Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 56


__ADS_3

kini Dinda sampai di pelataran rumah besar milik Rayhan yang nampak sepi tak berpenghuni. tadi Nara sudah memberi tahu pada narsih bahwa sahabatnya akan datang.


narsih langsung membuka pintu rumah ketika bel berbunyi.


"Hai bik, apa Nara nya ada? ".sapa Dinda.


narsih yang membuka pintu terkejut melihat tamu yang ada didepannya. ada dua orang muda mudi berdiri dirumah tuannya. kalau melihat Dinda narsih sudah faham dan pasti akan mengijinkannya masuk. tapi kalau yang satu ini narsih agak ragu. teman nonanya yang satu ini berjender laki laki. tidak apa apakah jika tuannya tau?. tapi tadi nonanya sudah berpesan untuk mengijinkannya masuk jika ada sahabatnya yang datang.


" silahkan nona. nona Nara ada dikamarnya. mari saya antar".


narsih mengantar Dinda dan Richo menuju kamar Rayhan. ya, temannya yang berjender laki laki itu adalah Richo alias mantan kekasih Nara. tadi sebelum Dinda kerumah Nara, ia mampir dulu kepusat perbelanjaan untuk membeli buah tangan untuk Nara.


saat memilih buah yang akan dibeli. Dinda bertemu Richo yang sedang menemani ibunya berbelanja. dan Dinda mengatakan membeli buah untuk menjenguk Nara yang sakit sehabis kecelakaan. dan disinilah akhirnya Richo mengikuti Dinda karena khawatir dengan keadaan mantan kekasihnya.


narsih membuka pintu dan terlihatlah Nara yang sedang terduduk diranjang sambil membaca buku novel kesukaannya.


"cintaaa".teriak Dinda garing.


" sayaaang".. teriak Nara juga yang seketika langsung tercekat karena melihat sosok ganteng dibelakang Dinda.


"astaga! apa aku berhalusinasi? ". kata Nara membatin dengan jantung yang tiba-tiba berdegup gugup.


Dinda masuk dengan Richo dibelakangnya.


" ra.. oy.. Nara.. ". Dinda mengibaskan tangannya di depan wajah Nara. wah wah ternyata Nara melamun saking syoknya, tak percaya melihat Richo ada dihadapannya.


" Hi ra. apa kamu baik baik saja? ".sapa Richo dan seketika Nara tersadar dari lamunannya.


" woah apa ini. ternyata aku gak berhalusinasi? ". gumam Nara lirih.

__ADS_1


" apa? lo ngomong apa si ra? ".tanya Dinda lirih.


" Din, apa itu Richo beneran? ".tanya Nara berbisik.


" bukan. dia hantu bedebah ".bisik Dinda menghina.


" gue denger din".kata Richo menatap tajam ke arah Dinda. membuat Dinda maupun Nara tersenyum canggung.


mereka berbincang bincang sambil memakan buah tangan yang Dinda bawa tadi. menceritakan kronologis terjadinya Nara bisa kecelakaan. tapi tidak menceritakan sebab yang sebenarnya tentunya. dan berbincang masalah kuliah mereka yang hampir usai. sebenarnya Nara sangat canggung dengan adanya Richo disini. terlebih ini berada di kamar Rayhan. bagaimana jika si singa itu tau. ahh hancurlah sudah.


karena ada urusan lain, Richo pulang lebih dahulu.


"ra, gue pulang dulu ya".pamit Richo.


" emh. ati ati ya ric".


"cepet sembuh ya sayang".ucap Richo mengusak puncak kepala Nara.


"lu apaan sih. gak usah manggilnya gitu gituan. jijik gue dengernya! ".omel Dinda yang malah jadi geram mendengar pernyataan Richo.


" ahh, sorry ra. gue keceplosan tadi ". Richo menggaruk tengkuknya malu. bisa bisanya ia lupa menyebutkan kata sayang didepannya. namun memang nyatanya Richo masih menyayangi Nara. kejadian yang tlah lampau membuatnya menyesal. Richo benar-benar masih mencintai Nara.


" egh gak papa koh".jawab Nara canggung.


"hah! berarti lo seneng digituin ama kampret satu nih?! ".


" bu-bukan gitu juga maksudnya din, iih loh mah".nara mencubit lengan Dinda gemas. sahabatnya itu tidak mengerti situasinya saat ini apa.


akhirnya Richo pulang menyisakan Dinda dan Nara. padahal hari sudah sore, tapi Dinda masih betah enggan beranjak dari hadapan sahabatnya itu.

__ADS_1


"ra, suami lo gak dirumah? ".


" suami gue lagi di rumah istrinya ".jawab Nara.


" ishh, lama lama gue gantung tu orang yak".


"ngapain lo yang gantung. lo gak usah repot repot. nih biar gue aja yang bakalan gantung tuh pria lapuk. bakalan gue cekik tu orang, gue cakar cakar noh wajahnya yang ganteng itu, trus gue engkuk engkuk ".kata Nara Menggebu-gebu membayangkan wajah Rayhan kesal.


" haha.. elo mah omong doang ".


" iya lah. gue gitu loh. mana berani".


mereka pun tertawa.


"oh gini aja ra. mending lo gak usah Neko Neko gak penting kek gitu. mending nih yah, lo godain aja tuh pak Rayhan biar bisa kepincut ama lo.pinter kan ide gue".


" dasar lo. yang bener aja. masa gue godain laki orang ".nara menyonyor Dinda kebelakang. bisa bisanya sahabatnya kasih solusi seperti itu.


" dasar blo*n.laki ndiri dikata laki orang, dia laki lo juga tau".gemes Dinda memukul kepala Nara dengan buku novel yang ia pegang.


"aww, gak usah nyiksa gue napa. kepala gue baru sembuh. amnesia gimana! ".


mereka terus bergunjing tentang Rayhan dan membicarakan berbagai hal. hingga petang si Dinda baru pulang.


tidak ada lagi suara setelah kepergian Dinda. hening. Nara berasa hidup di kuburan. bik narsih juga tidak kunjung datang ke kamarnya. padahal Nara membutuhkannya saat ini untuk meminta bantuan membersihkan diri alias mandi.


" haish, bibik ke mana. padahal aku pen mandi ,apa gak usah mandi aja yah".


karena narsih tak kunjung nongol, Nara berniat tidak mandi dan hanya menggantikan pakaiannya saja. Nara berinisiatif melakukannya sendiri. meskipun agak kesulitan membukanya. Nara melangkah pelan menuju ruang pakaian.

__ADS_1


"gak ada orang kan ya".gumam Nara lantas melepas semua pakaiannya. setelahnya Nara membuka lemari yang ada di depannya. dan saat itulah Nara baru sadar, ini bukanlah kamarnya. tentu saja tidak ada pakaiannya yang tergantung. hanya ada pakaian milik anin yang bertengger disana.


" astaga! aku lupa ini kan bukan kamarku ".kata Nara menepuk jidatnya. Nara lalu susah payah mengenakan pakaiannya lagi dan kembali lagi ke ranjang menunggu narsih datang.


__ADS_2