Sahabat, Only You.

Sahabat, Only You.
Bab 5. Bercengkerama dengan Calon Youtober Masa Depan.


__ADS_3

Rian beranjak ke Kebun untuk mencari Beni. Sesudahnya Rian sampai di Kebun dilihatnya Beni sedang asyik mengobrol melalui video ditemani Saik Aminah yang sedang memetik sayur. Sesekali Beni menggigit mentimun yang di petiknya.


📱Sok sibuk kamu, sampai tidak pernah ngumpul-ngumpul lagi sama kita." Terdengar Beni berbicara dengan seseorang melalui video call.


📱Aku lagi ada project, biasa Youtober papan triplek." Terdengar jawaban dari Evan yang berada di seberang.


📱Sok sok-an mau saingan sama Halilintar, entar hangus."


📱Ini nih bikin mental orang down bukannya menyemati malah dibanting, kapan majunya. " Terlihat Evan memanyunkan bibirnya.


📱hahaha, gampang tinggal majuin beberapa meter saja sudah maju tuh bibir." Terdengar ledekan dari Beni.


📱Dasar keduuuul." Suara teriakan cowok yang  nampak dalam video call. Terlihat wajahnya sedikit kesal nampak lucu.


📱Pelanan dikit apa suaranya, saya tahu suara kamu cempreng gitu, kemeng telinga saya." Terdengar omelan Beni.


📱Tidak mau." Evan merajuk.


"Lagi ngobrol ama siapa?" Rian ikutan nimbrung.


Beni memperlihatkan wajah orang yang ada dalam handphonenya.


📱Evan Noor Heriawan, masih hidup ante?" Terdengar suara Rian menyapa.


📱Eh ada Mas Rian, lihat sendiri saya masih bernafas." Suara sahutan dari Evan.


📱Syukur deh, kiraen sudah dihapus dalam daftar pencarian Google." Rian meledek.


📱Mas Rian ini dateng-dateng bikin saya mau makan orang." Terdengar jawaban bernada kesal dari Evan dan terlihat wajah Evan sedikit ditekuk, suara cemprengnya terdengar menggelegar.


📱Hahaha, makan berry saja, bikin sehat tidak bikin tengsi naik." Terdengar suara Beni menawarkan Berry sambil memamerkan Berry yang dipetiknya tadi di hadapan Evan.


📱 Sudah ah, saya lagi kesel. Oh ya ngapaen kalian berdua jam segini masih ada di rumah Ega, itu lagi dikebun Ega, kan?" Evan bertanya.


📱Tadi nemenin Juna yang lagi galau."


📱Galau kenapa? kenapa lagi sih dia, Mas?"


📱Tadi kita bawa kabur Juna yang mau di jodohin."

__ADS_1


📱 Wowwww, viraaaal." Evan berteriak memperdengarkan suara cemprengnya.


📱Baru kali ini ada cowok kabur dari acara perjodohan, biasanya cewek yang kabur. Juna bener-bener parfeck konyolnya. Terus kenapa dia kabur ya, apa ceweknya udah tuir tuir?" Tanya Evan kemudian.


📱Tidak tahu juga, Juna belum lihat calon bininya. Katanya dia tidak mau di jodohin."


📱 Oh gitu? Emang susah kalau punya nama LALU. Juna Menak Pen City, dimana keluarganya masih kental dengan kebangsawanannya. Masih memegang teguh adat istiadatnya dan status sosialnya yang lebih tinggi dari kita-kita yang tidak ada label Lalunya. Biasanya Juna harus di nikahkan dengan orang yang sama dengannya. Kasian juga dia beban mental, kita tahu sendiri dia orangnya kayak gimana? untungnya saya tidak ada nama Lalu di depan namaku, jadi aman nyari jodohnya. Aku sama Beni sama-sama dari kalangan biasa, iya kan Beni?" Terdengar suara Evan panjang lebar berkata.


