Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU

Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU
Bab 69. Malam sebelumnya


__ADS_3

Malam hari sebelum Dimas kembali ke negara S


Daddy Hasbu setelan mengantar Ayla ke kamar putrinya dan mengucapkan selamat tidur, dia kembali ke lantai bawah. Sedangkan mom Awah ia sudah ke kamarnya untuk tidur.


Daddy Hasbu belum mau untuk tidur, karena ia belum mengantuk. Daddy Hasbu tengah asik nonton berita tentang perusahaannya yang tengah mengeluarkan produk baru.


Daddy Hasbu yang sedang fokus melihat layar besar di depannya, sedikit kaget dengan suara Dimas yang tiba-tiba.


" Dad, di mana Ayla ?" tanya Dimas seraya turun dari tangga.


" Daddy kira kamu sudah lupa dengan Ayla, karena sangat tidak sabar untuk kembali ke negara S besok " daddy Hasbu sedikit kecewa pada putranya yang mengabaikan Ayla tadi. Dimas bahkan tidak menoleh sedikitpun dan mengajak Ayla untuk kembali ke kamarnya. Maka dari itu, ia setuju saat Dista ingin tidur dengan Ayla.


" Tentu saja Dimas ingat, dad. Ayla adalah istriku dan dia pasti akan tidur bersamaku "


Sebenarnya Dimas sudah tidur beberapa menit yang lalu, tapi ia sangat sulit untuk memejamkan matanya. Hingga akhirnya ia mengingatkan, kalau tidak ada Ayla di sampingnya. Dimas buru-buru bangun dan mencari Ayla.


" Ayla tidur bersama Dista di kamarnya. Mereka ingin tidur berdua malam ini "


Mendengar itu, Dimas buru-buru menaiki tangga, tapi langkahnya berhenti saat mendengar suara daddy.


" Kamu tidak perlu menganggu mereka, Dimas. Biarkan mereka tidur bersama malam ini "


" Nggak bisa, dad. Besok pagi Ayla pasti akan muntah-muntah dan Dista tidak akan mendengarnya"


Setelah mengatakan itu, Dimas melanjutkan langkahnya ke kamar Dista tanpa mendengar perkataan daddy lagi. Daddy Hasbu menggeleng melihat tingkah Dimas.


" Anak itu, sudah tahu tidak bisa jauh dari Ayla, tetap saja ingin kembali ke negera S dan menemui kekasihnya. Semoga anak itu cepat sadar " gumam daddy Hasbu.


Daddy Hasbu mendoakan putranya agar cepat menyadari perasaannya sendiri. Melihat Dimas yang sudah tidak bisa jauh dari Ayla, membuat daddy Hasbu yakin jika putranya sudah memiliki perasaan pada istrinya walaupun sedikit.


Beralih ke Dimas yang sudah sampai di depan pintu kamar adiknya. Ia memegang gagang pintu dan menekannya ke bawah agar pintunya terbuka.


Dimas membuka pintu itu secara perlahan. Saat pintunya sudah terbuka sempurna, ia bisa melihat adiknya yang memeluk Ayla. Dengan langkah perlahan, Dimas menghampiri mereka yang sudah tertidur lelap dengan tv yang masih menyala.

__ADS_1


Dimas mematik TV nya terlebih dahulu, lalu mencoba menggendong Ayla. Saat Dimas menggendong Ayla, Ayla tidak bergerak sama sekali. Hal itu membuat Dimas merasa lega. Dimas menggendong Ayla kembali ke kamarnya dengan selang infus ia taruh di perut Ayla untuk sementara, karena tidak ada yang memegangnya.


Sampai di kamarnya, Dimas meletakkan Ayla dengan perlahan. Setelah selesai, Dimas kembali ke kamar Dista untuk mengambil tiang infusnya. Setelah semuanya selesai, Dimas tidur di sebelah Ayla. Ia menatap wajah Ayla yang tertidur, entah apa yang ada di dalam pikirannya saat ini. Setelah merasa puas, Dimas pun memejamkan matanya.


Keesokan harinya


Seperti pagi-pagi sebelumnya, Ayla selalu mual di pagi hari. Ayla ingin cepat ke kamar mandi, namun merasakan ada yang menahan pinggangnya. Ia menunduk dan melihat siapa yang memeluk pinggangnya. Ternyata Dimas lah pelakunya, dahi Ayla mengekerut dan bertanya-tanya sejak kapan ia pindah ke kamar ini.


