
" Kenapa? kamu nggak setuju ? kalau kamu tidak setuju, yah tidak usah pergi"
" Baiklah. Aku setuju, dad " Dimas akhirnya setuju. Yang penting ia bisa ke negara S besok, untuk waktu 3 hari yang diberikan oleh daddy, ia akan mencari alasan lain nanti agar bisa lebih lama di sana.
Dimas melupakan daddy-nya, kalau dia mempunyai mata di mana-mana. Daddy pasti tahu bagaimana saja kegiatannya. Daddy Hasbu bahkan bisa tahu, siapa Sinta sebenarnya.
" Yasudah.." sahut daddy Hasbu cuek.
Setelah memberitahu kedua orang tuanya, Dimas pergi ke kamarnya untuk membereskan barang yang akan dia bawa besok pagi, serta dia akan memesan tiket secara online.
" Kalian berdua pergilah tidur, ini sudah malam!" mom Awah memerintahkan kedua gadis remaja itu untuk pergi tidur. Mengingat besok Dista sudah mulai masuk sekolah kembali.
Dista dan Ayla yang masih sangat asik nonton TV, menoleh saat mendengar suara mom Awah menyuruh mereka tidur. Mereka saling pandang dan Dista mengajukan syarat.
" Dista ingin tidur, tapi...aku harus tidur dengan Ayla. Bagaimana ?" Dista masih ingin nonton TV dan melanjutkannya nanti di kamar bersama Ayla sambil berbaring di atas kasur. itu pasti sangat menyenangkan, pikirnya.
Mom Awah dan daddy Hasbu saling pandang, kemuadian mom Awah melihat ke arah Ayla yang tersenyum seraya mengangguk. Sepertinya Ayla juga sangat ingin tidur dengan Dista.
" Sayang..tap.." mom Awah ingin melarangnya, tapi daddy Hasbu lebih dulu berbicara.
" Boleh. Kalian pergilah " daddy Hasbu menyetujui, karena ia tahu Ayla butuh kesenangan. Jika Ayla hanya bersama Dimas, ia tidak yakin Ayla akan sebahagia seperti bersama Dista. Apalagi Ayla sedang hamil dan moodnya kurang bagus.
Mom Awah kaget dan tidak setuju. Ia ingin protes sama suaminya, tapi daddy Hasbu menggeleng tanda nanti mereka akan membicarakannya. Mom Awah memilih pasrah.
" Terimakasih, daddy " Dista begitu senang. Ia memeluk daddy Hasbu dan kemudian mengecup pipinya sekilas. Dista kemudian beralih ke sang mommy dan melakukan seperti yang ia lakukan pada daddy.
" Ayo, daddy bantu ke kamar " daddy Hasbu berdiri dan menghampiri Ayla.
" Sebenarnya aku bisa sendiri, dad " Ayla merasa malu, kalau daddy Hasbu yang menggendongnya naik.
" Tidak apa-apa. Daddy akan bantu " daddy Hasbu sudah bersiap untuk menggendong Ayla. Dista juga sudah siap memegang selang infusnya.
Daddy Hasbu menggendong Ayla sampai di kamar Dista, sedangkan mom Awah mengikuti mereka dari belakang. Sampai di kamar Dista, daddy Hasbu menurunkannya dengan hati-hati.
__ADS_1
" Good night mom, dad " ucap Dista seraya mencium pipi kedua orang tuanya lagi.
" Good night too, sayang " mom Awah juga mencium pipi putrinya, kemudian beralih ke pipi Ayla.
Mom Awah dan daddy Hasbu meninggikan mereka. Ayla yang di cium oleh mom Awah mematung sebentar, ada perasaan terharu dan bahagia mendapatkan prilaku seperti itu dari sang mertua. Mereka kemudian melanjutkan nonton TV lagi.
Hari baru kembali berganti
Di negara yang berbeda, tampak seorang wanita tengah asik duduk di sebuah cafe terkenal di negara S. Dia terlihat sedang menyeruput kopi panasnya yang dia pesan sebelum. Matanya tidak henti-hentinya melihat ke arah benda pipih yang menyala itu. Menampilkan berbagai wajah berbagai orang di belahan dunia.
