
Nara langsung berdiri begitu melihat seseorang yang tengah berdiri sambil memayungi nya. dengan ciri khasnya yang memasukkan satu tangannya kedalam saku seseorang itu tersenyum cool seperti biasanya.
"ckckck... ya! kamu pikir kamu masih anak anak yang suka hujan hujanan, hah?! ".
" kenapa kamu disini? ".kaget nara
" karena tadi aku melihatmu. sini, jangan berdiri disitu nak,haish". kata Richo tersenyum merengkuh tubuh Nara yang sudah basah kuyup. yah, seseorang itu adalah Richo. mana mungkin itu suaminya si Rayhan. suaminya tidak akan mengejarnya sampai sini. tau istrinya pergi pun tidak. suaminya pasti mengira ia masih didalam mobil sekarang.
"cih,, yang benar saja,aku bukan anakmu. dan awas nanti kamu basah". Nara mendorong tubuh Richo pelan dengan bibir yang mulai bergerak gemetaran karena kedinginan.
" kamu akan kehujanan bo.doh ". Richo mendekatkan kembali tubuh Nara.
" ya! kamu yang bodoh. aku sudah basah kuyup jadi percuma saja kamu memayungi ku.payungmu itu sudah tidak berguna ". omel Nara menjauhkan diri dari Richo. emosinya sedang tidak lagi bisa dikontrolnya sekarang dan jadilah Richo yang kena batunya.
" oke oke,, baiklah kalau begitu. begini saja". Richo lantas membuang payungnya dan membiarkan tetesan hujan menyentuh seluruh tubuhnya. "ini adil kan".
" sshh.. kamu gila! "
"yah, aku tergila-gila padamu".ucap Richo tersenyum. "sudahlah, Nara sepertinya hujan hujanan denganku akan lebih mengasyikkan, iya kan?". sambung Richo menaik turunkan alisnya.
"lebih asik kalau kita sambil lari larian dipinggir jalanan mungkin, terus kita.... "
tanpa disangka Nara mencubit perut Richo tanpa seijinnya, hingga Richo meringis tertahan dibuatnya.
"kalau begitu kejar aku! ". kata Nara yang sudah berlari meledek. Richo tercengang melihat aksi Nara yang tiba-tiba bersikap seperti itu. tidak mungkin kan tiba-tiba gadisnya merayunya. sedangkan Richo tahu Nara bukanlah tipe wanita yang dominan dalam hal merayu. dirayu nya saja dia tidak mau.
melihat Richo yang diam saja Nara lantas berteriak
__ADS_1
"hei,,kenapa kamu diam? coba tangkap aku. kau dengar? kalau kamu bisa menangkapku, akan ku beri hadiah untukmu".
waagh.. ini keajaiban. kalian dengar kan? bukankah perkataan Nara terlihat seperti sedang menggodanya? benarkah wanita didepan itu adalah gadisnya? maksudnya mantan gadis nya?? haish...
" ya! kamu menggodaku?! awas jangan ingkar janjimu. aku akan menangkapmu ". balas Richo menarik bibirnya tersenyum bahagia. tanpa membuang waktu Richo pun berlari menyusul Nara yang sudah lebih dulu berlarian didepan sana.
ini kesempatan buatnya bukan untuk membuka hati Nara kembali. dan di kesempatan kali ini yang pasti Richo tidak akan menyia nyiakan nya lagi seperti kejadian dulu yang telah lalu.
mereka terus menerjang tetesan air hujan tanpa peduli rasa dingin yang mulai menyerang kulit mereka. tak peduli pula dengan kendaraan yang lalu lalang melewati tubuh mereka. 'dunia bagaikan milik berdua', yah itu adalah kalimat yang pas untuk menggambarkan mereka saat ini.
satu langkah lagi Richo dapat mencekal Nara. dan grep.. "aku menangkapmu! ". seru Richo yang berhasil menangkap tubuh mungil Nara.
dengan napas yang masih naik turun Richo lantas membalik tubuh Nara untuk menghadapnya.
" kamu berhasil ". senyum Nara yang juga terengah, dan hanya diangguki kepala oleh Richo.
" bolehkan aku meminta hadiah ku? ". tanya Richo sendu dengan menatap bibir sexy Nara yang terlihat begitu menggodanya. yah,bibir Nara memang terlihat sangat menggoda iman Richo.belum sekalipun Richo menjajal bagaimana rasanya sensasi bagian tubuh yang berwarna merah kepink pinkan itu. haruskah ia lakukan sekarang?
