
" Dimas mengingatnya, mom, tapi ini tanggung jawab Dimas " Dimas tidak menyadari perkataannya sendiri. Sinta bukanlah tanggung jawabnya, tapi Ayla.
" Tanggung jawab kamu bilang? Dimas, tanggung jawabmu ada di sini. Ayla adalah tanggung jawabmu, karena Ayla adalah istrimu. Sinta bukan siapa-siapa kamu, Dimas. Sinta hanya kekasihmu, yang seharusnya bukan lagi kekasihmu" mom Awah semakin marah. Nada bicaranya mulai meninggi. Matanya bahkan sedikit melotot menatap putranya.
Dimas menjadi bungkam mendengar perkataan mommy. Entah apa yang ada didalam pikirannya yang menganggap Sinta adalah tanggung jawabnya.
" Mom, Ayla nggak pa-pa kok. Ayla bisa minta kak Tila yang buat atau bibik yang lain. Mommy jangan marah-marah seperti ini" Ayla merasa tidak enak hati pada mommy dan Dimas, karena dirinya ibu dan anak itu harus bertengkar.
" Nggak pa-pa Ayla. Wajar kakak dimarahi, karena dia tidak bisa menepati janjinya. Kakak memang orang yang bodoh. Masa kakak lebih mementingkan winita itu dari pada kamu" Dista juga ikut kesal. Ia tidak mau menyebutkan nama Sinta, karena sejak awal bertemu ia memang tidak menyukainya.
" Kamu dengar apa yang Ayla katakan? dia begitu baik. Kurang apalagi Ayla untukmu, apa karena masalah kamu tidak mencintainya? kamu bisa kalau kamu mau belajar menerim dan mencintai Ayla, tapi sayangnya kamu sendiri membuat benteng tinggi itu"
Dimas hanya diam. Dia tidak mengatakan sepatakata pun untuk membalas perkataan mommy-nya.
" Jadi kamu benar-benar tidak bisa pulang" sekali lagi mom Awah bertanya untuk memastikan kebenarannya. Ia juga berharap putranya berubah pikiran.
" Maaf mom, Dimas benar-benar tidak bisa"
Mendengar itu mom Awah semakin marah, begitupun dengan daddy Hasbu yang semakin geram.
" Yasudah. Kamu tidak masalah tidak pulang besok, kalau perlu tidak usah pulang sekalin. Dengarkan kata mommy baik-baik" mom Awah menarik nafas dalam.
" Jangan pernah kembali kerumah ini, kalau kamu masih memiliki hubungan dengan Sinta. Jangan pernah!!! kalau kamu masih datang, penjaga didepan yang akan mengusirmu. Kalau perlu, mommy sendiri yang menyeretmu keluar. Kamu bisa kembali kerumah ini jika kamu menyadari kebodohanmu dan ketololanmu" mom Awah menekan kata-katanya setiap ia berbicara. Ia sudah tidak habis fikir dengan pikiran putranya yang sangat bodoh. Ia sudah merasa capek menghadapi sikap putranya.
Sedangkan diseberang sana, Dimas melototkankan matanya. Dia tidak percaya mommy akan berkata seperti itu padanya. Ia tidak menyangka, hanya karena masalah ini dia seperti di buang.
" Momm.." panggil Dimas di telpon, tapi sayangnya mom Awah masa bodo. Ia yakin Dimas pasti akan mencari kata-kata lain, bukan memikirkan perkataannya sendiri.
Tut...
Mom Awah mematikan sambungan telponnya dan berjalan meninggalkan ruang keluarga. Tatapan matanya terlihat berbeda-beda. Ayla dan Dista ingin mengejarnya, tapi daddy Hasbu menahan mereka.
" Biarkan mommy kalian sendiri. Mommy butuh waktu " daddy Hasbu menahan kedua tangan putri-putrinya.
__ADS_1
" Maafkan Ayla daddy, karena permintaan Ayla mommy jadi marah sama kak Dim dan membuatnya sedih " Ayla tidak henti-hentinya merasa bersalah. Ia menunduk di depan daddy.
" Itu bukan salahmu. Jangan merasa bersalah seperti ini. Dimas memang bodoh, dia pantas mendapatkan marahan dari mommy" daddy Hasbu mengusap rambut Ayla.
" Kalian barmainlah, biar daddy yang menemani mommy" tambah daddy Hasbu.