Hauhhh...
Wanita itu meletakkan handphonenya secara kasar, dia merasa sangat bosan.
" Ini sangat membosankan. Tidak ada Dimas yang akan menemaniku berbelanja " Ternyata wanita itu adalah kekasih Dimas, yaitu Sinta.
Sinta tengah bersantai di cafe yang berdekatan dengan kampusnya, sudah tidak ada lagi jam kuliahnya hari ini. Jam kuliahnya sudah selesai 1jam yang lalu, yang artinya Sinta sudah duduk di sana selama 1 jam lamaran.
Biasanya, saat jam kuliah hanya sedikit, Sinta dan Dimas akan pergi berbelanja ke sebuah mall terbesar di kota itu. Tas-tas dan gaun-gaun mewah akan Sinta beli menggunakan uang kekasihnya.
Dan semenjak Sinta berhasil memasukkan bubuk pada saat itu, dia kembali ke apartemen milik Jaki dan membuat pesta di sana. Namun, keesokan harinya dia mendapat kabar bahwa Jaki mengalami kebangkrutan pada usaha haram miliknya. Sehingga tidak ada lagi pemasukan dan detik itu juga Sinta memutuskan hubungan dengan mereka. Jadi Sinta sudah tidak memiliki partner lagi.
Maka dari itu, Sinta mengancam Dimas akan memutuskan hubungan mereka, kalau Dimas tidak menemui hari hari ini. Uang jajan yang di berikan oleh orang tuanya sudah habis dan jika dia meminta uang, dia hanya akan di berikan yang cukup buat makan saja.
Sinta yang tengah asik meratapi kebosanannya, dia tidak menyadari ada seorang pria yang duduk di depannya.
" Heii..ada apa denganmu ? kenapa kamu terlihat tidak bersemangat ?" pria itu membuyarkan lamunan Sinta.
" Ehh..sejak kapan lu di sini?" bukannya menjawab Sinta malah balik bertanya, setelah menyadari siapa yang ada di depannya.
" Baru saja. Gua melihatmu melamun, jadi gua menghampirimu "Sinta hanya ber Oh saja dengan mulut yang membulat.
" Kenapa lu hanya sendiri di sini ?di mana kekasihmu?" pria itu celingak-celinguk mencari keberadaan Dimas.
__ADS_1
" Dimas masih tinggal di negaranya " jawab Sinta malas.
" Why? bukankah kalian pergi ke sana bersama ? jadi seharusnya kalian kembali bersama dong "
" Maunya seperti itu, tapi katanya ada sedikit masalah di keluarganya, sehingga dia tidak bisa kembali kesini. jawab Sinta seraya menyeruput kopinya.
Pria itu hanya mengangguk, kemuadian bertanya kembali.
" Gua dengar partnermu juga ikut ke Negera I waktu itu ? apa mereka tidak pulang ke sini juga ?" Pria itu ternyata tahu, kalau Sinta memiliki partner.
" Yahh.. mereka memang ikut, tapi mereka bangkrut. Mereka bukan partner gua sekarang" Sinta mengangkat bahunya tak acuh.
" Woah.. really? "
" Yahh..memang kenapa ?" Sinta heran melihat respon pria itu.
" Lu seperti tidak tahu saja apa yang ada di pikiran gua " pria itu menaik turunkan kedua alis dengan senyuman yang terlihat aneh.
Dahi Sinta mengkerut, ia tidak mengerti maksud dari pria itu.
" Haiis..lu beneran nggak ngerti?" Sinta menggeleng dengan bingung.
" Haiss...dasar pelupa " pria itu berdiri dari duduk, kemudian membungkuk. sehingga mulutnya bisa sangat dekat dengan telinga Sinta.
" Ikut gua ke apartemen " setelah mengatakan itu, pria itu meninggal Sinta yang menatapnya kaget.
Sinta akhirnya mengerti maksud dari pria itu. Sebuah senyuman kecil terlihat di bibir Sinta mengingat apa yang akan mereka lakukan. Sinta kemudian menyusul pria itu keluar dari cafe.
.
.
NEXT..
__ADS_1
Siapa pria itu yah kira-kira?🤔