamarnya diketuk dari luar. sungguh mengganggu..
dengan terpaksa Rayhan bangkit dari atas tubuh Nara lalu membuka pintu kamarnya kasar..
Rayhan membelalakan matanya lebar lebar melihat seseorang berdiri didepan pintu kamar Nara dengan Anin dibelakangnya yang terus menundukkan kepalanya..
bersambung....
****
__ADS_1
para readers yang budiman.. jangan lupa untuk selalu dukung author ya. tinggalkan jejak like dan vote... mau comment juga boleh kok.. comment kalian selalu aku baca. ππthankyou ππ