Rasa mual yang sudah tidak sanggup ia tahan, Ayla membuang tangan Dimas dengan kasar, sehingga mengenai wajah Dimas sendiri. Hal itu membuat Dimas kaget dan bangun. Dimas sudah tidak melihat Ayla di sebelahnya, ia buru-buru turun dan berlari ke kamar mandi. Dimas bisa melihat Ayla yang berjongkok di depan closed.


Dimas memijit tenguk Ayla dengan lembut. Setelah beberapa kali Ayla mengeluarkan isi perutnya, dia terlihat sudah selesai. Seperti biasanya, Ayla akan merasa kurang tenaga sehabis muntah.


" Mau aku ambilkan air ?" tanya Dimas.


Ayla mengangguk tanpa menoleh. Dimas pun bergegas mengambil air dan memberikannya pada Ayla.


" Kak, bisa bantu aku kembali ke kasur ?" tanya Ayla, setelah ia meneguk habis air yang Dimas berikan.


" Tentu " Dimas mengulurkan tangannya agar Ayla menggenggamnya.


" Kak Dimas jadi berangkat pagi ini?" tanya Ayla setelah ia bersandar di kepala ranjang.


" Jadi " jawab Dimas seraya mengambil handuknya.


" Jam berapa kak Dimas akan ke bandara ?"


" Jam 08:00 " setelah mengatakan itu, Dimas sudah menghilang di balik pintu kamar mandi.


Pikiran Ayla menerawang jauh, entah apa yang dia pikirkan saat melihat koper milik Dimas yang sudah siap untuk Dimas bawa ke bandara pagi ini.


***


Saat ini mereka kembali berkumpul di depan pintu mansion. Mereka tengah melihat Dimas yang akan meninggalkan mansion dengan di antar penjaga putih. Bukan pak Jang yang menghantarnya, karena pak Jang yang khusus mengantar sang nona muda Smith saja.

__ADS_1


Daddy Hasbu tidak mau mengantar putranya, karena mengingat Dimas yang pergi ke negara S hanya untuk menemui kekasihnya, membuat daddy Hasbu kesal pada putranya.


" Dimas pergi dulu yah, mom?" Dimas mencium tangan mommy dan tidak lupa ia juga memeluknya.


" Iya, hati-hati. Ingat yang di katakan daddy tadi malam! jangan melanggarnya, daddy akan marah nanti " mom Awah memperingati putranya.


" Iya, mom " Setelah mengatakan itu, kini Dimas beralih melihat ke arah Ayla yang juga melihatnya.


" Aku pergi dulu. Jangan suka membantah apa yang di katakan mommy maupun onty Caca. Mengerti ?" bukannya kata-kata romantis yang Dimas berikan, ia malam memberikan kata-kata peringatan agar tidak selalu membantah.


" Iya " jawab Ayla seraya ia meraih tangan Dimas untuk ia cium.


Dimas tersentak kaget dengan apa yang Ayla lakukan pada tangannya. Ada desiran aneh yang menjalar pada tubuhnya.


" Hati-hati, kak " ucap Ayla tulus, seraya mendongak menatap wajah Dimas.


" Iii..iya " Dimas tersadar dan langsung berbalik menuju mobil yang sudah terparkir sejak tadi.


Dimas pun melambai, entah lambaian itu untuk kedua wanita yang berdiri di depan pintu atau hanya salah satu dari mereka z hanya Dimas lah yang tahu.


Setelah mobil yang Dimas tumpangi menghilangkan di balik pagar tinggi manssion, mom Awah beralih meraih kursi roda Ayla dan mendorongnya masuk.


" Hari ini onty Caca akan datang ke sini untuk memeriksa keadaanmu " mom Awah memberitahu Ayla.


" Iya, mom "


" Apa kamu mau sesuatu ? cemilan atau apapun ?" tanya mom Awah seraya mendorong kursi rodanya ke taman belakang.


" Emm..aku ingin cake strawberry "


" Baiklah, mommy akan membuatkannya.


.

__ADS_1


.


NEXT..


__ADS_2