Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU

Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU
Bab 54. Pesan dari Sinta


__ADS_3

Acara pernikahan sederhana telah dilaksanakan di taman belakang mansion Smith dan acara tersebut berlangsung secara baik tanpa gangguan sama sekali.


Hanya perasaan dari masing-masing si pengantin yang berbeda setelah pernikahan itu selesai. Pengantin baru ini tengah berada di kamar mereka, lebih tepatnya di kamar Dimas.


Ayla tempat duduk di depan cermin untuk menghapus riasan dan melepas pakaiannya dengan dibantu oleh mom Awah, sedangkan Dimas dia tengah berada di kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah acara selesai, Dista pergi ke kamarnya untuk beristirahat beserta dengan aunty Caca.


" Dista di mana, mom ?" tanya Ayla.


" Di kamarnya. Dia sudah tidur, karena merasa lelah " jawab mom Awah seraya membantu Ayla menurunkan resleting kebayanya.


Ayla hanya ber Oh saja serta mengangguk.


" Sudah selesai. Mommy keluar yah ? kalau kamu butuh sesuatu panggil mommy, oke ?"


" Iya, mom. Terimakasih sudah membantu Ayla " ucap Ayla dengan senyuman manisnya.


" Sama-sama sayang. Mom keluar yah.." sebelum pergi mom Awah mengecup kening Ayla dan berbalik meninggalkannya.


Setelah kepergian mom Awah, Ayla menghela nafas berat. Dia duduk di pinggiran kasur dan melamun. Ia memikirkan dirinya yang kini sudah berstatus menjadi seorang istri.


Mama, papa, nenek, Ayla kini sudah menjadi istri. Doakan Ayla agar pernikahan kami tidak mudah goyah. Doakan Ayla juga agar menjadi istri yang berbakti kepada suami dan mertua Ayla. Ayla tahu jika Mama dan Papah sama nenek menyaksikan pernikahan Ayla tadi. Ayla bisa merasakan kalian ada di sisi Ayla _ batin Ayla_


Ayla menunduk saat melamun, sehingga tidak menyadari Dimas yang sudah selesai membersihkan dirinya. Dimas juga bisa melihat jika Ayla melamun.


Dimas berjalan mendekatinya dan berdiri di depannya. Ayla masih tidak menyadari keberadaannya.


Ekkhhmmmm...


Dimas berdehem sangat keras, sehingga membuat Ayla terlonjak kaget. Tubuhnya sampai terangkat sedikit dari kasur.


" Ehh..ka..kak Dimas " Ayla menjadi panik sendiri melihat Dimas di depannya.


Bagaimana tidak, Dimas hanya menggunakan handuk saja dan dadanya tidak tertutup apapun.


" Ka..kak Dimas mau apa ?" tanya Ayla panik.


Dimas tidak menjawab. Dia malam memajukan wajah mendekat ke wajah Ayla. Ayla memundurkan punggungnya, tapi bokongnya tidak berpindah sama sekali.

__ADS_1


" Kak Dimas ma..mau apa ?"


Dimas masih tidak menjawab, dia semakin mendekatkan wajahnya hingga tubuh Ayla berbaring di atas kasur dengan kaki yang tergantung di pinggir kasur.


Dimas tersenyum miring melihat Ayla seperti itu. Dia naik ke atas kasur seperti menindih Ayla. Kedua lututnya berdekatan dengan paha Ayla dan kedua tangannya berdekatan dengan dada Ayla, tapi Dimas hanya memegang kasur saja.


Wajahnya lucu juga saat panik _batin Dimas_ saat ia melihat wajah Ayla dari dekat.


" Kak..kak Dimas jangan macam-macam yah.." ancam Ayla. Dia memegang kedua tangan Dimas yang mengapit tubuhnya.


" Kamu menduduki bajuku. Bisa kamu pindah ?" ucap Dimas tepat di depan wajah Ayla. Bahkan hanya berjarak 5 cm saja. Dimas sengaja menggoda Ayla, karena melihatnya melamun dan panik saat melihat dirinya.


Mata Ayla melotot, ia melihat ke bawah dan benar saja ia menduduki sebuah baju. Ayla buru-buru mendorong Dimas dari atas tubuhnya, sehingga Dimas sedikit terdorong.


Kekuatan Ayla yang sedikit, sebenarnya tidak mampu membuat Dimas berpindah dari posisinya, tapi Dimas sengaja bangun dari posisinya untuk membiarkan Ayla berpindah.


