Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 72


__ADS_3

Rayhan membawa Nara ke kamarnya. melempar keras tubuh Nara kekasur empuknya.. membuat Nara meringis antara kaget dan agak encok. amarahnya benar-benar tidak bisa di bendungnya. ucapan Richo membuat Rayhan tidak terima dan menjadi tersulut emosinya.


sebenarnya tubuh Nara tidak terlalu sakit memang. tapi hatinya lah yang teramat sakit. sudah diperlakukan kasar, digendong layaknya karung, dilempar pula. dan sekarang lihatlah apa yang akan dilakukannya lagi. Nara sangat takut. tatapan Rayhan membuatnya merinding. bagaimana kalau Rayhan menggauli nya lagi seperti kejadian di sofa.


tak ada lagi yang bisa Nara lakukan saat ini. yang bisa ia lakukan saat ini hanyalah terisak ketakutan. Nara trauma melihat tampang suaminya yang seperti itu.


"Nara?! sudah pernah kukatakan bukan? 'menurutlah'. aku tidak mau menyakitimu. jangan menemui bocah tadi. aku tidak suka! ". tegas Rayhan duduk di sebelah Nara yang gemetar ketakutan.


hening... tidak ada jawaban apapun yang keluar dari bibir mungil Nara. sepertinya rasa ketakutannya melahap habis suaranya.


Rayhan menoleh ke arah Nara yang nampak diam saja dengan menggigit bibir bawahnya. hal itu membuat gairah Rayhan tersulut. bagaimana bisa istrinya menggodanya seperti itu. tunggu dulu! sepertinya Nara tidak menggodanya, tapi Rayhan lah yang tergoda.


Rayhan mencengkram kuat dagu Nara untuk menoleh nya.


" ck ck ck... ternyata istriku ini cantik juga. bahkan saat dalam keadaan seperti ini kau masih terlihat cantik! ". ucap Rayhan dengan tersenyum sinis, mengusap bibir Nara dengan ibu jarinya. dengan cepat Nara menampik kasar tangan Rayhan.


dulu Nara pernah berharap Rayhan akan berubah. bisa belajar mencintainya dan lambat laun bisa menerima pernikahan ini. begitu pun dirinya. tapi sekarang,,? sepertinya Nara harus mengubur dalam dalam harapan itu. Nara sudah tidak sanggup mempertahankan harapannya. meskipun disudut hatinya yang terpencil sudah ada nama Rayhan Wijaya disana. walau Nara kadang menampik ulasan itu.


lagipula sudah ada Anin bukan disisi suaminya. lalu buat apa harapannya itu dipertahankan.


" jangan menyentuhku!!! ". teriak Nara.


"ough,, jangan berteriak didepanku.nanti cantikmu ilang.emh ..dengarkan baik baik.aku berhak menyentuhmu! ingat? aku ini suamimu!! suami sahmu! jangan pernah lupa itu ". Rayhan tersenyum menjijikkan membuat Nara sangat muak melihatnya.


" pak Rayhan. ayo hentikan semua ini. tidak ada gunanya pernikahan ini. bukankah bapak mencintai anin. ini kese.... "


"ssttt... jangan banyak bicara! ". cup...

__ADS_1


Rayhan mencium Nara tiba-tiba. membuat Nara melebarkan matanya. namun entah mengapa ia diam saja. Nara seperti terhipnotis untuk tetap diam terpaku tanpa harus menolaknya ataupun menampik dan menghindarinya.


" jangan pernah berkata seperti itu lagi. kumohon ". Rayhan langsung pergi meninggalkan Nara.


Nara tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi Rayhan. Nara tidak tahu apa yang diinginkan Rayhan.. cinta? cih, yang benar saja!. mungkinkah benar Rayhan mencintainya? Nara rasa tidak. tapi kalau tidak, kenapa Rayhan begitu bersikeras mempertahankan hubungan yang tidak jelas ini? tapi kalau iya, kenapa Rayhan bersikap seperti itu. bahkan Nara tidak sekalipun mendengar kata cinta darinya barang sekalipun dengan tulus dan ikhlas. ia baru mendengarnya tadi dihadapan papa Bagas. itupun entah benar atau tidak. atau hanya ungkapan agar bagas tidak menyuruhnya bercerai dengannya dan agar Rayhan tetap bisa menyiksanya.


