Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 78


__ADS_3

Rayhan memberi tahu Nara kalau dirinya tidak pulang malam ini. bagi Nara itu lebih baik. karena adanya Rayhan disisinya membuat darahnya naik setiap hari. rayhan selalu membuatnya kesal dan tersipu secara bersamaan dan itu tidak bagus untuk kesehatan jantungnya..


pagi ini Nara terasa bebas di apartemen. tapi entah mengapa tidak adanya Rayhan membuat paginya terasa sepi. mungkin Nara sudah merasa terbiasa dengan keberadaan Rayhan. ternyata keributan yang diciptakan Rayhan membuatnya menjadi kesepian disaat Ray tidak ada. dan itu terbukti dari Nara yang mulai merasa agak merindukannya. hais... merindukannya?? yang benar saja. tapi lihatlah nyatanya Nara kini bahkan mulai memikirkannya. cemburu?.. entahlah...


"ach.. memikirkannya? aku? aku tidak memikirkannya. cih... pikiran macam apa ini". gumam Nara pada dirinya sendiri sambil menepuk-nepuk gumpalan wajah Rayhan diatas kepalanya.


" huffh.. tapi kenapa sepi sekali ". Nara menghela napasnya panjang. menurunkan kakinya dari ranjang untuk beranjak. tapi tiba-tiba perutnya bergejolak merasakan mual seperti kemarin. Nara tidak tahu mengapa ini terjadi lagi dan itu membuatnya merasa tidak nyaman. padahal tubuhnya serasa baik baik saja. Nara lantas berlari menuju kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.


"apa aku sakit? haishh,, sebentar lagi acara wisuda aku gak boleh sakit".


Nara segera membasuh wajahnya dengan air dan tak lupa untuk menggosok giginya. siapa tahu dengan menggosok gigi akan membuatnya merasa lebih baik dari sebelumnya.


dan benar saja, Nara merasa lebih baik. mual yang sedari tadi mengganggunya kini nampak reda. bahkan sudah tidak merasa mual lagi.


" haah... akhirnya mualku hilang juga ".ucap Nara tersenyum menatap cermin didepannya. lalu pandangannya fokus menatap pada wadah didepan cermin. sebuah wadah tempatnya menaruh sikat gigi miliknya dan juga Rayhan.


" tu-tu-tunggu dulu! bukankah itu sikat gigi milikku? la-lalu ini? ". gagap Nara menatap batang sikat gigi yang dipegangnya dan yang ternyata itu bukanlah sikat gigi miliknya, melainkan milik Rayhan.


" kenapa ini ditanganku? hagh..apa aku menggunakan sikat giginya? ya!, yang benar saja! ada apa dengan ku kenapa aku malah memakai ini?! ". grutu Nara mengrutugi kebodohannya sendiri. secepat mungkin Nara langsung melempar sikat gigi milik Rayhan ke sembarang arah. Nara tidak mengerti, kenapa bisa bisanya ia menggunakan sikat yang bukan miliknya tanpa sadar. Nara juga bingung mengapa ia tidak menyadarinya. dan lebih anehnya lagi Nara tidak merasakan jijik atau bagaimana hal lainnya. ia justru merasa lebih segar dan rasa mual yang ada kini telah hilang.


tanpa mau berpikir panjang. Nara lantas melanjutkan aktivitasnya untuk segera mandi dan bersiap siap berangkat kekampus. karena di kampusnya kini sedang disibukkan dengan persiapan acara wisuda pekan nanti. dan niatnya nanti setelah pulang dari kampusnya Nara berniat mengajak dinda untuk mencari gaun untuk dipakainya diacara nanti.


setelah selesai memakai sepatunya Nara benar-benar sudah siap untuk keluar apartemen. namun baru saja Nara membuka pintu. ia sudah dikagetkan dengan sosok jangkung didepannya. yaps, dia adalah suami kampretnya si Rayhan.


Rayhan sudah berdiri tegak didepan pintu dengan membawa bingkisan yang entah apa itu.


" astaga, aku kaget!! hey, kenapa kamu berdiri disitu? ".marah Nara kaget..


" bisakah kamu memanggilku dengan sopan? kurang ajar sekali". tegur Rayhan tidak terima.


Nara memutar bola matanya jengah "kenapa mamas berdiri disitu? ".


'mamas'.. ugh sungguh menggelikan ditelinga Nara. tapi mau bagaimana lagi, itu panggilan talak agar tidak berdebat.karena Nara malas berdebat dengan Rayhan pagi ini.

__ADS_1


" kamu mau berangkat? "..


nah kan.. ditanya apa jawabnya apa.. suaminya ini benar-benar unik bukan.. bolehkah Nara menendangnya untuk kali iniii saja..


