Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 71


__ADS_3

kini Bagas sudah ada di rumahnya. tepatnya di ruang kerjanya. sedaritadi sepulangnya dari rumah putranya, beliau memikirkan apa yang harus dilakukannya. bagaimana cara menyampaikan masalah ini pada istrinya. apalagi pada Burhan dan Mariska nanti. sudah dipastikan mereka pasti akan terkejut mendengarnya.


Bagas khawatir dengan keadaan Burhan. beliau takut kalau Burhan akan syok mendengarnya nanti. Bagas juga agak malu dengan kelakuan anaknya yang seperti itu. bagaimana jika nantinya ketika Bagas sudah memberitahukannya, Burhan akan memutuskan tali persahabatan mereka. Bagas tidak mau hal itu terjadi.


tapi tidak mungkin kan Bagas akan menutupi kesalahan putranya sendiri dan menyakiti Nara terus. sudah cukup Nara menderita karena putranya dan karena keegoisan mereka dengan perjodohan ini. Bagas pikir, saat inilah Rayhan harus melepaskan Nara dan membiarkan Nara untuk mencari kebahagiaannya sendiri.


tok.. tok.. tok..


suara ketukan pintu menyadarkan lamunannya. dan ternyata adalah istrinya si Clara. Clara mendekat ke arah Bagas membawa secangkir kopi dengan raut wajah yang terlihat bingung dan khawatir.


ya. Clara memang agak bingung dan khawatir. pasalnya tadi pagi Bagas berpamitan akan mengunjungi putranya dan langsung berangkat ke kantor. tapi nyatanya Bagas malah sudah ada dirumah lagi tanpa dirinya tahu. ini saja Clara tau dari bik narsih yang tadinya akan mengantarkan kopi. membuat Clara menjadi khawatir saja. apalagi setelah ia membuka pintu dan nampak seorang Bagas yang terlihat tidak baik baik saja sedang duduk di kursinya dengan mata yang terpejam. makin membuatnya khawatir.


"pah? papa pulang kok nggak ngomong ngomong sih? papa kenapa? papa nggak sakit kan? ".


" mah. ada yang mau papa bicarakan ".kata Bagas serius tanpa menjawab pertanyaan Clara. ia langsung menggiring Clara untuk duduk di sofa di ruangan itu.


" ada apa sih pah? papa jangan bikin mama takut deh".


"ish.. kenapa harus takut? mama pikir papa hantu apa yang harus di takutin".


mendengar ocehan Bagas membuat Clara tersenyum. sebenarnya suaminya itu lebih menakutkan daripada hantu saat sedang marah.

__ADS_1


dengan segenap jiwa akhirnya Bagas menceritakan kejadian tadi pagi dirumah Rayhan dan menjelaskan kelakuan putranya selama ini dengan serinci rincinya.


mendengar itu tak kayal membuat Clara langsung menangis sesegukan.. ia tidak menyangka putranya akan melakukan hal semenjijikan itu. Putranya telah menyakiti Nara sang menantu kesayangannya..


sedangkan di sisi lain..


Rayhan nampak geram melihat Richo yang sedang bersama Nara.


" hei bocah tengik! ngapain kamu peluk peluk istri orang, hah!!? ". marah Rayhan mencak mencak. serasa ia ingin mencekik dan mencakar wajah tampan Richo yang terlihat biasa saja tanpa ada rasa bersalah dan rasa takut melihat kemurkaan seorang Rayhan Wijaya. harusnya Richo ketakutan kan melihat Rayhan yang sudah keluar tanduknya. namun yang dilakukan Richo malah berdiri tegap tanpa ada rasa takut sedikitpun. membuat Rayhan menjadi geram. terlebih ada Nara didepannya dengan merentangkan kedua tangannya seolah sedang melindungi Richo dari amukan nya.


" eem.. bapak mau ngapain? ".


" ishh.. dasar anak ini" hergh "minggir gak". geram Rayhan gemas.


