Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 86


__ADS_3

petang ini orang tua Nara sudah sampai di pelataran rumah sang menantunya. karena sangat merindukan putrinya Burhan dan Mariska pun mengalah untuk mengunjungi kediaman sang menantu untuk menemui putrinya. sejak beberapa hari ini entah kenapa perasaan Mariska selalu diliputi kecemasan dan selalu memikirkan putri satu satunya itu. dan sampailah mereka disini.


turun dari mobil Mariska sungguh sudah tidak sabar lagi untuk segera melepas rindu dengan putrinya. ingin rasanya segera memeluk Nara sang putrinya di dekapannya..


tapi sepertinya bukan hanya orang tua Nara saja yang tengah dilanda kerinduan. besan mereka pun mungkin sama halnya mereka yang juga tengah merindukan putranya.


terbukti dari deru mobil lagi yang terparkir sempurna tepat disebelah mobil Burhan. dan itu ternyata kedua orang tua dari Rayhan Wijaya yaitu Bagas Wijaya beserta istrinya si Clara.


"lho jeng kalian ada disini juga? ". sapa Clara setelah turun dari mobilnya. dalam benaknya Clara agak mengkhawatirkan dengan kedatangan orang tua Nara. dalam hatinya terus bertanya tanya 'ada apa dengan kedatangan mereka kesini'. sebenarnya tidak ada salahnya juga mereka datang kerumah putranya. rumah putranya juga merupakan rumah menantunya juga, bukan?. tapi yang jadi masalahnya adalah Clara khawatir karena anaknya saja tadi sedang mencari cari keberadaan Nara. lantas apa yang dilakukan orang tua Nara saat ini? apa mereka juga sudah tahu tentang Nara nya yang menghilang dan sedang mencarinya atau bagaimana?.


"eh, jeng. iya kami sangat merindukan mereka (Nara&rayhan) jadi kami menyempatkan datang kesini. tapi aku lupa untuk mengabari mereka terlebih dahulu, jadi mereka belum tahu kalau kami datang".


mereka pun saling berjabat tangan saling menyapa satu sama lain.


tak berbeda jauh dari Clara, Bagas pun sebenarnya merasa sangat khawatir dan ada rasa takut akan ulah apa lagi yang sudah dilakukan putranya. Bagas sudah berjanji untuk lepas tangan dan tidak akan ikut campur urusan putranya lagi sesuai dengan keinginan Rayhan. tapi Bagas benar-benar akan mengutuk putranya sendiri jika kedatangan orang tua Nara kesini karena ada masalah yang Rayhan perbuat. Bagas tidak mau dipermalukan dan dikecewakan atas kebodohan putranya yang sudah menyakiti anak orang. dalam benak Bagas juga sedari tadi berpikir apa besannya itu juga sudah mengetahui kebenaran yang ada apa belum?.


"apa kabar besan? ". burhan menyapa Bagas berjabat tangan.

__ADS_1


"kabarku baik. bagaimana denganmu?. mari masuk".ucap Bagas mempersilahkan mereka untuk segera melangkah.


mereka pun masuk melangkahkan kaki mereka dengan saling menanyakan kabar kabar. meskipun ada perasaan was was yang meliputi perasaan Clara begitupun Bagas.


hingga sampai didepan rumah, Clara menekan bel pintu rumah Rayhan. tapi tidak ada satupun ciri ciri tanda kehidupan didalamnya. rumahnya nampak sepi dan gelap


" apa mereka tidak ada di rumah? " Mariska membuka suaranya berkomentar.


ceklek...


"ah, ternyata pintunya tidak dikunci.. berarti mereka ada dirumah".seru Clara yang berhasil membuka pintunya. tak dipungkiri perasaannya agak sedikit lega mengetahui rumah putranya yang tidak terkunci. berarti itu menandakan mereka ada didalam rumah bukan?.


entah kenapa perasaan Clara saat ini menjadi tambah was was tidak karuan. Clara teringat cerita Bagas tentang wanita yang bernama Anin istri lainnya dari anak kurang ajarnya. yang notabenya adalah sama sama menantunya ,juga tinggal serumah dengan putranya. Clara menerka nerka bagaimana kalau wanita itu yang disebut Anin memang benar tinggal serumah disini dengan Rayhan saat ini. apa yang akan terjadi nantinya.


sepi... kosong.. hening.. tidak ada siapapun didalamnya...


"aku akan mengecek mereka diatas. kalian duduk dulu". Clara melangkah menuju lantai atas.

__ADS_1


" aku ikut ". kata Mariska yang ikut melangkah menghampiri Clara. Mariska juga penasaran dengan keadaan Nara. jadi tidak ada salahnya kan ikut mengecek anaknya diatas.


sesampainya didepan pintu besar kamar Rayhan Clara mengetuk pintunya.


tok.. tok... tok..


" Rayhan nak Nara? apa kalian ada didalam?". seru Clara. tapi tidak ada yang menyahut satu pun yang terdengar dari balik pintu. membuat mereka menjadi bertambah penasaran. apalagi Mariska yang entah mengapa jantungnya berdetak kencang dan berdebar.


"apa benar mereka memang tidak ada dirumah? jeng coba kamu hubungi nak Rayhan. soalnya aku sudah menghubungi putriku tapi tidak tersambung". ucap Mariska.


" tunggu dulu. aku penasaran ".


Clara lantas membuka pelan pintu dan mendorongnya agar terbuka. memasukan separuh tubuhnya masuk mengintip isi dalam kamar dibalik pintu.


terlihat kamar nampak sepi .tidak ada Rayhan, tidak ada Nara. hanya ada wanita yang tengah berbaring diranjang...


tunggu dulu!!

__ADS_1


wanita??...


__ADS_2