Ayla pun mengangguk. Daddy Hasbu meninggalkan mereka dan pergi menemui istrinya, sedangkan kedua remaja itu, pergi ketaman belakang.
...----------------...
Sedangkan di negara S, Dimas terlihat begitu frustasi. Dia memukul angin, karena merasa emosional. Dia benar-benar dibuat bingung sekarang.
Arkhhhh....
Dimas berteriak kerasa, kepalanya sangat pusing memikirkan semuanya. Dimas mengusap wajahnya kasar.
" Apa yang harus gua lakukan? apa pilihan gua salah? tapi gua hanya meminta waktu sampai Sinta membaik dan mengatakannya" Dimas terduduk di kursi taman rumah sakit.
Dimas yang semakin bingung, pergi dari taman itu dan kembali menemui Kenan. Dari jauh, Kenan bisa melihat wajah Dimas yang sedang kalut.
" Ada masalah apa lagi ?" tanya Kenan setelah Dimas duduk di sebelahnya.
" Ini masalah tentang Sinta. Gua meminta izin kepada orang tua gua, karena tidak bisa pulang besok"
Dimas mulai menceritakannya pada Kenan. Mulia dari alasannya yang meminta untuk lebih lama di sini sampai menceritakan di mana mom Awah marah padanya dan melarangnya menginjakkan mansion jika dia masih memiliki hubungan dengan Sinta.
Dimas tidak menceritakan pada Kenan tentang awal mula permintaan Ayla hingga masalah ini terjadi. Dimas juga mengatakan kalau Sinta adalah tanggung jawabnya.
" Sebenarnya benar yang mommy-mu katakan, Sinta bukanlah tanggung jawabmu. Dia juga sudah punya keluarga banyak di sini. Mengingat orang tuamu tidak setuju dengan Sinta, menurut gua lebih baik lu kembali dan putuskan hubunganmu dengan sinta"
" Dari pada hubunganmu dengan orang tuamu yang renggang, lebih baik lu putus dengan Sinta. Keluarga lebih penting dari seorang kekasih bro" tambah Kenan. Ia menepuk-nepuk pundak Dimas, lalu berdiri.
" Gua mau balik " Kenan berjalan meninggalkan Dimas yang masih duduk dan menunduk di kursi tunggu.
__ADS_1
Entah apa yang sedang dia pikirkan, hingga akhirnya Dimas juga berdiri dan berjalan meninggalkan rumah sakit.
____
Sedangkan di negara I, di dalam kamar utama mansion Smith. Terlihat daddy Hasbu tengah menenangkan sang istri. Daddy Hasbu memeluk mom Awah seraya mengusap punggungnya.
" Apa aku terlalu kasar pada Dimas, dad?" tanya mom Awah dengan Isak tangisannya.
Setelah mom Awah melarang Dimas untuk menginjakkan kakinya di mansion, mom Awah yang memiliki hati yang lembut sedikit merasa bersalah, karena terlalu keras pada Dimas.
" Tidak mom. Kamu tidak terlalu keras padanya. Dimas memang harus kita beri pelajaran agar dia menyadari kesalahannya. Selama ini, kita terlalu membebaskannya"
" Hauhh... kenapa Dimas tidak mengerti juga tentang tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Padahal dia akan menjadi seorang ayah. Mommy juga merasa tidak enak hati dengan Ayla "
" Daddy yakin, Ayla pasti tidak mempermasalahkan hal ini, tapi bagaimana pun, Dimas harus memutuskan Sinta"
" Apa yang harus kita lakukan, dad?" mom Awah menatap daddy Hasbu dengan sisa-sisa air mata.
" Aku akan meminta Joni dan Jono untuk mengawasi Dimas dinegara S. Kita beri Dimas sedikit waktu untuk menyelesaikan masalahnya, kalau waktu yang ditentukan Dimas juga belum bisa menyelesaikannya, aku akan meminta Joni dan Jono yang turun langsung"
" Baiklah, mommy setuju "
" Sekarang di mana Ayla dan Dista ?" tanya mom Awah.
" Mereka di taman belakang. Aku juga tidak tahu apa yang mereka lakukan di sana"
Mom Awah berjala ke jendela untuk melihat apa yang sedang dilakukan kedua remaja itu di bawah sana
.
.
NEXT
__ADS_1