
Bulan telah berlalu. hubungan Nara dan richo membaik setelah pertemuan mereka. namun berbeda dengan hubungan Nara dan Rayhan dan juga anin.
Nara sering kali di buat cemburu oleh suaminya dan juga selir suaminya. bagaimana tidak merasa cemburu, Rayhan selalu menunjukkan keromantisannya dengan Anin di depan Nara membuatnya semakin meradang. sedangkan Nara tidak pernah di buat romantis olehnya.
Nara selalu diam saja diperlukan seperti itu walau hatinya sakit dibuat cemburu oleh Rayhan, tetapi anehnya saat Nara sedang bersama teman laki-lakinya Rayhan tidak akan tinggal diam. ia langsung marah dan terlihat tidak terima dan langsung meminta untuk menjauhi teman laki lakinya. apalagi kalau melihat Nara bersama richo. Rayhan benar-benar tidak adil bukan?.
Nara masih tidur terpisah dengan ray. belum sekalipun Nara memberikan hak Rayhan yang sebagai suaminya. hanya anin lah yang sepenuhnya menguasai tubuh Rayhan. namun hingga kini anin belum juga membuahkan hasil pertarungan mereka setiap malam.
kedua orang tua mereka belum ada yang tau tentang Anin, karena Nara dan juga Rayhan sering pulang ke rumah orang tua mereka meskipun hanya sebentar. Rayhan dan Nara merekayasa hubungan mereka, dan itu sukses menutupi masalah rumah tangganya.
Nara terlalu takut melepaskan Rayhan dan memberi tahukan keluarganya. Nara masih setia menunggu ray untuk melanjutkan atau memutuskan hubungan mereka yang rumit ini. sebenarnya Nara berharap Rayhan akan berubah bisa menerima dan mencintai Nara. karena Nara hanya ingin menikah satu kali. Nara beranggapan bahwa hidup sekali, mati sekali dan menikah pun sekali. tapi Nara tidak tahu takdirnya akan seperti apa kedepannya.
pagi ini Nara sedang di dapur menemani bik narsih yang sedang memasak nasi goreng. Nara tidak berniat mbantu bik narsih seperti biasanya.
"bik, apa menurut bibik, orang itu akan ada perasaan untukku? ".tanya Nara sambil melamun.
" orang itu? maksudnya tuan Rayhan kan non? ".
" ssttt. jangan ember deh bik, pelan pelan ngomongnya ".nara membekap mulut narsih" ups, maaf bik, Nara kelepasan ".nara menarik tangannya kembali yang ada di mulut narsih cengengesan. Nara merasa bersalah karena tindakannya yang tidak sopan itu.
__ADS_1
tiba-tiba orang yang sedang di omongin itu muncul di dapur dengan gagahnya, sepertinya ray sudah mandi. kentara dari pakaiannya yang sudah rapi dan gaya rambutnya yang cool.
" Nara nanti Papah sama mamah akan kesini, aku akan antar Anin ke apartemen dulu ".pamit ray dengan senyuman manisnya. membuat mata Nara terpesona melihatnya, hingga tak sadar Nara bernyanyi di depan Rayhan.
" aduh mamae,
ada cowo baju hitam
membuat saya terpana
karena gaya rambutnya yang bikin menggoda
dia siapa yang punya
siapa tau belum ada
kita mau Masuk ke tengah
aduh mamae... "🎼
__ADS_1
" non? ".narsih menyenggol Nara yang masih terpana.
" wah beruntung sakali pagi pagi kamu sudah terpesona denganku ".goda Rayhan.
" astaga apa yang mulutku lakukan!! ".batin Nara.
" ups, YA!!! bukan itu maksudku. dari tadi aku memang sedang bernyanyi. bapak gak usah kepedean. ya kan bik? ".elak Nara karena ketahuan memuji Rayhan. matanya melirik arah narsih tajam mengisaratkan agar bik narsih membenarkan perkataan Nara.
" engga tuan, ehh, maksud bibik iya tuan".
"ada apa ini, serius sekali? ".tanya anin tiba-tiba sudah berada di samping ray. keberadaan Anin sebenarnya membuat Nara cemburu.
" tidak ada, yuk.. Nara aku langsung berangkat ke kantor ".
" apa bapak tidak sarapan dulu? ".tanya Nara.
" tidak perlu ".
" kita akan sarapan di luar berdua.. dah Nara".
__ADS_1
"cihh, dasar cacingan".umpat Nara setelah mereka pergi. Nara langsung Masuk ke kamarnya meninggalkan bik narsih di dapur. Nara bersiap siap menunggu mertuanya yang kabarnya akan datang ke rumah.