Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 44


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 19.00.itu tandanya matahari sudah tenggelam tak menampakkan sinarnya lagi. Bagas dan Clara selaku orang tua Rayhan sudah sampai dirumah ray. mereka telat datang dikarenakan sebelum berangkat ke rumah Rayhan, Bagas dan Clara mampir kesuatu tempat terlebih dahulu.


dan suatu tempat itu adalah rumah Burhan dan Mariska alias orang tua Nara. ya, tadi Bagas menjemput orang tua Nara karena ada sesuatu hal yang mau dirundingkan bersama.


setelah didepan pintu, mereka memencet bel beberapa kali. tapi tidak ada tanda-tanda manusia yang akan membukanya.


"aduh ,,mereka pada kemana sih?lama banget buka pintunya!!".kesal Clara.


dipencetnya beberapa kali lagi bel itu oleh clara dan nampaklah bik narsih yang membukanya.


" maaf tuan, nyonya, saya ketiduran.".kata narsih membungkukkan badannya meminta maaf. narsih merasa bersalah karena telah membiarkan majikannya menunggu lama.


"tidak apa bik, mereka pada kemana? ".tanya Clara.


" mereka tadi diruang TV nyonya. silahkan nyonya tuan".narsih mempersilahkan majikannya.


mereka pun masuk ke rumah menemui Rayhan dan Nara menuju ruang yang dikatakan narsih tadi. benar saja anak anak mereka sedang berdua disofa depan TV yang menyala. tapi seketika itu mereka dibuat kaget dengan kelakuan anaknya.


"ommo,, sedang apa kalian?! ".kaget Clara.


Nara yang mendengar suara mertuanya itu langsung berdiri tak kalah kagetnya juga, hingga keningnya terbentur dengan kening Rayhan.


" aww".ringisan Nara dan Rayhan barengan.


"a-apa tidak ada kamar disini? ".tanya Mariska tersenyum canggung.


" besan, sepertinya kita datang diwaktu yang kurang tepat ".kata burhan.


" haha... ya kamu benar besan, ayok kita pulang saja, kita mengganggu mereka. biarkan anak anak kita membuat cucu untuk kita".kekeh Bagas

__ADS_1


Nara dan Rayhan saling melempar pandangan tak mengerti dan bingung harus bagaimana. ini kelihatan sangat memalukan dan terasa canggung bagi mereka. padahal Nara dan Rayhan tidak melakukan kesalahan, tapi mereka serasa tertangkap basah melakukan kesalahan. mereka belum melakukan apa apa seperti yang dipikirkan para orang tua nya. bahkan jika melakukan apapun mereka tetap tidak bersalah kan?.


"eghm,, a-ayah, ibu, papa mamah.. silahkan duduk jangan pulang dulu, kalian bahkan baru sampai".


" y-ya a-ayah, ibu, papa, mama, kalian sama sekali tidak mengganggu. apa yang kalian lihat tidak seperti yang kalian fikir ".jawab Nara gugup.


" melakukan pun ayah tidak keberatan, kalian ini suami istri ".


" cepatlah berikan kami cucu".sambung Bagas.


"ah sudahlah, pipi Nara jadi merah tuh . nak Nara apa kamu sudah makan? ".tanya Clara dan hanya dijawab gelengan kepala oleh Nara.


Nara sangat malu sekarang hingga tak sanggup untuk mengeluarkan suara dari bibirnya yang mungil itu.


" bik siapkan makan malam yah, nanti biarku bantu ".


" iya nyonya ".jawab narsih tersenyum.


" Rayhan kau tau perusahaan RC GRUP akan diwariskan kepada anak satu satunya, papa rasa kamu harus bekerja sama dengannya ".


" benarkah? bukankah anaknya masih terlalu muda, bahkan sepertinya umurnya sama dengan putriku".


"haah.. kenapa RC grup terburu-buru sekali, bahkan aku sangat kesulitan untuk mengajak putraku berbisnis".sindir Bagas.


" aku tidak mau berbisnis dengan orang yang tidak kompeten "


"ayah rasa perusahaan itu akan sama-sama menguntungkan kita nak, perusahaan itu juga perusahaan besar".


" tidak ada salahnya kamu mencoba".

__ADS_1


mereka terus berbincang bincang masalah bisnis, hingga para wanitanya siap menyajikan makan malam di dapur.


"ayah, papa, pak ray. makanannya sudah siap".panggil Nara memberitahu.


para lelaki itu beranjak dari duduknya berjalan mengikuti Nara yang berjalan didepan menuju dapur. sesampainya di dapur Nara duduk berdampingan dengan Rayhan sedangkan orang tua mereka duduk di sebrang meja berhadapan. posisi ini seperti orang yang mau dihakimi saja.


duduk saling berdampingan dan berhadapan dengan suami, orang tua dan mertua membuat Nara merasa terharu. andai saja Rayhan dan hatinya milik Nara seutuhnya bukan hanya sekedar suami kontrak, pasti Nara akan merasa sangat bahagia.


" ya Tuhan andai saja dia suami nyata untukku. sepertinya sangat bahagia sekali bisa dicintai dan mencintai ".batin Nara melirik arah Rayhan di sampingnya.


" nak Nara panggilanmu dengan Rayhan sangat unik sekali ".kata Bagas membuyarkan lamunan Nara.


" a-apa? ".


" nak, kamu melamun? ".tanya Mariska.


" ah, haha,, tidak bu, tadi aku hanya anu,itu e ini".


"kamu kayak bayi baru belajar ngomong aja".sinis ray mengejek.


" ssttt,, apaan si kamu ray".omel clara.


"Nara bagaimana kuliahmu? ".


" kuliahku hampir selesai pah,tapi kemarin ada kendala di skripsi akhir ku, jadi agak tertunda ".


" kamu tinggal minta bantuan ray, pasti ray dengan senang hati membantumu, ya kan ray".


"kenapa harus aku? ".

__ADS_1


" issshh dasar anak bedebah. dia itu istri mu kalo kamu lupa! ".marah Bagas membuat Rayhan menciut ketakutan. Nara sangat senang melihat suaminya dimarahi.


mereka menghabiskan makan malam dengan berbincang bincang.


__ADS_2