Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
Mencari Kerja


__ADS_3

Keesokan harinya Rena beraktifitas seperti biasa membersihkan rumah dan berangkat sekolah dengan mata bengkak karena semalaman menangis, Rena memutuskan untuk benar-benar melupakannya dia entah apa yang Rena pikirkan.


Selang beberapa hari ibu dan Dika pulang mereka sibuk membereskan baju-baju dan barang-barang dirumah. Rena hanya mengikuti perintah ikut membereskan baju-baju Dika dan ibu. Mereka hanya diam saja sampai akhirnya ibu membuka pembicaraan


“Rena apa kamu tau kenapa aku dan Dika berkemas?”


“Maaf bu saya tidak tau. Memangnya kenapa ya bu tiba-tiba berkemas?”


“Begini Ren aku dan anakku akan pindah keluar kota, Bpa sudah tidak peduli sama kehidupan aku dan Dika, dia sudah memiliki calon istri baru aku ingin membawa Dika keluar dari rumah dan aku akan mengurusnya sendiri”


“Oh sepeti itu bu”


“Iya Ren, dan Ibu minta maaf sepertinya kamu harus mencari pekerjaan baru. Bukan bermaksdu mengusir tapi keadaan ibu sekarang tidak memungkinkan membawaku ikiut bersama kita”


“Oh iya bu, kebetulan tante saya juga sempat menanyakan masalah ini mungkin nanti saya akan tinggal bersama tante saya bu”


“Oh gitu bagus deh, yah semoga saja kamu disini sukses Ren”


“Iya bu terimakasih”


Ibu dan Dika menyiapkan persiapan pindah luar kota dalam waktu semiggu rumah yang mereka tinggali dijual dan membeli rumah diluar kota. Dika hanya diam saja mengikuti keinginan ibunya tidak berani membantah bagaimanapun juga keadaan keluarga mereka sudah berbeda dengan tidak adanya kehadiran bpanya kondisi keuangannyapun berbeda.


Sejak itu Rena pindah ketempat Tante Ira yang sekarang dia tinggali. Rena membantu tante membereskan rumah. Rena berfikir untuk putus sekolah karena biaya sekolah yang belum terbayar padahal beberapa bulan lagi dia lulus.


“Ren, kamu sudah membayar uang sekolah belum?”


“Belum tante”


“Terus bagaimana dengans sekolahmu apakah pa Adya tidak memberikanmu uang untuk biaya sekolah?”


“Tidak tante”


“Kamu gimana sih, harusnya minta dong soalnya tante juga tidak memiliki uang untuk biaya sekolahmu itu”


“Iya tante nanti Rena akan mencari sendiri uangnya”


“Bagaimana caranya”


“Belum tau tante, nanti saya usahakan”


“Mending kamu berhenti aja sekolahnya kerja diperumahan komplek sebelah saja”


“Maaf tante bukannya sekolah Rena tingga sedikir lagi, Rena akan usaha tante sampai lulus”


“Terserah kamu lah...!! aku pikir kamu bakal mau. Ya sudah nanti jangan lupa tuh cucian udah numpuk dan kebetulan mesin cucinya rusak kamu cuciin yah aku mau pergi arisan”


“Baik tante” Rena terdiam sejenak “O ya tante hari ini aku ada tugas sekolah selesai nyuci Rena izin keluar ya tante?”


“Oke kamu boleh keluar setelah selesai nyuci”


Rena mengerjakan pekerjaan rumah dengan cepat dan menyelesaikan cuciannya. Rena bersiap untuk keluar mencari pekerjaan. Jika Rena jujur akan mencari pekerjaan takut tidak diizinkan dan terpaksa berbohong akan mengerjakan tugas. Rena berjalan kaki menuju ke sekolahan dan bertanya setiap ruko-ruko yang ada didekat sekolahnya. Dari beberapa ruka hanya satu yang menuliskan lowongan pekerjaan. Ruko seragam sekolah dan berbagai macam alat tulis serta membuka fotokopian.

__ADS_1


“Permisi mbak apakah betul ibu mencari pekerja tambahan?. Didepan saya baca ibu mencari pekerja tambahan disini” Rena bertanya kepada seorang wanita yang sedang sibuk menulis didalam toko


“Iya disini sedang butuh pekerjaan tapi bukan ditokonya tapi pemilik toko yang mencarinya”


“Maaf apakan pemilik toko ini mbak sendiri?” Rena bertanya


“Oh bukan mbak, saya disini hanya karyawan, mbak mau kerja?”