" em". jawab Nara malas.


"ya udah biar aku antar".


" tidak perlu!.. tapi kalau kamu maksa ya udah ayok".nara berjalan lebih dulu didepan Rayhan.


"cih, katanya tidak perlu". gumam Rayhan tersenyum. melihat tingkah Nara yang seperti itu membuatnya menjadi gemas. coba saja Nara mengizinkan untuk menciumnya. sudah dipastikan Rayhan akan menciumnya habis.


mereka terus berjalan dengan Rayhan di belakangnya. Rayhan sangat senang melihat punggung Nara yang sedang berjalan. ia bagaikan orang tua yang sedang mengawasi anaknya melangkah. hingga tanpa sadar membuat Rayhan tersenyum senyum sendiri dalam langkahnya.


tapi tiba-tiba Nara menghentikan langkahnya. Rayhan pun mensejajarkan tubuhnya dimana Nara berhenti.


" ada apa? kenapa berhenti? ". tanya Rayhan dengan dahi yang berkerut bingung. karena Nara tiba-tiba berhenti melangkah dengan pandangan yang entah melihat apa.


" Anin". lirih Nara menjelaskan.


" maksudnya itu Anin?! ". tunjuk Nara pada sosok orang yang seperti Anin di ujung lorong apartemen dengan seseorang pria bersamanya.


Rayhan pun menoleh kemana telunjuk Nara mengarah. dan yah, Rayhan yakin seratus persen bahwa apa yang dilihat Nara dan juga dirinya benar. itu adalah istrinya ,Anin. gigi Rayhan serasa menggrutu melihat pemandangan yang ia lihat didepannya.


" sial.. pegang ini! ". Rayhan menyerahkan sebuah bingkisan yang ia bawa tadi ketangan Nara dan langsung berlari mengejar sosok yang seperti Anin sebelun mereka masuk menuju ke sebuah apartemen.


tanpa hitungan lagi, Rayhan langsung menarik lengan pria itu untuk menoleh kebelakang dan segera menghajarnya.


tapi angan angan itu musnah seketika setelah melihat siapa orang yang ingin ia hajar.


" ya? ada yang bisa saya bantu?". tanyanya setelah menoleh "ohh, pak Rayhan? ada apa pak? ". sapa pria itu yang tak lain adalah koleganya. hal itu membuat Rayhan tercengang. bagaimana tidak. niat hati mau memberinya pelajaran karena sudah membawa istrinya malah kini ia kebingungan harus berbuat apa. lagipula kenapa Anin bisa bersamanya seperti ini?.


dan wanita itu yang tak lain adalah Anin tentu saja sangat terkejut dan ketakutan melihat sosok Rayhan didepannya. setahu Anin tadi Rayhan sudah berangkat kekantor kan. tapi kenapa kini malah ada didepannya.

__ADS_1


"Rayhan". gumam Anin dalam hati.


melihat Rayhan yang hanya diam saja membuat pria itu kebingungan.


" pak Rayhan? ".panggilnya sekali lagi.pria itu bernama Arya.. dan Rayhan sangat mengenalnya.


Rayhan melepaskan cekalannya pada Arya dan menatap tajam Anin


" sedang apa kamu disini? ". pertanyaan itu membuat Anin terlonjat karena bingung mau jawab apa..


dan tak khayal membuat Arya heran dan kebingungan juga.


" anda kenal dengan pacar saya? ".tanya Arya memastikan..


tangan Rayhan sudah mengepal mendengar pernyataannya. bagaimana bisa lelaki itu menyebut wanitanya sebagai pacarnya.dan itu tidak bisa diterimanya..


bugh... Rayhan menjatuhkan pukulan talak pada wajah Arya yang sukses membuatnya tersungkur.


" kenapa anda memukulku?! "..


" jangan pernah menyentuh Anin ku. asal kau tau, dia adalah istriku!!! ". teriak Rayhan menggema...


dibelakangnya Nara hanya diam saja tanpa berniat mendekat ataupun bersuara.. Nara merasa ini bukanlah urusannya.. ia cukup melihatnya dari kejauhan..


Rayhan lantas menarik tangan Anin paksa tanpa bisa menjelaskan kepada pria itu. Rayhan membawanya keluar dengan meninggalkan Nara yang masih berdiri menyaksikan kejadian tadi...


bersambung....


#######


. Hai ๐Ÿ‘‹readers...


maafkan author yang jarang up ini.. maafkan ceritanya yang mungkin acak-acakan.. karena authornya abis sakit jadi gak mood nulis๐Ÿ™๐Ÿ™..

__ADS_1


ingat pesan author " selalu beri like dan vote kamu".. terimakasih ๐Ÿ˜Š


__ADS_2