Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU

Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU
Bab 100. lompat kebalkon Dista


__ADS_3

Jam kembali berputar. Matahari pun ikut bergerak dan menghilang digantikan oleh bulan. Para keluarga Smith tengah berkumpul seperti biasanya di ruang keluarga sambil nonton TV.


Terlihat Ayla duduk di tengah antara mom Awah dan Dimas, sedangkan Dista tengah berbaring di paha sang daddy.


"Oh iya,mulai besok akan ada guru privat yang akan mengajar Ayla selama home schooling" ucap daddy Hasbu.


"Home schooling?" tanya Ayla memastikan.


"Iya. Untuk sementara kamu home schooling dulu, sampai kondisi kamu pulih dan bisa kembali lagi ke sekolah" ucap mom Awah lembut seraya mengusap rambut Ayla.


Ayla terlihat murung dan mengangguk. Ia hanya pasrah dan tidak ingin membantah. Walaupun ia sangat tidak ingin, tapi ia tahu ini semua untuk kebaikan dirinya.


"nggak papa yah? setelah keadaanmu pulih, kamu bisa kembali lagi ke sekolah" ucap mom Awah.


"Iya, mom"


"Yasudah, kalian pergilah beristirahat!" ucap mom Awah.


"Iya, mom" jawab Ayla dan Dista bersamaan.


Ayla dan Dista bersamaan naik ke kamar mereka. Saat mereka tengah menaiki tangga, Ayla berbicara.


"Ta, aku tidur di kamarmu yah?" tanya Ayla.


"Benarkah? kamu mau tidur di kamarku?" Ayla mengangguk sebagai jawaban.


"Baguslah. Ayo!" dengan semangat Dista menarik Ayla ke kamarnya.


Sesampainya di kamar, Ayla mengunci pintu kamar Dista. Hal itu membuat Dista heran, karena Dista tidak pernah mengunci pintu kamarnya.


"Kok dikunci?" tanya Dista.


"Biar nggak ada yang masuk" jawab Ayla seraya menghampiri Dista yang tengah duduk di atas kasur.


"Apa kamu bertengkar dengan kakak-ku, Ay?"


Ayla mengembuskan nafasnya pelan dan mengangguk.


" Apa kakak menyakitimu?"


"Tidak. Aku hanya tidak ingin tidur dengan kak Dimas saja" ucap Ayla, kemudian merebahkan tubuhnya dan membelakangi Dista.


Dista yang melihat itu mengerti jika Ayla butuh waktu dan tidak ingin mengungkit masalahnya dengan Dimas.

__ADS_1


Dista kemudian menyusul Ayla untuk tidur. Lampu di kamarnya juga sudah ia matikan.


Jarum jam kini sudah menunjuk angka 12. Para penghuni mansion sudah mulai masuk ke kamar mereka masing-masing. Mom Awah dan daddy Hasbu sudah masuk ke kamar mereka 1 jam yang lalu, sedangkan Dimas masih asik bermain game online di depan TV.


Setelah Dimas merasa mengantuk, ia kemudian naik ke atas kamarnya.


"Di mana dia?"gumam Dimas ketika tidak melihat Ayla di kamarnya.


Dimas kemuadian mengeceknya di kamar mandi dan tidak menemukan Ayla.


"Kemana dia?" Dimas berfikir pergi kemana kah Ayla.


"Apa dia tidur di kamar Dista lagi?" gumam Dimas.


Dimas bergegas ke kamar adiknya. Sesampainya di depan pintu, ia menekan gagang pintu nya dengan perlahan.


"Kok nggak bisa?" ucap Dimas ketika ia mendorong pintunya dan tidak mau terbuka.


"Sial... mereka menguncinya"


Dimas lalu pergi ke tempat penyimpanan kunci cadangan yang berada di lantai bawah bersebelahan dengan gudang penyimpanan barang-barang.


Setelah mendapatkan kunci cadangan kamar adiknya, Dimas kemuadian memasukkan kuncinya ke dalam lubang kunci, namun sayangnya tidak bisa masuk, karena ada kunci yang terpasang di dalam.


Mungkin jika ada yang melihatnya, mereka akan mengatainya gila, karena berbicar sendiri di tengah malam.


Dimas tidak kehabisan akal berlari masuk ke dalam kamarnya dan membuka pintu balkon. Ia berjalan ke pinggir pagar yang berdekatan dengan pagar balkon Dista.


Dimas memanjat pagar tersebut. Jarak antara balkon kamarnya dengan Dista berjarak 1,3 M. Dimas melihat kebawah dan bergidik ngeri. Dimas kemudian melompat dan...Hap...


Dimas berhasil mendarat dengan sempurna di lantai balkon kamar adiknya. Dimas lalu mengecek apakah pintu balkon Dista terkunci apa tidak. Dan ternyata tidak terkunci, Dimas tersenyum miring.


