Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
Menyiapkan Kado untuk Nino


__ADS_3

Ep 15 Rumitnya Cinta


Keeoskan harinya Rena pulang sekolah tidak langsung bekerja namun kembali ketempat tantenya untuk mengambil baju-baju dan barang-barangnya sehari sebelumnya belum membawa apa-apa karena bu Siska tidak dirumah. Sesampai dirumah bu Siska Rena bertemu dengan bu Siska


“Ren kemarin kamu yang merapikan kamar ibu ya?”


“Iya bu kemarin saya merapikan kamar ibu, maaf kemarin saya belum sempat memberitau kepenjaga bahwa dikamar ibu ada gelang cincin dan uang yang saya letakan diatas meja rias ibu”


“Oh iya itu yang mau aku tanyakan, ini kunci untuk kamar kamu”


“Terimakasih bu, maaf bu kamarnya dimana ya?”


“Ikut ibu yuk” Rena mengikuti bu Siska menunjukan kamar untuk dia tinggali.


Rena berjalan mengikuti dan sampai didepan pintu tidak jauh dari dapur letaknya dihalaman belakang dekat taman. “Ini kamar kamu Ren, mulai hari ini kamu tinggal disini, o ya nanti tolong buatkan teh ya dua cangkir nanti antar ke taman belakang anakku sebentar lagi pulang”


“Baik bu terimakasih” Rena meletakan baju-baju diatas tempat tidur kamar yang sederhana dengan sebuah lemari yang begitu besar dan kamar mandi yang menyatu “Hmm ini termasuk kamar mewah menuturku, heheh baju-bajuku terlalu sedikit jika untuk lemari sebesar ini” merapikan lemari pakaian dan pergi melanjutkan pekerjaannya membuat teh dan meletakannya ditaman belakang rumah. Rena melanjutkan pekerjaanya membereskan kamar nyapu ngepel dan semua pekerjaan rumah. (Fyuuh lumyan capek ternyata, tapi aku harus semangat sebentar lagi kelulusan sekolah aku harus bertahan sampai lulus nanti). Selesai pekerjaannya Rena mermaskud kembali ke kamarnya namun sebelum sampai ke kamar Rena dipanggil oleh bu Siska. Bu Siska sedang berbincang-bincang dengan anaknya ditaman belakang dekat kamar Rena “Rena kesini sebentar nak”


“I iya bu” Rena terburu-buru menghampiri mereka yang sedang berbincang.


“Ini untuk uang jajan kamu” memberikan lima uang ratusan ribu.


“Beneran bu? Apakah tidak terlalu kebanyakan? Apakah ini akan dipotong dari gaji saya nanti?”


“hehehe kamu ada-ada saja ini aku kasih untuk tanda terimaksh karena sudah menemukan cincin dan gelang yang selama ini aku cari gaji kamu tidak saya potong saya akan melihat kinerja kamu disini selama sebulan ini”


“Baik bu terimakasih, saya permisi” Rena menuju ke kamar dan membersihkan tubuhnya yang penuh dengan keringat “Hari ini sangat melelahkan” dalam hati Rena


000

__ADS_1


“Mam siapa dia?” anak dari bu Siska bernama Putra dia seumuran dengan rena namun dia sudah memegang beberapa cabang toko yang dijalankan oleh maminya untuk meneruskan bisnis orangtuanya.


“Oh dia, Rena pembantu baru kita nak”


“Masih muda sekali apa dia tidak sekolah?”


“Dia masih sekolah, makanya mami suruh dia tinggal disini, hampir seumuran denganmu loh”


“Aneh sekali harusnya dia memiliki waktu remaja untuk berenang-senang tapi malah milih bekerja”


“Itu tandanya dia lebih mementingkan masadepannya daripada bersenang-senang diluar, nanti jika kamu memilih istri harus bisa seperti dia”


“Maksud mami seorang pembantu juga gitu? Tidak mih lihat saja penampilannya kucel begitu basu asam pula, aku ingin seorang perempuan yang seksi, cantik dan pintar”


“Huh kamu ini dimana-mana kerja pasti mengeluarkan keringat dan kamu tau kan baunya seperti apa keringat itu?”


“Iya mih Putra tau kok”


“Aku tidak tertarik mih”


“Selain itu dia juga orangnya jujur, kemarin mami sengaja meletakan uang banyak ditempat tidur dia merapikan sendiri dan menemukan gelang dan cincin mami”


“Ada-ada saja mamih mah, jangan-jangan nanti ketika aku membawa kekasih juga akan dites gitu mih”


“Ya sepertinya harus seperti itu nak”


“Bukan buang-buang waktu saja mih”


“sayang, tapi mamih ingin tau seberapa dia akan jujur, kamu tau sendiri disini banyak sekali pekerja yang tidak jujur dan memilih membawa uangnya sebelum Rena masuk kesini”

__ADS_1


“Sudahlah mih kenapa kita jadi berdebat soal perempuan sih” Putra terkekeh


“Mami hanya bercerita bukan berdebat nak”


“Sama saja” Putra meminum Teh yang sudah hampir dingin.


000


Pagi buta Rena sudah bangun tidur menyiapkan sarapan untuk majikannya dan membersihkan halaman dan menyiramnya. Rena sudah terbiasa dengan pekerjaan yang dia lakukan dan mengatur waktu dengan baik sebelum berangkat sekolah pekerjaan rumahnya sudah selesai. Dan bersiap-siap bernagkat sekolah Bu Siska sedang dimeja makan “Sepagi ini Kamu mau berangkat Ren?” melihat jam baru menunjukan 05.30


“Iya bu saya mau berangkat sekolah”


“Sudah beres semuanya?”


“Sudah bu tadi pagi saya sudah membersihkan semua ruangan kecuali kamar ibu dan anak ibu”


“Cepat sekali sebelum ada kamu biasanya pekerjaan rumah selesai siang Ren walaupun ada yang menginap disini”


“Saya sudah terbiasa bu”


“Ya sudah kalo gitu bagus Ren, kamu sudah sarapan belum”


“Sudah bu tadi sekalian membuatnya untuk ibu dan anak ibu”


“Oh iya panggil saja dia dengan den Putra atau mas Putra, dia seperantaran kamu umurnya”


“Baik bu, saya berangkat dulu ya bu” Rena berangkat kesekolah.


000

__ADS_1


Sepulang sekolah Rena mampir ketoko aksesoris dia membeli jam tangan anti air dan kertas kado untuk memberikan kado ulang tahun temannya Nino. Sesampai dirumah bu Siska keadaan rumah sepi kecuali penjaga rumah yang siap berjaga hampir dua puluh empat jam di pos garasinya. Selesai pekerjaannya selesai Rena membugkus kaso dengan beberapa lapis sehingga kotak jam tangan seperti sebuah kotak besar.


__ADS_2