Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 64


__ADS_3

Rayhan mendudukan tubuh Nara dikursi penumpang disamping kemudiannya. memasangkan sefetybelt dengan terus memandang Nara yang memanyunkan bibirnya serasa ia ingin mematuk habis bibir istrinya yang terlihat menggoda.


dalam perjalanan, Nara terus menatap jajanan lewat jendela mobil. rasanya malas sekali harus bertatap muka dengan Rayhan si suami kampretnya yang menyebalkan ini.


Rayhan melajukan mobilnya membawa Nara menuju rumahnya. sebenarnya Rayhan agak ragu untuk membawanya kerumah sendiri. mengingat dirumahnya ada sosok wanita cantik satunya lagi, siapa lagi kalau bukan Anin.


tapi Rayhan juga tidak mau pulang ke rumah orang tuanya apalagi harus pulang kerumah mertuanya,namun tidak mau pula menyewa hotel karena tidak tega meninggalkan Anin.


Rayhan menyeret Nara paksa dari mobilnya setelah sampai di pelataran rumahnya.


"keluar". titah Rayhan tegas.


" aku tidak mau pulang! ".


" Nara keluarlah. jangan sampai aku memaksamu ".


" kau memang sudah memaksaku sedari tadi, asal kau tahu! ".


" astaga Nara.. cepatlah keluar. jangan sampai aku berlaku keras padamu. aku tidak mau melukaimu! ".geram Rayhan meraup wajahnya kasar.


di detik itu Nara meneteskan air matanya yang menganak sungai. sadarkah Rayhan dengan pernyataannya itu. ia bahkan sudah melukai dan menyakiti hatinya sedari awal.


isakan Nara bukannya membuat Rayhan merasa kasihan maupun rasa bersalah, melainkan malah membuat Rayhan tampak gusar tak mengerti. apa susahnya nara untuk menurutinya tanpa ada bantahan sekalipun dan segera masuk rumah. gitu aja kok repot.


percayalah Rayhan sudah meningkatkan kesabarannya pada istri kecilnya itu agar tidak emosi. tapi sepertinya istrinya itu tidak mau diajak secara halus halus.

__ADS_1


" pulangkan aku kerumah ayah dan ibu! aku tidak mau kau bawa pulang kerumah terkutuk itu!!! ".


nah kan Nara membentaknya. apa tadi yang dia bilang? rumah terkutuk??. kenapa Rayhan merasa seperti sang penyihir mendengar kata terkutuk dari bibir mungil Nara. bahkan dia tidak pernah mengutuk apapun dan siapapun.


sepertinya darah Rayhan melonjak naik ke ubun-ubun. setelah mendengar kicauan Nara barusan. ditariknya paksa tangan Nara dan membawanya keluar dari mobil.


Rayhan tidak menyadari bahwa sebenarnya apa yang dikatakan Nara ada benarnya. rumah Rayhan memang kutukan bagi Nara.


bagaimana tidak mengatakan itu. selama ini dari awal pernikahan mengijakan kakinya dan menghirup udara dirumah Rayhan dia tidak pernah merasa bahagia sedikitpun. yang ada hanya rasa sakit, kecewa,marah, dan lebih parahnya rasa jatuh cinta. suatu perasaan yang tidak seharusnya ada. dan akibatnya kini membuatnya semakin merasa sakit gak ketulungan karena menahan rasa cemburu.


dan lihatlah, belum juga Nara mengijakan kakinya kedalam rumah, tapi dia sudah disuguhi dengan seseorang yang tengah berdiri di depan pintu dengan tatapan mengerikan, dan tidak ketinggalan dengan suara yang membuatnya serasa ingin menghilang saja dari planet ini. coba Nara bisa teleportasi, pasti dia sudah melakukannya sedari dulu.


" Rayhan! kenapa kamu bawa dia lagi kerumah ini?! ". marah Anin.


" Anin, dia juga istriku. aku berhak membawanya kerumah. sudah kukatakan padamu bukan! ".tegas Rayhan dengan sorot matanya yang tajam. membuat Anin merasa ketakutan dan langsung mengetupkan bibirnya rapat rapat. biarpun hatinya menjerit ingin berteriak tidak terima adanya Nara ditengah tengah mereka. tapi ketakutan itu hanya berlaku buat Rayhan,tidak untuk Nara. Anin menatap tajam ke arah Nara seolah mau melahap Nara hidup hidup.


membuat Nara yang melihatnya bergidik ngeri. entah bagaimana lagi kehidupan selanjutnya nanti.


Rayhan menarik paksa Nara masuk kedalam rumah yang dikatanya rumah terkutuk itu.melewati Anin tak peduli Anin setuju atau tidak.


Nara terpaksa mengijinkan kakinya masuk. melawan pun percuma. tenaganya sudah tidak lagi bisa menolak keinginan suami kampretnya ini.


disepanjang jalan masuk rumah, Nara menengok kanan kiri mencari sosok wanita paruh baya. kenapa bi narsih tidak kelihatan keberadaannya.karena penasaran Nara bertanya pada Rayhan yang berjalan didepannya sambil menggandeng tangan Nara.


" dimana bik narsih? ".

__ADS_1


" tidak ada".


"apa maksudmu tidak ada?! ".


" sudah kupecat".


"apa! kenapa? ".


Nara begitu terkejut dengan kata yang dilontarkan suaminya ini. ada masalah apa hingga ia memecat asisten rumah tangganya yang sudah sedari dulu mengasuhnya.


Rayhan membawa masuk Nara kedalam kamar yang biasa ia tempati.


" masuk. istirahatlah ". Rayhan menutup pintunya seraya mengunci pintu dari luar. Rayhan takut istri kecilnya akan kabur lagi.


" tunggu!! pak buka.! hey lapuk bukaaaa.. dasar orang tua kampret!! ".teriak Nara menggedorkan pintunya. namun Rayhan tidak peduli dengan teriakan dan umpatan Nara. ia berlalu pergi untuk menemui Anin.


Anin berada di kamar, menatap balkon kamar yang sudah terlihat gelap.. tidak berbeda jauh dari Nara, Anin pun juga merasa hatinya sakit, kecewa, dan marah. bagaimana bisa Rayhan melanggar janjinya sendiri untuk tidak mencintai gadis kecil itu. apa kurangnya dia yang terlihat dewasa, cantik dan sexy tentunya. ia juga hebat dalam urusan ranjang.tapi kenapa Rayhan tertarik pada gadis seperti Nara.


" Anin ". panggil Rayhan memeluknya dari belakang. namun tidak ada sautan dari bibirnya yang sexy. hatinya terlalu ngilu untuk sekedar menggerakkan bibirnya menjawab sapaan Rayhan yang memuakkan.


" istirahat yah, aku temenin ". kata Rayhan halus membawa Anin ke ranjang tidurnya.


entah kenapa Anin menurut saja dengan apa yang Rayhan perintahkan. kenapa perlakuannya selalu sukses membuat siapapun tak berkutik. seperti anjing yang selalu menuruti permintaan majikannya. padahal kan Anin bukan anjing!


malam ini Rayhan tidur dengan Anin, yang lagi lagi meninggalkan Nara.. sungguh bren*sek! mana ada orang mencintai tapi selalu menyakiti.

__ADS_1


__ADS_2