
Di dalam perjalanan ke rumah sakit pak Jang membawa mobil dengan kecepatan tinggi, sedangkan Dista mencari sesuatu untuk menahan darah yang terus keluar. Berbeda dengan Ayla yang sudah tidak sadarkan diri saat pak Jang menggendongnya masuk ke dalam mobil.
" Pak Jang, bagaimana ini? darahnya tidak berhenti keluar" Dista sangat panik dan ingin menangis.
" Sabar nona, sebentar lagi kita sampai di rumah sakit" jawab pak Jang seraya melihat ke arah kaca depan.
Tak berselang lama mereka akhirnya sampai di rumah sakit. Pak Jang buru-buru keluar dan menggendong Ayla masuk ke dalam rumah sakit.
" SUSTER.." pak Jang berteriak kencang untuk memanggil suster agar mereka membawa brangkar.
Para suster yang ada di sana berlarian mendekati pak Jang dengan membawa brangkar. Setelah pak Jang meletakkan Ayla di atasnya, pak Jang dan Dista mengikuti brankar sampai di IGD.
Dista hanya bisa duduk di kursi tunggu tanpa tahu apa yang harus ia lakukan. Otaknya tiba-tiba berhenti mengingat keadaan Ayla yang penuh dengan darah. Dista sampai berfikir bayi di dalam kandungan Ayla akan meninggal, ia sangat takut. Ia mengutuk dirinya sendiri yang tidak bisa menjaga Ayla sesuai dengan janjinya pada sang mommy tempo hari.
Tak berselang lama terdengar suara langkah kaki begitu cepat dan terdengar kerasa di lorong rumah sakit.
" Dista" panggil mom Awah.
Dista yang sedang menunduk, mendongak saat mendengar suara yang tidak asing memanggil namanya.
" Mommy.." Dista langsung berlari ke dalam pelukan mommy dan menangis. " Maafin Dista, mom. Dista tidak bisa menepati janji Dista untuk menjaga Ayla" Dista menatap mom Awah dengan penuh air mata.
" Tidak apa-apa sayang" mom Awah menangkup kedua pipi putrinya. " Kamu sudah menepati janjimu pada mommy, kamu sudah berusaha menjaga Ayla dengan baik. Ini bukan kesalahanmu" mom Awah menggeleng dan menghapus air mata putrinya.
Mom Awah menarik Dista untuk duduk di kursi tunggu, sedangkan daddy Hasbu hanya diam dengan wajah datarnya melihat ke arah pintu ruangan IGD.
Pak Jang sebelumnya sudah memberitahu daddy Hasbu melalui telfon jika Ayla kembali di larikan ke rumah sakit dan kabar itu langsung daddy Hasbu sampaikan ke sang istri. Daddy Hasbu menjemput mom Awah di mansion dan pergi ke rumah sakit bersama.
" Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa Ayla bisa pendarahan?" tanya mom Awah pelan saat melihat putrinya sudah terlihat tenang.
Mendengar pertanyaan mom Awah, daddy Hasbu juga ikut menoleh ke arah sang putri, karena sejujurnya ia sangat penasaran bagaimana ini semua bisa terjadi.
__ADS_1
" Sebenarnya, aku dan Ayla sering di ganggu oleh 3 orang sekelas kami....." Dista mulai bercerita.
Dista mulai menceritakan di mana dirinya dan Ayla sering di ganggu oleh Tasya, Sifa dan sofia setiap hari. Dista juga menceritakan saat Ayla tidak sengaja bertabrakan dengan Tasya di koridor sekolah dan menyebut mereka tukang ngadu. Sampai titik di mana Dista menceritakan saat ia dan Ayla di dorong dari belakang, hingga ia terjatuh dengan posisi tengkurap.
Dista sebenarnya tidak tahu bagaimana posisi Ayla saat terjatuh. Dista hanya tahu saat Ayla memanggil namanya dan darah itu mulai keluar dari kedua paha Ayla.
" Dista sangat takut saat melihat darahnya banyak sekali. Bahkan darahnya tidak berhenti keluar saat kami sampai di rumah sakit"
Mom Awah yang mendengar cerita putrinya sampai menutup mulutnya. Ia sangat kaget mendengar cerita putrinya yang mengatakan Ayla tidak henti-hentinya mengeluarkan darah. Mom Awah sampai menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ia sudah tahu apa yang terjadi dengan kondisi kehamilan Ayla nantinya.
