Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 33


__ADS_3

"kalau gitu nikahin aku juga! ".tegas anin.


rayhan membulatkan matanya kaget dengan pernyataan anin.


kini pikiran Rayhan dibuat kacau oleh hubungan mereka yang rumit. Rayhan tidak bisa untuk memilih satu diantara mereka. namun jika ray memilih keduanya, apa ini baik untuknya?.


apa aku juga harus menikahi anin?. batin Rayhan bingung.


ray benar-benar dibuat pusing dengan situasi ini. dirinya bingung apa yang harus dilakukannya sekarang. bagaimana cara menjelaskannya kepada keluarganya jika dirinya juga menikahi anin. apalagi jika bercerai dengan Nara. untuk saat ini ray benar-benar belum bisa menceraikan Nara sesuai permintaan anin.


" anin, aku akan menikahimu setelah kontrak pernikahanku selesai ".bujuk ray.


" bagaimana jika kontrak pernikahanmu tak akan pernah selesai dan kau malah mencintainya ?".


perkataan anin begitu menyentuh hati seorang Rayhan Wijaya. bagaimana jika yang dikatakan anin itu ada benarnya. sekarang saja dirinya sering kebablasan kalau sedang bersama Nara.


"anin, percayalah padaku".


" sayang, aku mohon padamu. jika kau tak menceraikan Nara sekarang juga, maka nikahilah aku".mohon anin yang kini air matanya tak bisa dicegah nya untuk keluar. anin merasa terkhianati.


Rayhan yang melihatnya pun jadi tidak tega.bagaimanapun ini adalah salahnya. salah keluarganya sebenarnya. meninggalkan orang yang sedang sayang sayangnya untuk menikahi gadis yang bukan kekasihnya.


"baiklah, aku akan menikahimu".pasrah ray akhirnya yang tak tau kedepannya akan seperti apa.


" kau berjanji? ".tanya anin yang seketika menghentikan tangisannya.


" ya, sekarang aku antar kamu pulang ".

__ADS_1


Rayhan pun mengantarkan anin pulang.


***


dirumah ray kini Nara sedang menelfon sahabatnya si Dinda. Nara menceritakan semua kejadian tadi pada Dinda tanpa ada yang terlewat.


" whaattt..??!!! "teriak Dinda kaget setelah mendengar cerita dari Nara.


" ih, lo kebiasaan deh bikin kaget gue, gak usah kenceng kenceng napa teriaknya?! ".


" hehe, sory. gue juga kaget denger cerita lo, terus lo gimana? ".


" terus gue gimana? ".tanya Nara balik.


" ih, elo ditanya malah balik nanya ".


ketika mereka sedang asik berbincang pintu kamar Nara terdengar ada yang mengutuknya.


" boleh aku masuk? ".tanya ray yang hanya diangguki oleh Nara sebagai jawaban.


Rayhan mendudukkan bokongnya di sofa yang ada di kamar Nara, sedangkan Nara masih diam berdiri dengan pikiran yang penuh tanda tanya.


kenapa dia ada dirumah. lalu bagaimana dengan anin. batin Nara.


" duduklah, ada yang akan aku bicarakan padamu ".ray menepuk sofa yang ada disebelahnya untuk Nara duduki. Nara pun tersadar dari lamunannya dan duduk disamping Rayhan.


Rayhan menghadap Nara yang kini tampak gugup.

__ADS_1


" Nara".panggil ray yang membuat Nara menengok kearah ray. pandangan mereka pun bertemu.


"besok aku akan menikahi anin, aku harap kamu tidak keberatan dan tolong jangan mengadu kepada orang tua kita".


" APA??! ".kaget Nara membulatkan matanya lebar lebar. Nara juga mengorek ngorek kupingnya dengan jari. takutnya dia salah dengar dengan ucapan ray.


" apa bapak serius?? ".


" haisss kamu ini, bolot sekali. apa menurutmu aku sedang bercanda? "


"kelihatannya si enggak".senyum Nara.


" kalau gitu ceraikan aku dulu".


dengan santainya Nara mengajukan kata cerai didepan ray yang sontak membuat ray menatap tajam pada Nara, yang membuat Nara takut dibuatnya.


sebenarnya Nara juga takut mengatakan kata cerai. meskipun mereka belum saling mencintai tapi menurut Nara pernikahan adalah sesuatu yang sakral.


"Nara, kau tau persis perjanjian kontrak kita. selama aku belum menceraikanmu, kamu tidak berhak menceraikanku".


" dan asal kau tau bagaimana jadinya orang tuamu jika kita bercerai ".sambung ray.


Nara terdiam membenarkan perkataan Rayhan.


" lalu aku bagaimana? bukankah kau akan menikahi anin? ".


" lihat saja nanti, yang penting orang tua kita tidak ada yang tau ".kata ray menyeringai tipis lalu pergi meninggalkan Nara. sebelum benar-benar pergi ray menghentikan langkahnya berbalik menghadap Nara.

__ADS_1


" dan yah, besok kau bersiaplah berdandan untuk pernikahan ku nanti ".


" besok".tubuh Nara menegang ditempat seketika. tak percaya dengan nasibnya yang tak beruntung ini. disandarkan nya tubuhnya yang lemas itu di sofa. dirinya tak menyangka kejadian seperti ini benar-benar menghampiri hidupnya.


__ADS_2