Richo mulai memperdalam ciumannya dengan ******* bibir atas dan bawah Nara dibawah guyuran hujan yang masih belum mau reda.
decapan demi decapan mulai terdengar jelas tatkala Nara mulai membalas ciuman Richo. saling menautkan li*ah mereka seolah seperti sedang menari nari disana. menciptakan sensasi nik*at yang menggelitik, terlebih hujan sangat membantu aksi mereka karena menjadi lebih licin. dan itu membuat Richo lebih bersemangat lagi untuk ******* nya.
ini adalah ciuman pertama Nara yang diberikan untuknya selama ini. kalian ingat, dulu jangankan berciuman bergandengan atau sekedar berpelukan pun Nara enggan.
Richo sangat menikmati ciumannya dengan sang mantan kekasih .hingga sampai di persekian detik ciumannya diganggu oleh sesuatu rasa yang menyakitkan dikepalanya. sesuatu yang mirip dengan sebuah getokan, pukulan atau semacamnya yang mendarat dikepalanya.
" ya!! kenapa senyum senyum sendiri,oh?? kamu mau ngomong apa kok malah diem sih, senyum senyum sendiri pula.. kamu membuatku takut saja tau gak! ".
__ADS_1
mendengar ocehan Nara otak Richo bagaikan video yang diputar mundur.dimana kesadarannya sudah mulai kembali berfungsi memikirkan bahwa hal tadi hanyalah imajinasinya saja.
sial.. ternyata Richo sedang menghayal saja tadi. Richo pikir itu adalah kenyataan dan bukan hanya imajinasi liarnya. padahal tadi berasa nyata dan benar-benar terjadi. tidak bisakah imajinasinya tadi tersadar kalau dirinya sudah puas!!
bahkan mimpinya pun tidak mengizinkannya untuk mencicipi benda kenyal nan sexy itu, haish. menyebalkan..
"ishh,, pantas saja dia mau menggodaku dan mau ku goda, ternyata ini hanya imajinasi liarku saja". gumam Richo kecewa dalam hati sambil mengusap kepalanya yang sakit. ternyata rasa sakit yang dirasa Richo tadi timbul karena ulah Nara.
" astaga Nara. kamu sudah basah ". kaget Richo yang melihat Nara.
" aku memang sudah basah sedari tadi, begitupun denganmu! ". ucap Nara jengah.
" benarkah? ". reflek Richo melirik bagian intim Nara entah apa yang dipikirkannya.
" ishh.apa yang kamu pikirkan!pakaian kita memang sudah basah kuyup sedari tadi ". Nara benar-benar tidak mengerti dan tak habis pikir dengan apa yang dilakukan mantan kekasihnya itu.
jangan kan Nara, Richo sendiri pun tidak tahu apa yang dikatakannya. karena gugup sendiri Richo jadi asal bicara saja. padahal kan Nara juga tidak tahukan apa yang sudah dipikirnya tadi hingga membuatnya tersenyum senyum sendiri. tapi entah mengapa Richo jadi merasa malu sendiri.
Richo tersenyum getir sambil mengrutugi kebodohannya sendiri dalam hati. bagaimana ia dengan lancang nya membayangkan hal macam itu.
"Nara, kamu astaga. masuklah ke mobilku". ucap Richo membawa Nara ke mobilnya. melihat Nara yang sudah kedinginan seperti ayam kecemplung empang membuatnya tidak tega. sedari tadi pikiran Richo juga terus bertanya tanya, mengapa gadisnya berada dijalan ditengah guyuran hujan seperti ini.
tidak ada pilihan lain Nara mengikuti apa yang dikatakan Richo. tidak bisa dipungkiri dirinya sudah merasa sangat kedinginan, agak lapar pula. terlebih tidak ada tempat yang ditujunya saat ini. ya lagi lagi dan lagi dengan bodohnya Nara kabur dengan tangan kosong tanpa membawa apa apa. dan lebih beruntungnya lagi, lagi-lagi Richo juga yang menolongnya. Nara sangat berterimakasih untuk ini.
"terr-terimmakassihhrrrmm". gagap Nara yang sudah tidak bisa mengontrol bibirnya yang terus gemetar kedinginan.
reflek tangan Richo menyentuh bibir Nara yang sudah terlihat agak membiru, tapi itu sama sekali tidak membuatnya jelek atau sebagainya. bibir Nara justru terlihat sexy dimata Richo. terlebih bibirnya terus bergetar seolah sedang menggodanya untuk segera melahap nya dan menari nari kan lidahnya disana. haish.. Richo benar-benar sudah tidak tahan...
__ADS_1
" Nara, maafkan aku ".
cupppp... Richo mendaratkan bibirnya mencium Nara mendadak. tentu saja Nara langsung terbelalak mendapatkan serangan tak terduga dari Richo.