"oh ya Nara. ini ponselmu, tapi maaf tas dan kopermu masih di apartemen ku". kata Richo tersenyum teduh. ia sungguh tidak tega melihat Nara saat ini. matanya yang dulu memancarkan kecerian kini sudah tidak ada lagi.


" kamu tidak perlu mengkhawatirkan istri orang. apalagi sampai peluk peluk kayak tadi. haishh". Rayhan mengepalkan tangannya diudara seperti hendak memukul Richo.


"dengarkan saya pak Rayhan! jangan sakitin Nara dan jangan pernah sia siakan Nara. jika bapak lakukan itu, sudah kupastikan akan ku rebut Nara darimu! ". tegas Richo


mendengar itu membuat Rayhan seperti meledak seraya mengepalkan kedua tangannya. bisa bisanya Richo berkata begitu didepannya. dasar bocah kurang ajar!. di dorongnya tubuh Richo kebelakang.rasa rasanya Rayhan sudah tidak tahan lagi menyimpan amarahnya. Rayhan hendak melayangkan pukulannya pada wajah tampan Richo. tapi sayangnya Richo dengan cepat mencekal tangan Rayhan.

__ADS_1


melihat itu membuat Nara menjerit. entahlah itu jeritan ketakutan atau apa. yang jelas tiba-tiba Nara bersorak.


"ahh..!!! ayo Richo,, Richo.. Richo".. sorak Nara seperti tim leader basket disekolahannya dulu.. sebenarnya Nara agak merasa tersanjung di atas kesedihannya. bagaimana tidak, ia sedang diperebutkan oleh dua pria tampan di depannya. meskipun Nara tidak tahu persis perasaan seperti apa yang bersemayam di hati mereka masing-masing. terlebih pada suaminya sendiri. tapi yang jelas ia merasa senang.. hadeeh,, pasti Nara sudah gila sekarang makannya jadi oleng.


sorakan Nara membuat Rayhan maupun Richo mengernyit heran, tanpa sadar mereka saling beradu pandang kebingungan.


" cih, dasar bocah ini ".gumam ray.


haahh.. Rayhan membuang napasnya kasar "sebaiknya kamu pergi. q peringatkan jangan pernah lagi menemui istriku. jangan berani beraninya menghawatirkan Nara lagi". tegas Rayhan.


" tergantung anda pak Rayhan! ".


Richo menatap Nara Intens


" Nara, aku pamit ya. jangan sungkan menghubungiku kalau orang ini menyakitimu ". ucap Richo lantas melangkahkan kakinya untuk pergi meskipun tidak tega meninggalkan Nara.


" Richo.. gue ikut! ". teriak Nara yang langsung membuat langkah Richo terhenti.


" ya!! yang benar saja! cepat masuk "." dan kau!! hust hust.. ". kata Rayhan mengibaskan tangannya bermaksud mengusir Richo.


" Richo, gue ikut lo. tungguin gue. Richo!bawa gue pergi dari sini!! ".isak Nara terus berteriak dengan tubuh yang dipegang Rayhan kuat karena Nara terus melawan hendak ikut Richo. hingga akhirnya Rayhan menggendong Nara paksa ala karung beras.

__ADS_1


sungguh Richo benar-benar tidak terima melihatnya. ia merasa kasihan. tapi apalah daya, Nara bukan haknya. Nara sudah menjadi istri orang. dan masih sah menjadi istrinya. tidak mungkin kan jika Richo membawa kabur anak orang yang sudah bersuami. meskipun ia mencintainya. Richo pasti akan membawa Nara pergi dari rumah itu, tapi dengan cara baik-baik. ia pasti akan membawa nya itu pasti. sudah cukup menyesal dirinya dulu menyiakan cintanya. kini Richo tak mau menyesalinya lagi. Richo takan membiarkan Nara bersama Rayhan. ia laki-laki gentel yang akan meminta Nara langsung dari ayahnya nanti. ia pasti akan memperjuangkan cintanya lagi.


Rayhan camkan itu...!!


__ADS_2