Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU

Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU
Bab 79. Cerita dokter Winston


__ADS_3

" Ayla, kamu ada di sini ?" ucap dokter Winston seraya berdiri.


 " Iya. Ayla ingin mengunjungi keluarga Ayla " ucap Ayla seraya melihat gundukan nenek Moya, Mama, serta Papa.


" Kenapa dokter bisa tahu, kalau nenek udah meninggal?" Ayla bingung, karena setahunya ia tidak memberitahu siapapun tentang meninggalnya nenek Moya.


" Karena dokter yang memeriksa keadaan nenek Moya pada waktu itu. Doktor juga yang membawa beranda nenek Moya ke sini"


Ternyata dokter Winston lebih dulu mengetahui tentang meninggalkanya nenek Moya dari pada Ayla. Pada waktu itu dokter Winston hanya ingin mengunjungi nenek Moya dan Ayla, karena sudah sangat lama ia tidak mengunjungi kedua-nya setelah Ayla di nyatakan sembuh dari trauma.


" Ayla, dokter minta maaf " dokter Winston meresa bersalah.


" Maaf ? kenapa dokter minta maaf? dokter tidak punya salah apapun" Ayla di buat bingung dengan permintaan maaf dari dokter Winston.


Dokter Winston sudah menganggap nenek Moya adalah ibunya, sedangkan ia menganggap Ayla seperti putrinya. Namun, saat ia sampai di rumah itu, sudah terlihat ramai oleh warga-warga sekitar. Hal itu membuat dokter Winston bertanya pada mereka. Dan betapa kagetnya ia saat mengetahui nenek Moya telah meninggal.


Pada saat itu juga dokter Winston memeriksa keadaannya dan ternyata nenek Moya meninggal, karena sesak nafas dan alat bantu pernafasannya telah habis. Padahal ia juga membawa alat bantu pernafasan itu untuk di berikan kepada nenek Moya, tapi ia sudah terlambat.


Setelah memeriksanya Dokter Winston keluar dari kamar nenek Moya dan membiarkan para warga yang mengurus jenazah nenek Moya. Dokter Winston juga melihat bagaimana Ayla yang berlari sambil menangis memasuk rumahnya.


Hal itu membuat dokter Winston merasa bersalah pada Ayla, karena terlambat datang menemui nenek Moya.


" Kenapa dokter harus merasa bersalah? itu bukan kesalahan dokter. Ini memang sudah menjadi waktunya nenek kembali" jawab Ayla sendu, tapi kemudian ia tersenyum. Ia tidak ingin terlihat sedih di depan dokter Winston.


" Kemarilah ! dokter ingin memelukmu" dokter Winston merentangkan kedua tangannya, agar Ayla bisa masuk ke dalam pelukannya.


Tanpa ragu Ayla memeluk dokter Winston. Membenamkan wajahnya di dada dokter Winston. Dokter Winston mengusap rambut Ayla dengan lembut.


" Kenapa Ayla tidak melihat dokter sama sekali?"

__ADS_1


" Bagaimana kamu mau melihat dokter, kalau kamu terlalu sibuk menangis dan melihat ke arah nenek Moya terus" dokter Winston sedikit tersenyum.


Tak berselang lama pelukan itu terlepas. Dokter Winston tersenyum ke arah Ayla dan mempersilahkan Ayla untuk melanjutkan tujuannya datang ke tempat ini.


Ayla mengangguk dan berjongkok di depan gundukan tanah nenek Moya. Ia mengusap batu nisannya dan menaburkan bunga serta air di sana. Tidak lupa juga Ayla berdoa.


Kemudian Ayla berpindah ke pusaran orang tuanya. Ayla kembali mengulang hal yang tadi ia lakukan di pusaran nenek Moya. Ia kembali berdoa, tapi hanya di dalam hati. Ia malu bercerita di sana, karena masih ada dokter Winston yang berdiri di belakangnya.


Entah apa yang Ayla baca dan Ayla ceritakan, hingga bahunya bergetar. Dokter Winston yang tahu Ayla sedang menangis, mendekatinya dan berjongkok di sebelahnya seraya merangkul pundaknya.


Dengan perlakuan dokter Winston seperti itu membuat Ayla yang berusaha menahan suaranya, akhirnya pecah juga.


" Dada Ayla sesak dokter" ucap Ayla lirih.