" Ma..maaf kak. Aku nggak melihatnya " Ayla berpindah dari posisinya dan berdiri di sisi ranjang.


Dimas hanya diam saja seraya melirik Ayla dengan ekor matanya. Dia mengambil bajunya dan mengenakannya di depan Ayla. Ayla yang melihat itu menjadi panik dan buru-buru membelakangi Dimas.


Setelah merasa Dimas sudah selesai ,Ayla sedikit berbalik untuk melihat apakah Dimas sudah selesai. Setelah melihat Dimas sudah selesai, Ayla mencoba untuk bertanya.


" Air yang ada di dalam teko sudah habis. Kami pergilah isi ke dapur dan membawanya kembali ke sini !" perintah Dimas.


Sebenarnya Dimas tidak memiliki sesuatu yang harus ia suruh pada Ayla, tapi kebetulan airnya sudah habis dan Dimas juga ingin tahu apakah Ayla mau untuk dia suruh.


" Ohh..iya, kak " Ayla mengambil teko itu yang berada di atas meja kecil sampai kasur dan membawanya keluar untuk di isi.


Setelah kepergian Ayla, Dimas mengambil Hp nya untuk mengecek apakah ada pesan yang masuk. Dan benar saja, ada belasan pesan yang berada dari kekasihnya, Sinta.


Dimas membukanya dan membaca pesan tersebut.


Pesan yang masuk pukul 09:05


Kamu benar-benar tidak ingin kembali ke negara S ?


Dimas...


Balas pesanku ! kamu tega membiarkan aku kembali sendirian ?

__ADS_1


Pesawat akan lepas landas jam 13:00 nanti, aku menunggumu di bandara untuk kembali bersama.


Jika memang kamu belum mau kembali, setidaknya kamu hadir di bandara untuk melihatku pergi.


Aku akan menunggumu


Jangan buat aku kecewa yang kedua kalinya dengan kamu tidak ada di bandara.


Pesan masuk pada pukul 12: 30


Dimas...


Pesawat akan take off 30 menit lagi.


Kamu benar-benar tidak ingin melihatku pergi. Kamu sangat jahat padaku.


Aku hanya sendirian di sini, tidak ada siapapun yang mengantarku. Paman dan bibiku sedang pergi keluar kota dua hari yang lalu.


*Kamu bahkan tidak pernah menghubungiku sama sekali. *


Aku sangat kecewa padamu. Jangan harap untuk bisa bertemu denganku lagi nanti.


Aku masih menunggumu. Jika sampai pesawat sudah lepas landas dan aku tidak melihatmu datang, aku ingin hubungan kita berakhir.


Pesan terakhir yang Sinta kirim pada Dimas.


Dimas yang membaca semua pesan kekasihnya buru-buru melihat jam. 5 menit lagi jam satu, itu tandanya 5 menit lagi pesawat akan take off.


Dimas menjadi panik. Ia menyambar kunci mobilnya dan berlari dengan terburu-buru keluar dari kamar. Saat di tanggap, ia berpapasan dengan Ayla yang membawa teko. Dimas tidak mengatakan apapun pada Ayla, ia hanya meliriknya saja dan berlari menuruni tangga sampai di bagasi mobil.


Dengan kecepatan tinggi Dimas melajukan mobilnya menuju bandara. Dalam perjalanan Dimas menghubungi sang kekasih, tapi tidak di jawab juga olehnya. Berkali-kali Dimas mencoba, tapi hasilnya tetap sama.


" Sial...angkat telponku Sinta " Dimas sangat panik. Ia mencoba sekali lagi, tapi nihil... hasilnya sama saja.


7 menit Dimas mengendari mobilnya hingga sampai di bandara. Padahal waktu yang sebenarnya membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai ke bandara. Dimas benar-benar membawa mobilnya dengan sangat capat, karena takut tidak bisa menemui kekasihnya lagi.


" SINTA...." Dimas berteriak di bandara dengan sangat keras. Membuat orang-orang yang ada di sana menoleh ke arahnya.


" KAMU DI MANA ? AKU SUDAH ADA DI SINI " Dimas lagi-lagi berteriak sambil berlari mencari kekasihnya.

__ADS_1


Dimas melihat FIDS (Flight Information Display System) untuk mengetahui apakah pesawat yang menuju ke negara S sudah terbang. Dan ternyata pesawat yang menuju negara S sudah kelas landas 2 menit yang lalu.


__ADS_2