Dimas melangkah dengan hati-hati mendekati ranjang. Dimas bisa melihat dengan cahaya yang remang dari lampu tidur. ia melihat Ayla dan Dista tidur saling berhadapan dengan memeluk bantal guling masing-masing.


Dimas berjalan ke arah pintu dan memutar kuncinya,lalu membuka pintunya.


Dimas kemuadian mendekati Ayla dan menatap wajah Ayla dari samping. Ia kemudian dengan hati-hati melepaskan pelukan Ayla pada bantal guling dengan menarik satu tangganya.


Setelah itu, ia menggendong Ayla ala bridal style dan membawanya ke kamarnya. Sebelum meninggal kamar adiknya, ia manarik pintu dengan menggunakan tangannya yang menggendong Ayla, walaupun sedikit kesusahan.


Sesampainya di dalam kamar, Dimas meletakkan Ayla di atas kasur dengan hati-hati dan ia pun tidur di sebelah Ayla. Ia menatap wajah Ayla dari dekat dengan tangannya menopang kepalanya.


"Aku tak akan membiarkanmu tidur di kamar Dista lagi. Aku sudah kembali ke sini dan waktumu tidur dengan Dista sudah habis. Selama ada aku di mansion, kamu akan selalu tidur di kamar ini bersamaku. Walaupun kamu sudah marah padaku" ucap Dimas di tengah cahaya lampu tidur yang sangat minim di tengah gelapnya malam.

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu ada apa dengan perasaanku. Aku tidak pernah merasakan hal seperti ini di saat aku bersama dengan Sinta. Jantung berdetak kencang setiap menatap wajah ini" ucap Dimas seraya mengusap pipi Ayla dengan lembut.


Usapan Dimas pada pipi Ayla membuat Ayla bergeliat dan mengubah posisi tidurnya menghadap ke arah Dimas.


Dimas menjadi tersenyum kecil melihatnya. Tangannya terulur menyentuh bibir Ayla. "Bibir ini sudah membuatku candu saat pertama kali merasakannya setelah aku dalam pengaruh obat perangsang. Aku selalu ingin merasakannya, tapi tidak bisa aku rasakan walaupun kamu adalah istriku"


Setelah mengatakan hal tersebut, Dimas diam-diam mencium bibir Ayla. Ia hanya menempelkan bibirnya saja, tapi cukup lama. Setelah merasa cukup Dimas memperbaiki posisi tidurnya dan menarik Ayla masuk ke dalam pelukannya.


Dimas kembali mengulang malam di mana ia memeluk Ayla ketika dia masih di rumah sakit. Ada kenyamanan yang Dimas rasakan ketika memeluk Ayla. Berbeda di saat ia memeluk Sinta. Ia hanya merasa biasa saja.


Pagi hari


Bulan kini sudah berganti kembali dengan matahari. Namun matahari masih sangat malu menampakkan dirinya. Jarum jam masih menunjuk angka 6. Para tuan dan nyonya serta nona muda masih tertidur lelap di kasur nan empuk milik mereka.


Dista yang biasanya berangkat ke sekolah pada pukul 07:00 dan belum juga bangun. Padahal Dista mandi terbilang cukup lama. Mom Awah pun membangunkan putrinya dengan membuka gorden jendela kamarnya. Cahaya dari luar membuat mata Dista menjadi silau.


"Good morning princess, mommy" ucap mom Awah setelah membuka gordennya dan menghampiri putrinya.


"Ayo bangun sayang, ini sudah pagi. Kamu harus ke sekolah pagi ini" ucap mom Awah seraya mencium kening dan mengusap kepala Dista.


"Hmmm... sebentar lagi, mom" Dista menyembunyikan wajahnya di dalam selimut.


"Tidak ada Dista. Ayo bangun princess tidur" mom Awah membuka selimut Dista dengan cepat hingga tergeletak di lantai.


"AA...aaa...mommy" Dista menggoyang-goyangkan tubuhnya, karena kesal selimutnya di lepas dan merengek.


"Ayo cepat bangun Dista!" mom Awah mendudukkan Dista dengan paksa.


" Tapi Dista belum mau mandi, mom"


"Cuci muka saja. Liat, pipimu banyak ilernya " goda mom Awah, padahal tidak ada.


Dista reflek lari ke kamar mandi dan langsung mencuci muka.


"Kalau sudah langsung turun sarapan yah?" teriak mom Awah.


" Iya, mom" Dista membalasnya dengan berteriak di kamar di dalam kamar mandi.


.


.


NEXT..

__ADS_1


Wahh... apakah Dimas sudah mulai suka dengan Ayla? hmmm... tunggu jawabannya di ban-ban berikutnya 😊😁.


__ADS_2