" Menangislah Ayla, jangan di tahan. Kamu akan merasa nyaman jika kamu mengeluarkan semuanya. Tidak ada salahnya kamu menangis, semua orang pasti menangis sepertimu jika mereka berada di posisimu saat ini"


Setelah bebeapa menit Ayla menangis, akhirnya ia berhenti. Ia juga mengingat Dista dan pak Jang yang masih menunggunya. Setelah merasa tenang, Ayla berdiri di ikut oleh dokter Winston.


" Kamu tinggal di mana sekarang? dokter selalu datang ke rumahmu, tapi kamu selalu tidak ada"


" Ayla sekarang tinggal bareng mommy dan daddy"


" Ohh..baguslah. Dokter kira kamu tinggal sendirian di rumahmu"


" Udah nggak. Ayla pamit pulang yah, dokter" Ayla ingin mencium tangan dokter Winston.


Dokter Winston menerimanya dan sebelum pergi, ia memegang kedu bahu Ayla.


" Kalau kamu butuh sesuatu, jangan sungkan untuk menemui dokter. Di manapun kamu bisa menemui dokter, termasuk saat dokter di rumah sakit"

__ADS_1


" Iya. Ayla akan meminta bantuan dokter, kalau Ayla butuh sesuatu. Terimakasih dok" ucap Ayla tulus. Ia lalu meninggalkan dokter Winston sendiri di sana.


Sedangkan dokter Winston yang melihat kepergian Ayla, kini berbalik melihat pusaran orang tua Ayla.


" Ayla ternyata adalah putrimu. Aku tidak menyangka aku bisa melihat putrimu. Dia sangat cantik dan memiliki hati yang lembut sepertimu "


" Hahah...Alwa. Walaupun aku tidak bisa mendapatkan istrimu, tapi aku bisa mendapatkan putrimu" dokter Winston tertawa hambar. Padahal hatinya sedang sedih melihat dua gundukan tanah di depannya.


"Aku hanya bercanda. Mana mungkin aku menikahi putri kalian yang sudah aku anggap putriku sendiri. Aku berjanji akan menjaga Ayla dengan tubuhk, kalian tenang saja. Dan aku lihat putrimu juga memiliki orang-orang baik di sekelilingnya" sambung dokter Winston lagi.


Setelah mengatakan semuanya, dokter Winston meninggalkan pemakaman itu dengan hati yang lebih ringan. Ia sudah merasa satu bebannya sudah menghilang. Di mana ia dulunya harus mencari tahu, di mana putri Alwa dan indah berada setelah mereka meninggal.


Ternyata dokter Winston adalah sahabat indah alias Mama Ayla. Dia selalu bersama indah saat dia belum menikah dengan Alwa alias papa Ayla. Hingga kebersamaan mereka membuat dokter Winston jatuh hati kepada indah, tapi sayangnya mama Ayla tidak demikian.


Mama Ayla tetap menganggap dokter Winston hanya sahabatnya saja. Hingga sampai akhir Mamah Ayla bertemu dengan papa Ayla sampai mereka menikah dan memiliki seorang putri.


Dokter Winston saat pertama kali mengetahui Indah telah menikah, awlanya sedikit kecewa. Tapi bukan berarti dia ingin merebutnya dari Alwa. Dokter Winston yang masih memiliki perasaan pada indah, pergi meninggalkan negara kelahirannya dan kembali melanjutkan studinya.


Hingga sampai akhirnya dokter Winston mendengar kabar meninggalnya mereka dalam sebuah kecelakaan dan meninggal satu orang putrinya, membuat dokter Winston kembali ke negara kelahirannya dan mencari keberadaan Ayla.


Tapi usahanya nihil. Dia tidak bisa menemukan keberadaan Ayla pada waktu itu. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Ayla pertama kali di rumah sakit. Dokter Winston sangat kaget melihat nenek Moya duduk di sana dan dia mulai berfikir Ayla adalah putri sahabatnya yang selama ini dia cari.


Walaupun nenek Moya sudah tidak mengingatnya lagi, tapi dokter Winston tidak memperkenalkan siapa dia sebenarnya hingga detik ini. Dia hanya menjadi sahabat indah di balik layar dengan kedok ingin memastikan keadaan Ayla yang telah mengalami trauma.


.


.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2