haah... sungguh keterlaluan


***


hingga pagi ini Bagas masih belum bisa memberitahu masalah ini pada besannya. ia terlalu khawatir dengan hal ini. Clara saja mendengarnya syok hingga kini. sampai dari kemarin terlihat murung dan tidak mau berbicara dengannya. padahal inikan salah putranya. bukan salahnya. lalu kenapa Clara tidak marah saja pada putra satu satunya itu. istrinya malah marah padanya dan mendiamkannya. ini jadi tidak adil.


lantas bagaimana jikalau ia memberi tahu Burhan.. apa yang akan terjadi nanti? ahh,, rasanya ia tidak sanggup. bolehkah ia tidak mengatakannya pada burhan? haruskah Bagas merahasiakannya?.. tapi itu salah bukan?


"issh dasar anak kurang ajar! kenapa anak itu tidak menemuiku lagi? harusnya temui aku dan jelaskan apa maunya. haish!! membuat malu saja". marah Bagas kesal. karena bingung juga melihat Clara yang diam saja.


" ya ya ya.. dia juga putramu! mama lupa? kita membuatnya bersama".


"cih yang bener saja". gumam Clara lirih. ia hendak keluar kamar. malas sekali harus meladeni cicitan suaminya. moodnya sedang tidak bagus saat ini.


ceklek...


" astaga!! dasar anak nakal! sejak kapan kau berdiri disitu, hah?! mengagetkan saja! ". kaget Clara..


" siapa mah? ".tanya Bagas penasaran.


" siapa lagi, putramu! ".

__ADS_1


Bagas mendekati arah Clara berdiri.


" kebetulan kamu datang. masuklah ". kata Bagas mempersilahkan Rayhan dengan nada yang agak mengerikan ditelinga Rayhan.


Rayhan sudah siap kalau kalau Bagas memarahinya lagi. terlebih jika Bagas memukulnya. Rayhan sudah siap. yang belum siap kalau ray harus menceraikan Nara. dan karena itulah pagi ini ia berada di sini.


" mah? ".


" dasar anak bodoh. kenapa kamu lakukan itu, hah?!! ".isak Clara tiba-tiba dengan memukul mukul dada Rayhan..


" maaf". lirih Rayhan mendekap tubuh mamahnya. ray sungguh merasa bersalah. tapi yah,, mau gimana lagi..


"mau apa datang kemari?! ". tanya Bagas basa basi. padahal sedari tadi sudah ditunggunya.


" Rayhan minta maaf pah. dan mau bilang,tolong jangan campuri urusanku. jangan menyuruhku menceraikannya. jangan katakan apa apa pada ayah Nara. aku akan mengurusnya sendiri nanti ".


mendengar itu membuat Bagas tak habis pikir. bagaimana bisa putranya mengatakan seperti itu.


" dasar anak ini!!! ". geram Bagas mencengkram krah baju Rayhan. rasanya tangan Bagas sudah gatal ingin meninju anak kurang ajar ini.


" papa jangan! tolong hentikan. mari bicara baik baik ". kata Clara menengahi. dirinya takut dihadapkan dengan dua orang yang sama-sama keras kepala.


" kali ini mama jangan membelanya! ". kata Bagas. dan benar saja, tangan yang sedari tadi sudah gatal melayangkan tinjunya tepat dibibir ray yang langsung mengeluarkan darah. bukan satu kali, Bagas meninju nya lagi di pipi bawah mata, alhasil pipinya langsung membiru bekas pukulan.


" hah,, Rayhan sudah melakukan semua hal yang papa minta, sedari dulu. selalu Rayhan turuti. tapi kali ini Rayhan tidak mau menuruti papa lagi. kenapa? kenapa papa memintaku menceraikannya setelah papa memaksaku menikahinya!kenapa??!.". marah Rayhan frustasi. lalu membalikkan tubuhnya.


"pikirkan ayah Nara kalau papa mengatakan semua dan memintaku menceraikannya".

__ADS_1


Rayhan langsung melangkah pergi meninggalkan orang tuanya. sedangkan Bagas terduduk lemas diranjangnya. perkataan Rayhan bagaikan tamparan keras untuknya. yah,, ini semua adalah kesalahannya.


__ADS_2