Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
Teman


__ADS_3

"Mon, udah punya gebetan belum kenalin sama mbak sini perasaan kesini sendiri Mulu hehehe" Tante Ira


"belum punya mbak. belum mikirin nanti lah saatnya ada pasti ketemu"Remon


"yaah.. coba kalo saya punya anak, bisa kali jadi calon menantu.. sayang nya mba belum memiliki anak. Padahal sudah hampir 15tahun menikah Mon .."


"Sabar mbak nanti juga kalo waktunya dikasih pasti ada. mungkin belum rejekinya"Remon sambil meminum kopi


"adanya ponakan tuh si Rena, syukur-syukur kalian jodoh😂" Tante Ira


"ahh mbak bisa aja"Remon


Rena yang tidak sengaja mendengar percakapan itu merasa malu "apa-apaan Tante yah . bisa-bisa seenaknya sendiri jodoh-jodohin huuhf..!!!" dalam hati Rena. Tidak terasa jarinya terkena jarum “et dah pakai segala ketusuk ini jari” Rena berhenti menyulam sejenak menunggu darah yang keluar dari jarinya berhenti. setelah beberapa menit kemudian Rena melanjutkan menyulam.


Waktu sudah menunjukan jam 10 malam, Remon pun pulang. Tante yang selesai berbincang-bincang dengannya langsung menuju ke kamar yang aku tempati.


“Rena..! Udah seleai belum itu sulamannya?” Tante Ira


“Belum tante, masih ada 3 baju lagi yang musti di sulam, Rena baru dapat 2 sulaman. Kenapa ya tan?”


“Kamu ini gimana sih, ini nih akibatnya main mulu kerjaan dirumah ga pernah beres, itu besok harus udah selesai loh Ren.!”


“Iya tante, Rena selesaikan malam ini juga nanti aku lembur tante,”


“Ya udah terserah pokoknya harus selesai malam ini juga soalnya besok yang punya mau ngambil. mau diantar ke butiknya pagi-pagi banget katanya.” Tante Ira pergi ke kamar nya.


Malam makin larut Rena melanjutkan pekerjaannya menyulam dengan hati-hati di tengah matanya yang sudah merasa ngantuk luar biasa dan beberapa kali jarum yang dipakai menusuk jarinya. lumayan sakit tapi harus bisa menyelesaikan cepat-cepat.


“hmmm masih ada 3 lagi kira-kira selesai ga ya..” gumun dalam hati Rena Plakkk Plakk Tangan Rena menampar pipi kanan dan kiri agar rasa kantuknya sedikit menghilang “lanjut-lanjut Rena harus semangat..!! pasti selesai” Rena melanjutkannya sulaman demi sulaman. 2 baju hampir selesai tinggal 1 baju lagi..


Ting..ting...


Rena terkejut “lagi ngapain tadi kok ga keluar ngobrol bareng.?” SMS dari Remon

__ADS_1


Kyaaaaaaaaaaaa ngantuk Rena sekejap hilang waktu sudah menunjukan jam 03.00 tengah malam


Rena membalasnya “Belum Mas, masih ada kerjaan yang harus diselesaikan untuk besok.”


Respom Remon “Malam-malam gini kok masih kerja, emangnya ngerjain apaan kok sampai jam segini belum kelar, emangnya ga disuruh istirhat sama mba Ira.?”


“hehe, ya sudah ya Rena mau lanjut lagi nanggung soalnya, besok harus kelar”


Remon tidak merespon SMS terahir Rena,


***


Dalam kamar tante Ira


HP Tante Ira bunyi (Juragan Baju Bu Erna)


“Halo pagi bu.” Tante Ira


“Halo pagi, maaf tengah malam ganggu ya, mau nanya apakah sulamannya sudah selesai ya,?? Soalnya pagi ini saya mau bawa ke butik.” Bu Erna


“Oke terimakasih mba Ira, Maaf mengganggu jam istirahat mba”


“iya gapapa, saya yang minta maaf karena sore tadi belum seselai sulamannya jadi telar setor nih.”Tante Ira


Tante Ira menutup Telepon dan langsung ke kamar Rena.


