Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 97


__ADS_3

kata 'cerai' menjadi keputusan yang Nara ambil. dia sudah menimbang nimbang kalimat itu semalaman. walaupun sama menyakitkan nya setidaknya Nara tidak akan melihat suaminya si Rayhan bersama Anin lagi. tidak akan melihat suaminya bercumbu dengan wanita lain lagi. setidaknya itu yang Nara fikiran. tapi bukan berarti Nara rela melepaskan ayah dari beby nya itu..Nara sangat tidak rela!. tidak rela jika dia mengandung tanpa suami, tidak rela anaknya lahir tanpa seorang ayah disisinya.


tapi Nara mencoba untuk ikhlas dengan keadaannya. ikhlas dengan segala takdir yang Tuhan berikan.


mencoba berdamai dengan rasa sakit yang sejak awal memang sudah menyakitkan menjadi jawaban atas kata ke tidak rela annya.


dan seperti apa yang dikatakan Richo, Nara tidak akan melupakan momen dimana Rayhan menyakitinya disetiap detik dan waktunya..


jika tahu sedari dulu hubungannya dengan Rayhan pada akhirnya seperti ini seharusnya Nara tidak perlu bertahan sampai saat ini, bukan.apalagi sampai harus menaruh rasa cinta dihatinya.


"aku benar, kan?. aku mengatakan hal yang benar? yah seharusnya aku lakukan ini sedari dulu". lirih Nara menahan tangis sambil memukul-mukul dadanya sendiri untuk menetralisir rasa lega yang menyakitkan itu dikamarnya.


ya,setelah mengatakan cerai didepan Rayhan. Nara langsung meninggalkan semua orang menuju kamarnya. tidak peduli teriakan Rayhan yang terus memanggilnya. dan jika saja Rayhan tidak dihalangi sudah dipastikan Rayhan sudah menyusulnya.


mendengar keputusan dari putrinya. kini Burhan tidak akan membujuknya lagi. Burhan menyadari satu hal. ia sudah membuat kesalahan pada putrinya. dan kini dia tidak akan ikut campur lagi dengan keputusan apapun pada putrinya.


" nak Rayhan, kau mendengarnya bukan? aku akan mengurus surat perpisahan kalian secepatnya ".


" tidak ayah!....tidak ada kata perpisahan maupun perceraian diantara kami!". tolak Rayhan langsung.


"Burhan. tunggu dulu. maaf. tapi bukankah rencana awal kita bukanlah seperti ini? ". ucap Bagas yang sebenarnya sudah kehilangan kata-kata.


" kau benar Bagas. tapi putramu telah menyalahgunakan kepercayaanku dan terlalu bermain-main dengan cinta dan nafsu. selama ini aku telah membuat kesalahan. seharusnya disaat ku sekarat dulu aku tidak meminta putramu untuk menikahi putri ku! aku salah Bagas."


"Burhan!! ".


" dan kau Bagas. harusnya sebelum kau membujuk putriku dan memintanya kembali harusnya kau membujuk putramu terlebih dahulu untuk memilih wanitanya yang mana. jikalau putramu memilih Nara putriku, barulah kau berhak memintanya padaku! "..

__ADS_1


Deg...


kalimat yang Burhan katakan benar-benar sangat menohok batinnya. yah, memang benar apa yang dikatakan Burhan barusan. saking semangatnya Bagas mau Nara nya kembali ia sampai lupa permasalahan yang harusnya diselesaikan terlebih dahulu. yaitu meyakinkan putranya dan menyingkirkan wanita yang bernama Anin.


dan rasa malu yang luar biasanya membuat Bagas melangkahkan kakinya pergi dengan rasa bersalahnya. berulangkali Bagas beserta Clara mengucapkan kata maaf pada keluarga Burhan dan menyeret putranya yang kurang ajar itu untuk segera pergi dari rumah Burhan.


*


*


*


satu bulan berlalu..


Burhan sudah mengajukan perceraian antara Rayhan dan Nara ke pengadilan. tinggal menunggu surat sah perceraiannya datang..


membuat Mariska bimbang untuk sekedar bertanya bagaimana perasaannya. takutnya ia akan menggorek lukanya yang sengaja memang Nara pendam.


Mariska sangat bersyukur putrinya itu tidak terlalu terpuruk dengan semua apa yang sudah terjadi. meskipun ia sendiri tidak tahu seperti apa isi hatinya.


dan kelegaan turut serta saat tahu Nara nya dikelilingi oleh orang-orang yang baik seperti Dinda dan juga Richo..


apalagi kehadiran Richo benar-benar membuat Mariska sangat bersyukur. Richo bahkan rela menemani Nara dan selalu ada untuk Nara. bahkan orang yang tidak tahu, akan mengatakan kalau Richo adalah suami yang luar biasa untuk Nara.


dan tentang Rayhan?...


emhh.. mungkin menyesal adalah kata yang pas untuk seseorang yang bernama Rayhan. kehilangan dua sosok sekaligus dalam hidupnya..

__ADS_1


tunggu dulu!!..


sepertinya bukan hanya kehilangan dua sosok dalam hidupnya.. melainkan tiga sekaligus..


yah,orang ketiganya adalah Anin.. anin selalu menjadi sosok orang ketiga dalam perannya.. dimana Nara yang tengah mengandung sudah merelakan Rayhan begitu saja Anin ikut ikutan pergi dari kehidupannya..


alasannya karena sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan Rayhan yang terus saja memikirkan Nara dan calon anaknya dan justru mengabaikannya..


mungkin ini adalah hasil dari masing-masing perbuatan mereka.. pepatah mengatakan tidak akan tumbuh buah durian jika yang ditanam adalah pohon kedondong..


dan inilah akhir dari sebuah kesabaran,pengorbanan, ketulusan serta keikhlasan. dimana Nara pernah merasa tersakiti, terkhianati dan terbebani menjadi lebih kuat dan bahagia dimasa kini. dijadikannya hal menyakitkan menjadi sebuah pelajaran dan tameng untuk lebih kuat dan sabar.


meyakini bahwa Tuhan tidak pernah tidur.


percayalah disetiap gelapnya malam pasti ada terangnya pagi.


🌸🌸🌸TAMAT🌸🌸🌸


...


terimakasih para readers yang sudah selalu menemani author... akhirnya "Rumitnya cinta" telah selesai.. terimakasih atas like, vote ,comment kalian.author slalu baca comment kalian meskipun tidak bisa author balas.. comment kalian selalu bikin aku ketawa sendiri dan selalu bikin author semangat. sekali lagi terimakasih 😘😘


dan tunggu karya author receh ini di cerita yang lainnya dengan judul yang berbeda...


. selamat tahun baru 2022πŸŽŠπŸŽ‰


salam "Rumitnya cinta".. 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2