Rumitnya Cinta

Rumitnya Cinta
eps 92


__ADS_3

"perfect, kamu cantik sayang".


suara barington Rayhan mengagetkan Nara yang sedang bercermin.


" astaga aku kaget!! "


"y-ya! ke-kenapa kamu ada disini?! ".gagap Nara terkejut.


" menemuimu ".. Rayhan berjalan mendekati Nara yang berdiri mematung. menyudutkan nya pada meja wastafel.


hal itu tak khayal membuatnya takut.. bagaimana tidak? kenapa tiba-tiba suaminya ada didepan matanya. didalam toilet wanita pula.


" pa-pak. kau salah masuk toilet ".


" aku tak peduli ".jawab Rayhan acuh


" asal bapak tau, ini toilet wanita! ".


" aku tak peduli ".


" toilet pria ada disebelah".

__ADS_1


"aku sudah tau".


" kalau sudah tau kenapa disini? bagaimana kalau ada yang masuk?!.


"aku sudah menguncinya".


" ya! pak Ray!! ".kesal Nara berteriak.


" jangan berteriak. tanpa berteriak pun aku sudah mendengar suara cemprengmu". ucap Rayhan sambil menyelipkan anak rambut ke belakang telinga Nara.


dengan jarak yang teramat dekat Rayhan dapat melihat dengan jelas wajah gadis yang sangat dirindukan nya.


matanya fokus menatap bibir tipis yang sudah lama tidak Rayhan rasakan lagi. matanya turun ke bawah menuju leher jenjang yang terlihat putih mulus. dan tak sengaja matanya melirik turun ke bawahnya lagi tepat pada dua gundukan kenyal yang terlihat pada berisi serta menantang. sshh.. membuat sesuatu punya Rayhan dibawah sana menegang seketika.


"alamak ! hey, apa yang bapak lakukan?!.


" aku akan melakukan ini".. cup..


Rayhan meng*cup bibir Nara.


bukan hanya meng*cup. Rayhan bahkan memasukkan semua bibir Nara pada mulutnya. melu*atnya tanpa ampun tanpa peduli pergerakan tangan Nara yang terus memukulnya.

__ADS_1


Nara mendorong kasar tubuh kekar Rayhan yang sudah menciumnya paksa hingga ciuman itu terlepas.


"ya! jangan melewati batas!! ". marah Nara


" aku merindukanmu".ucap Rayhan sendu. lalu matanya menatap perut Nara."aku merindukan beby kita".sambung Ray mengulurkan tangannya mengelus perut Nara.


melihat tatapan sendu Rayhan yang sambil mengelus perutnya membuat hatinya melembut seketika. kemarahan yang sedari tadi sudah memenuhi syaraf Nara kini mereda.. ini adalah kali pertama suaminya itu mengelus baby nya yang ada didalam perut..


tak berbeda jauh dari apa yang Rayhan rasakan mungkin beby yang ada di perutnya pun begitu.. terselip rasa kerinduan yang tak pernah Nara sadari.


ada sedikit gleyaran aneh yang membuat jantungnya berdetak begitu kencang.


apalagi saat tau tau tangan Rayhan naik ke atas perutnya,meremas pa-yu-dara nya.


"akh.. apa yang kau la...! "." emhh". kaget Nara yang lansung dibekep Rayhan dengan menciumnya lembut agar Nara tidak lagi banyak bicara.


"emhh.. emhh.. ". niat hati ingin berteriak memaki sang suami yang lagi lagi melewati batas malah justru terdengar seperti lenguhan panjang yang terdengar menggairahkan. membuat Rayhan semakin menginginkan Nara saat ini juga.


dan entah sayton yang muncul dari arah mana atau mungkin muncul dari dalam toilet. semakin lama Nara semakin menikmatinya. tangan yang sedari tadi memukul dada kekar Rayhan kini mulai berganti mengelus nya. meraba dada yang kekar dan sangat atletis itu hingga ke perutnya yang berbentuk kotak kotak. semakin membuat naf-su Rayhan bergelora dibuatnya.


" Nara, kamu menginginkannya? ". pertanyaan konyol yang Rayhan lontarkan setelah melepas ciumannya.

__ADS_1


" tidak! ". ucap Nara cepat dengan menganggukkan kepalanya. jangan lupakan pipinya yang sudah memerah seperti memakai lipstik di pipinya.


hal itu membuat Rayhan menyunggingkan senyumannya. istrinya benar-benar menggemaskan. bagaimana tidak? bibirnya berkata 'tidak' tetapi kepalanya mengangguk menandakan kata 'iya'. bukankah itu tanda tanda bahwa sebenarnya Nara juga tengah menginginkannya?..


__ADS_2