Jam setengah 4 pagi sulaman Rena akhirnya selesai dan berfikir untuk istirahat karna semalaman Rena begadang menyelsaikan sulamannya tersebut, saat mata Rena sudah mulai memejamkan matanya tiba-tiba tante Ira ke kamar Rena


“Rena apakah sudah seselai sulamannya barusan yang punya telepon saya. Kalo udah selesai langsung diantar saja sekarang, kebetulan bu Erna belum tidur”


“Tante kenapa ga besok saja, masih gelap diluar tan”


“Kamu ini..!! Orang disuruh dianterin sekarnag ya harus sekarang jangan ngebantah, kamu disini kan Cuma numpang, makan bebas, bayar sewa rumah juga ga ngebantuin Cuma ngrepotin doang, masa Cuma nganter baju aja ga mau, tau diri dikit dong” cletuk tante Ira

__ADS_1


Hati Rena sakit mendengar tantenta berkata seperti itu tapi apa daya demi menyelesaikan sekolahnya Rena harus bertahan sampai lulus, karena kelulusan nya sebentar lagi.. kira-kira 4-5 bulan lagi.


“baik tante, Rena akan antar ke tempat bu Erna” Rena merapikan baju yang telah disulam.


Rena berjalan kaki menuju tempat bu Erna, rasa takut dalam hati Rena udah tidak dirasa lagi dengan mengingat kata-kata tantenya. Dalam keadaan jalanan gelap, berjalan kaki meskipun jaraknya tidak terlalu jauh namun Rena harus melalui jalan yang sepi dan melewati berbatasan kuruban yang membuat Rena makin merinding.


Rena memainkan hp dengan memasang headset agar mengurangi rasa ketakutannya itu.


“eeeh Rena... ngapain jam segini jalan kaki sendirian” laki-laki dibalik bayangan gelap menggunakan sepeda motor membuat Rena takut dan mempercepat jalannya


“Heeey Rena ini aku Nino” mengejar dengan sepeda motornya dan mengurangi kecepatannta dan berjalan pelan seiring Rena berjalan kaki


Nino adalah sahabatnya yang hampir setiap hari mengantarnya berangkat sekolah, mereka kenal semenjak Rena tinggal ditempat Tante Ira, mereka kenal cukup dekat.


“Huuh bikin kaget saja Nino” Ira reflek hempir memukul Nino, “Loh kamu sendiri darimana jam segini kluyuran..??”


“Hehe maaf, aku barusan abis nganter mamih ke tempat kerja dia masuknya pagi banget. Kamu mau kemana sepagi ini” Nino melihat jam tangannya dan waktu menunjukan jam 04.00 pagi.


“ouh ini” sambil menunjukan bingkisan baju yang telah selesai disulam “aku mau mengantarnya ke tempat bu Erna soalnya pagi ini katanya mau diantar ke butiknya jadi Rena harus mengantarnya lebih cepat”


“Apa yang nyuruh mba Ira.?” Nino


Rena hanya terdiam, Nino tau kalo sifat tante Ira seperti apa jadi Nino tidak heran lagi. Hampir setiap hari mendengar ocehan tantenya itu ngomel-ngomel ke Rena, padahal Rena salahpun tidak.


“Ouh ya udah ayo aku antar masa perempuan jam segini kelayapan sendiri” nino mengajak Rena untuk ikut dengannya Rena pun ikut dengan Nino karena memang jalanan sepi dan Rena takut


Setelah mengantar Rena ke tempat bu Erna, Nino mengantarnya pulang karena rumah Nino berdekatan dengan tante Ira


“Makasih Nino, kamu baik ddeh”


“Dari dulu kali” Nino sambil menancap gas menuju rumahnya


“Dasar Nino belum selesai terimakasih udah kabur aja” dalam hati, Rena langsung masuk ke rumah dan cepat-cepat ingin istiratat namun waktu sudah pagi, Rena harus beres-beres rumah sebelum berangkat ke sekolah alhasil Rena semalaman tidak tidur.

__ADS_1


Seperti biasa keseharian Rena berangkat sekolah sepagi mungkin dengan berjalan kaki, karena Rena selalu menyempatkan mempir ke danau pinggir perumahan tempat tante Ira tinggal. Rena terbiasa mampir ke danau tersebut sambil jalan kaki hitung-hitung olahraga pikirnya.


Bersambung...


__ADS_2