Terlihat Beni hanya mengganggukkan kepalanya tanda sama dengan diri Evan. Dia memang asli sasak tapi tidak memiliki nama Lalu di depan namanya karena turunan Lalu dan Baiqnya terputus lantaran Uminya Beni menikah dengan laki-laki bukan dari kalangan yang memiliki nama Lalu. Uminya pernah dibuang oleh keluarga karena tidak menikah dengan Lalu. Dulu Niniknya tidak pernah menyetujui uminya menikah dengan Abi tapi seiring waktu, Niniknya sudah menyadari bahwa status kita sama di hadapan Allah, yang membedakan hanya Amal ibadah saja. Ketaatan kita kepada Allah yang bikin barbeda. Bukan zamannya lagi membedakan status sosial.


Beni tersadar dari lamunannya. Dia melirik Rian yang terlihat sedikit bingung.


📱Harus ya kalau Juna nikah sama Baiq?” Kemudian tanya Rian.


📱tergantung dari orang tua sama keluarga besarnya." Beni menjawab.


Rian mangut-mangut. Rian memang barbeda dari keempat sahabatnya. Rian dari suku mbojo walaupun satu Provinsi tapi suku, bahasa dan adat istiadat yang barbeda, jadi Rian belum paham saja dengan situasi yang dihadapi Juna. Rian lahir di Lomboq dan dibesarkan di Daerah ini bahkan dia lebih bisa berbahasa sasak daripada bahasa Ibunya. Dia hidup di lingkungan yang beragam karena itulah dia baru tahu ada juga Daerah yang masih memegang prinsip tersebut.


📱Berarti Ega juga harus nikah dengan Lalu dong, secara Ega kan Baiq.” Tiba-tiba dia


berkata menyudahi acara mangut-mangutnya.


Sontak bikin Beni dan Evan kaget.


📱Rian suka sama Ega?" Beni dan Evan bertanya


📱Terlihat sekali kalian panik, tidak punya kesempatan untuk mendapatkan Ega, iya kan? Kalian berdua kalah saing sama ane yang keren dan maco gini.” Rian terdengar membanggakan diri.


📱Awas saja kalau beneran suka sama Ega, saya gosok muka ante pake amplas biar Putih sekalian.


📱Ho'oh, saya juga mau cuci muka ante pake Pemutih biar sekalian luntur.” Beni menimpali tidak mau kalah dari Evan.


"Wkwkwkwk" Rian malah tertawa keras.


📱segitunya kalian menjaga Ega, tidak rela cewek manis itu jatuh kepeleset dalam kekerenan ane.” Rian menyahuti diakhiri dengan suara menggelegar.


📱Masih aja sombong, Ega tidak bakalan mempan dengan rayuan gombal ente apalagi sampai kepeleset." Beni mematahkan kata-kata Rian.


Rian terlihat tersenyum penuh dengan misteri. Itu membuat Beni dan Evan khawatir. "Jangan sampai Ega cewek yang unik binti langka itu sampai diembat juga sama play boy cap kerupuk nasi.” Batin kedua pemuda tersebut.

__ADS_1


📱 Serius amat?" ucapan Rian memecahkan kesunyian menyaksikan kedua sahabatnya berada dalam lamunan mereka.


📱Ane tahu kali, Ega itu sahabat ane. Jangan khawatir ane takkan menghianati persahabatan dan komitmen yang pernah kita ucapkan. Ini nih gara-gara ide konyol Dipta jadinya Ega dan Nina tidak termasuk dalam koleksi cewek-cewek yang jadi pacar ane.”


📱Keduuuuul.” Teriak Evan yang terdengar nyaring. Sontak Beni menjauhnya Handphone-nya.


📱Kemeng saya, Van.” Beni menggerutu sambil mengusap daun Telinganya. Sontak Mereka tertawa menyaksikan kesengsaraan Beni yang disebabkan suara cempreng khasnya Evan.


"Ikutan ketawa, dong.” Tiba-tiba muncul Ega di hadapan kedua pemuda yang lagi asyik duduk di Bangku yang di naungi pohon sawo yang Buahnya sedang lebat-lebatnya.