Berbeda dengan daddy Hasbu yang mendengar cerita putrinya. Rahangnya mengeras dan tangan terkepal sangat kuat serta mata yang sangat tajam. Ia berjalan menghampiri pak Jang yang berdiri di dekat kursi tunggu.
Pak Jang yang melihat itu membungkuk hormat. " Maaf tuan, saya kembali gagal"
" perintahkan anak buahmu untuk meretas CCTV yang ada di sekolah. Kirim semua rekaman CCTV yang bersangkutan dengan putriku mulai dari pertama kali mereka masuk ke SMA itu!" ucap daddy Hasbu dengan mata tajam dan datarnya.
" Baik tuan" pak Jang membungkuk hormat dan meninggalkan rumah sakit.
Daddy Hasbu menghampiri istri dan putrinya yang duduk diam di kursi tunggu dengan pikiran mereka masing-masing.
" Sudah, tapi Caca sedang ada pasien saat ini. 30 menit nanti dia akan ke sini"
Daddy Hasbu mengangguk mengerti. Ia kemudian duduk di antara kedua wanita yang sangat ia cintai. Daddy Hasbu merangkul bahu istri dan putrinya sambil menunggu dokter selesai menangani Ayla.
...----------------...
Berbeda dengan yang ada di mansion. Jika di rumah sakit terlihat sedang menunggu hasil pemeriksaan Ayla, berbeda dengan yang ada di mansion. Di mana terlihat seorang pria muda yang sangat mirip dengan daddy Hasbu memasuki mansion serta koper yang ada di tangannya.
" Tuan muda, anda kembali?" Kak Tila kaget melihat keberadaan tuan mudanya di mansion, karena setahunya tuan mudanya itu sedang berada di negara S.
Ternyata pria itu adalah Dimas yang baru saja tiba dari negara S tanpa memberi tahu keluarganya.
__ADS_1
" Iya, kak Tila" Dimas memberikan kopernya ke salah satu pelayan yang baru saja datang menghampirinya. " Oh yah, di mana mommy?" tanya Dimas saat ia tidak melihat mom Awah di sana.
" Nyonya Awah sedang ke rumah sakit bersama tuan Hasbu baru-baru saja"
" Rumah sakit? siapa yang sakit?"
" Saya kurang tahu tuan muda, karena tuan Hasbu tiba-tiba datang ke mansion dan mengajak nyonya Awah ke rumah sakit. Mereka juga terlihat sangat buru-buru"
" Terus Ayla di mana?" Dimas menanyakan keberadaan Ayla, karena ia berfikir Ayla masih bed rest dan belum bersekolah.
" Nona..eh maksud saya nyonya muda Ayla sedang bersekolah dan belum waktunya pulang "
" Hah? Ayla sudah masuk sekolah?" Dimas kaget.
" Benar tuan muda"
" Baiklah" Dimas mengibaskan tangannya untuk meminta kak Tila pergi.
Dimas merogoh saku celananya dan menghubungi mom Awah. Ia ingin tahu di rumah sakit mana dia berada saat ini. Namun sayangnya mom Awah tidak mengangkat telponnya sama sekali.
" Apa mereka di rumah sakit mutiara?" gumam Dimas. Ia berfikir orang tuanya ada di sana, karena setiap ada keluarganya yang sakit mereka akan membawanya ke sana.
Dimas kemuadian kembali keluar mansion dan mengambil mobilnya di garasi untuk pergi ke rumah sakit mutiara.
Sesampainya Dimas di sana, ia bangun harus ke mana. Rumah sakit ink sangat besar dan tidak mungkin ia memeriksanya satu-satu. Dimas akhirnya berfikir untuk menemui aunty Caca di ruangannya.
" Apa di dalam ada dokter Caca?" tanya Dimas saat ia sudah sampai di depan pintu ruangan aunty Caca dan di sana ia bertanya pada salah satu perawat yang kebetulan lewat.
" Dokter Caca tidak ada di dalam ruangannya. Beliau sedang ada pasien "
.
__ADS_1
.
NEXT