“Iya mbak”


“Sebentar ya saya telepon pemilik toko dulu”


“Baik mba”


Wanita tersebut mengambil HP dan menelpon pemilik toko tersebut. Rena diterima namun Rena harus kealamat pemilik toko tersebut. Pemilik Toko tersebut ternyata alamatnya tidak jauh dari tempat tantenya. Dia sangat bersemangat dan langsung menuju alamat tersebut. Setelah 30 menit Rena sampai. Dan memencet bel rumah yang ada didepan gerbang. Salah satu penjaga rumah tersebut menyambutnya


“Maaf mbak cari siapa ya?” Seorang laki-laki paruh baya menanyakannya


“Maaf pak, saya ingin bertemu dengan pemilik rumah ini”


“Dengan siapa mba? Dan ada keperluan apa?”


“Saya Rena pak, saya ingin bekerja tadi saya melihat ada lowongan pekerjaan ditokonya katanya harus kesini dulu sebelum bekerja”


“Oh seperti itu baiklah kamu tunggu disini duluya”


“Baik pa”


Didalam rumah seorang wanita sedang menikmati teh sambil menonton TV seorang penjaga rumah mendekatinya


“Bu maaf apa saya mengganggu?”


“Oh tidak pak Erik, ada apa?”


“Bu maaf ada mbak Rena katanya mau mencari pekerjaan”


“Oh Rena suruh dia masuk saja tadi penjaga tokoku memang menelponku katanya ada yang mau bekerja”


“Baik bu”


Siska Andira pemilik rumah sekaligus pemilik toko. Dia memiliki banyak cabang toko-toko diberbagai kota termasuk toko yang dikunjungi oleh Rena. Rena memasuki rumah dan bertemu dengan ibu Siska. Rena membukukkan badan “Halo bu saya Rena”


“Oh Rena, berapa usiamu?”


“Saya 16 tahun bu”


“Apa masih sekolah?”


“I..iya bu, saya kelas 3 SMK”


“Kamu masih kecil nak, apa kamu serius mau bekerja?”

__ADS_1


“Iya bu saya serius, saya mau bekerja untuk tambahan biaya sekolah”


“Orag tuamu kemana?”


“Maaf bu orang tua saya dikampung”


“Loh kok kamu bisa sekolah? Sudah kelas 3 pula apa kamu bersama keluarga disini?”


“Maaf bu saya sekolah sebelumnya yang membiayai bos saya sebelumnya, namun karena ada beberapa masalah jadi saya pindah ketempat tante saya. Saya tidak mau menambah beban keluarga tante saya bu, jadi saya memutuskan untuk mencari pekerjaan dan kebetulan ditoko ibu ada tulisan mencari pekerja bu”


“Iya memang betul tapi saya tidak mencari pekerja dibawah umur nak, maafkan saya ya?”


“Saya bisa bekerja apa saja bu, ibu butuh pekerja untuk bagian apa?”


“Begini nak saya memang mencari pekerja tapi itu untuk dirumah saya mencuci gosok baju satu ngepel apa kamu bisa?”


“Saya bisa bu memang sebelumnya saya hanya seorang pembantu”


“Kamu serius?”


“Iya bu, sebelumnya bos saya menyekolahkan saya sambil saya bekerja dirumahnya”


“Baiklah mulai besok kamu bisa masuk kerja disini”


“Benarkah bu?? Terimakasih bu, tapi jam berapa saya harus masuk bu”


“Kamu masih sekolah kan?”


“i iya bu”


“Jam berapa jam sekolahmu?”


“Jam setengah tujuh masuk dan pulang jam dua belas bu”


“Oke kamu bisa tinggal disini”


“Maaf bu maksud ibu apa ya?”


“Iya kamu lebih baik tinggal disini saja”


“Baik bu, tapi saya boleh minta waktu bu untuk pindahnya?”


“Dua hari kamu harus sudah bisa tinggal disini”


“Baik bu. Terimakasih”


“Oke, ya sudah saya mau pergi kamu kesini besok lagi dan mulailah bekerja besok”


“Baik bu, saya permisi”


“iya”

__ADS_1


__ADS_2