Terlihat kedua pemuda itu kikuk, Rian tidak sadar mengusap wajahnya kasar sementara itu Beni menggaruk kepalanya yang tak gatal sembari memamerkan wajah cengengesan. Dia merasa bersalah karena sudah menjadikan gadis dihadapannya menjadi object ghibahnya tadi sedangkan Evan memilih kabur dengan segera mematikan Vidio Callnya.


"Asyik bener sampai lupa waktu, Padahal mau Dzuhur lo!" ucap Ega mengingatkan.


"Keasyikan mengobrol sama Evan jadinya enggak inget waktu." Beni menjawab sembari tersenyum


"Iya udah, kita makan siang, sudah saya sediain di Berugak." Ega mengajak kedua Sahabatnya untuk makan siang bersama-sama.


Mereka bertiga segera menuju Berugak yang dimaksudkan Ega. Terlihat sudah tersaji makanan dengan lauk yang mengunggah selera. Beni terlihat bersemangat karena dilihatnya ada menu kesukaannya yaitu Kepala Ikan laut dibumbui dengan bumbu kuning alias bumbu rajang ditambahkan daun singkong. Ada rasa manis, pedes dan asem yang bikin rasanya seger.


"Ayo kita embat,” ujar Beni tidak sabaran, karena mengingat perutnya yang sudah memberontak meminta untuk segera dipenuhi kebutuhannya.


Sedangkan Rian sibuk mencari kecap, apa- apa dikecapin karena dia tidak bisa makan cabe dan merica terlalu banyak, cukup hanya satu buah Cabai dan satu biji Merica.


"Ah rugi ante Rian, makanan lezat gini disisihkan," celoteh Beni selesai berkata dia menyuap makanannya.


Sedangkan Juna terlihat gembira menemukan Terong bakar dengan sambal mentah yang terdiri dari cabe, tomat, terasi bakar dan bawang merah. Menu tersebut mampu menghempaskan mendung di wajahnya.


Mereka berempat menikmati makan siang tanpa ada suara. Selang beberapa menit mereka makan siang pada akhirnya makanan yang tersaji habis dilahab oleh mereka. Setelah mereka selesai makan, Saik Aminah dan Ega sibuk membereskan dan membersihkan kembali perabotan yang digunakan. Ega membawa piring, mangkok dan gelas kotor ke arah Dapur. Sementara itu cowok-cowok keren sedang bersantai ria menurunkan Nasi kata Mereka.


Saat mereka asyik bercengkerama, terdengar suara Adzan dzuhur berkumandang. Mereka segera menuju Musholla yang ada di area rumah Ega. kalau mau ke Masjid lumayan jauh jadinya cowokk-cowok keren memilih sholat di Musholla sederhana itu.


Ketika hendak mulai untuk sholat terlihat mereka bertiga saling tunjuk untuk menjadi Imam.


"Jadi tidak ada yang mau maju jadi Imam? apa saya yang harus jadi Imam, nih? Bagaimana ini, ngakunya cowok keren tapi jadi Imam saja saling tunjuk. Padahal kalian bertiga itu seorang Imam yang akan membawa keluarga kalian ke Jannahnya Allah, apa jadinya nanti kalau ogah-ogahan kayak gini," ucap Ega serius. Kata-kata itu terdengar cukup menampar ketiga pemuda tersebut.


Saik Aminah hanya tersenyum menyaksikan tingkah ketiganya. Tiba -tiba Beni maju mengambil kedudukan Imam. Dia menoleh ke belakang dan berkata. "Lurus dan rapikan Shaf.”


Setelah memastikan Shaf sudah rapi. Beni memulai Sholat Dzuhur, dia mengumandangkan takbirotul ihram lalu diikuti oleh makmum. Untungnya sholat Dzuhur jadinya tidak harus mengeraskan suaranya. Walaupun yang terdengar suara takbir tapi cukup meyakinkan makmumnya kalau bacaan Alquran Beni sudah sesuai dengan tahsin.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2