Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 22


__ADS_3

dinda melanjutkan menuruti perkataan sahabatnya itu. Nara menjelaskan maksudnya meminta bantuan kepada dinda.


Nara meminta dinda untuk tidak masuk kuliah alias bolos hari ini. karena Nara tidak ingin bertemu Rayhan. dengan senang hati dinda mengiyakannya, yang tadinya merasa keberatan ternyata senang juga dengan ide Nara. karena dinda juga merasa malas untuk berkuliah.


mereka memutuskan untuk pergi ke mall saja. tapi sebelumnya mereka pulang ke rumah dinda terlebih dahulu. tadinya Nara teringin sekali mampir ke rumah orang tuanya karena rumah dinda dekat dengan rumah Nara. tapi Nara urungkan keinginannya itu karena belum siap dengan alasan yang tidak bersama Rayhan.


hingga pagi menjelang siang baru lah mereka jalan menuju mall. mereka bergandengan tangan masuk ke mall setelah memarkirkan mobilnya di parkiran.


mereka berkeliling mall hingga cacing diperut mereka meminta jatah untuk diisi. mereka memutuskan untuk ke restoran di dalam mall untuk sarapan siangnya. Nara sangat lapar sekali terlebih tadi pagi dirinya tidak sempat sarapan dirumahnya maupun dirumah dinda.


tiba tiba Nara memberhentikan langkah kakinya ketika melihat sosok yang dikenalnya. ya itu adalah Rayhan dan anindita. ternyata Rayhan tidak ke kampus hari ini.


Nara teringat tadi pagi saat dirinya mendengar Rayhan yang tengah berbicara di telepon dengan seseorang yang ternyata itu adalah anin. dilihatnya Rayhan tengah mengelap bibir anin yang blepotan karena terkena makanan.


entah mengapa hati Nara terasa sakit melihat nya. Nara mematung seketika melihat pemandangan di depannya.


"ra, bukankah itu pak Rayhan? ".


"ya.udah tau nanya!".

__ADS_1


" kenapa lo marah, lo cemburu ra? "


"kenapa harus cemburu? ". nara membalikan tubuhnya untuk pergi dari restoran itu. tapi matanya tak sengaja melihat sosok yang tidak kalah di kenalinya. Nara melihat kekasihnya si richo dengan seseorang wanita cantik. pemandangan itu tak khayal membuat Nara sangat terkejut. bukan hanya Nara saja yang melihat kekasihnya bergandengan tangan dengan wanita lain, Dinda pun melihat nya dan tak kalah kaget nya. pasalnya setau Dinda Richo sangat mencintai Nara, lalu apa yang dilihat nya saat ini. apa mereka tengah bermimpi bersamaan di siang bolong.


" ommo.. Nara, i.. itu? ". kejut dinda.


" din, ayo kita ikut mereka! ". geram Nara mengepalkan tangannya.


" tapi ra, apa lo gak papa? ". tanya dinda khawatir. Nara hanya diam mengikuti richo, dinda pun ikut Nara mengikutinya.


ternyata dari kejauhan ray melihat Nara keluar dari arah restoran yang tengah terburu buru diikuti dinda.


di sisi lain richo tidak tahu menahu bahwa dirinya sedang diikuti Nara dan dinda, richo tengah asik menggenggam tangan wanitanya dengan sesekali mencium pipinya ditempat umum. sungguh pemandangan sampah.


" waahh, gila itu bocah, diam diam nikung.! din apa lo gak papa? ". tanya dinda menelisik.


" ya udah ra, lo tunggu sini, biar gue labrak tu bocah!! ". sambung dinda geram.


dinda yang mau menghampiri richo seketika terhenti karena dicekal Nara."gak perlu din, gue gak papa, kita pulang aja yah".

__ADS_1


Nara memaksa dinda untuk segera pergi dari mall itu, sebenarnya dinda sangat geram pada richo, ingin rasanya dia melabraknya kalo perlu mencakar mukanya yang tampan itu. tapi Nara melarang nya malah ngajak pulang. dinda benar-benar merasa kasihan dengan nara. akhirnya Dinda mengalah menuruti permintaan Nara.


di dalam mall, Rayhan yang telah selesai makan dengan anin bermaksud meninggalkan restoran dan mengantarkan anin pulang, tetapi niat itu diurungkan karena dia melihat richo memasuki restoran dengan seorang wanita. Rayhan tau pria yang tengah duduk tak jauh dari tempat duduknya adalah kekasih Nara.


"bukankah itu kekasihnya si bocah?". gumam ray, tapi anin masih mendengarnya Samar samar.


"ada apa sayank? ".


Rayhan terkaget dengan pertanyaan yang Anin lontarkan, pasalnya Rayhan tengah memusatkan pandangannya ke arah richo. dengan cepat ray mengalihkan pandangannya pada anin dan menatapnya intens.


" ah, tidak apa apa". kata ray tersenyum.


"yuk, aku antar kamu pulang". ajak ray.


mereka pergi dari restoran di mall tersebut. Rayhan mengantarkan anin pulang ke apartemennya. disepanjang jalan anin banyak bercerita tapi ray hanya diam tak menanggapinya karena pikirannya sekarang tertuju pada Nara.


"apa tadi si bocah tengah mengikuti anak tengil itu.. kayaknya kekasihnya itu selingkuh. ckck.. kasian sekali. haha.. ".batin ray tersenyum senang mengejek Nara..


berbeda sekali dengan perasaan Rayhan yang sedang senang saat ini Nara malah merasa hatinya hancur. takdirnya serasa terkhianati dan dipermainkan oleh nasib.

__ADS_1


__ADS_2