Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU

Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU
Baba 87. Tidak pernah memberitahu


__ADS_3

Malam harinya di mansion Smith


Di salah satu ruangan pribadi milik daddy Hasbu. Di mana dia terlihat sangat serius menatap layar kecil di depannya. Raut wajahnya sering berubah-ubah. Kadang dia mengerutkan keningnya, kadang juga dia terlihat datar. Terkadang juga tangannya terkepal kuat di atas meja.


" B**t*h" daddy Hasbu mengumpat setelah menyelesaikan melihat Cctv yang ada di SMA Jaya biru.


" Mereka benar-benar keterlaluan dalam bermain" daddy Hasbu menutup leptopnya. Kemudian ia mengambil handphonenya yang ada di atas meja. Ia akan menelpon sekertarisnya.


" Ke mansion sekarang!" setelah teleponnya tersambung, ia langsung menyuruh sekertarisnya ke mansion tanpa mendengar jawaban dari sekertarisnya.


Beberapa menit kemudian terdengar suara pintu ruang kerja milik daddy Hasbu di dalam mansion di ketuk dari luar.


" Masuk!" daddy Hasbu mempersilakan.


" Duduklah!" perintah daddy Hasbu kembali setelah sekertarisnya bernama Felix masuk dan berdiri di depannya.


Felix pun mengangguk dan duduk sesuai perintah atasannya. " Ada hal penting apa anda memanggil saya, tuan ?"


"Saya punya tugas untukmu" ucap daddy Hasbu dengan mata tajamnya serta menyatukan kedua jarinya dan kedua sikunya bertumpu di atas meja.


" Apa itu, tuan?"


" Besok pagi pergilah ke SMA jaya biru dan temui pak Dula. Perlihatkan CCTV yang saya kirimkan padamu, tapi jangan langsung memperlihatkan CCTV nya"


" Memang kenapa, tuan" kening Felix sedikit mengekerut.


Daddy Hasbu tidak langsung menjawab. Dia kembali membuka leptopnya dan memperlihatkan CCTV yang dia tonton sebelumnya .


" Lihatlah!" daddy Hasbu membalik leptopnya agar tampilan layarnya bisa Felix lihat.


Setelah Felix menontonnya, dia juga kaget dengan apa yang dia lihat di CCTV itu. "Bukankah gadis ini Putri pak Dula?" tanya Felix memastikan.


" Benar sekali. Jadi kamu pasti sudah tahu apa tugasmu dan bagaimana kamu melakukannya besok?"


" Saya sudah mengerti, tuan" Felix akhirnya mengerti kenapa tuan Hasbu melarangnya memperlihatkan CCTV itu secara langsung pada pak Dula.


" Bagus kalau begitu. Besok pagi kamu harus melakukannya dan saya tidak ingin mendengar kabar yang tidak seharusnya saya dengar" daddy Hasbu mengucapkannya dengan santai, tetapi dengan penekanan yang kuat agar Felix tidak melakukan kesalahan dalam tugasnya.


" Baik, tuan. Saya yakin besok anda akan mendengar kabar baik" Felix mengangguk yakin.


" Baiklah, kamu boleh pergi" daddy Hasbu mengibaskan tangannya.


Felix mengangguk dan berdiri. "Saya permisi tuan" Felix mengangguk dan meninggalkan ruang kerja pribadi daddy Hasbu sekaligus meninggalkan mansion Smith.


Saat Felix tengah berada di tengah-tengah tangga dan ingin turun ke bawa, Felix berpapasan dengan nona muda Smith.

__ADS_1


" Paman Felix" panggil Dista.


" Ada apa nona?"


" Apa paman baru saja menemui daddy ?"


" Iya, nona"


" Ohh baiklah" Dista hanya basa-basi saja, karena ia berpapasan dengan paman Felix. Ia tidak mungkin acuh tak acuh padanya, baginya itu bukanlah sifat yang sopan.


Dista melangkah ke ruang kerja daddy Hasbu. Sebelum masuk Dista mengetuk pintu dan memanggil sang daddy.


" Kebetulan sekali kamu ada di sini" ucap daddy Hasbu.


" Memang kenapa, dad?" tanya Dista seraya duduk di depan daddy.


Daddy Hasbu tidak langsung menjawab. Ia menatap putrinya dengan tatapan yang tak terbaca, kemuadian ia menarik nafas dan menghembuskannya.


" Kenapa kamu tidak pernah memberitahu daddy?"


" Memberitahu? memberitahu apa, dad?" kening Dista mengkerut.


" Jika selam di sekolah mereka selalu mengganggumu"


" Dista tidak memberitahu daddy, karena menurutku itu hanya masalah sepele dan masih bisa Dista tangani sendiri"


" Dista hanya tidak ingin membuat pekerjaan daddy terganggu. Masa Dista hanya di ganggu seperti itu, Dista harus melapor pada daddy. Dista seperti anak lemah tahu dad" tambah Dista.


" Kamu bilang kamu bisa mengatasinya sendiri?" Dista mengangguk. " Tapi buktinya sampai saat ini mereka masih mengganggumu. Sampai-sampai membuat Ayla keguguran, karena ulah mereka. Mereka sudah terlalu terlewat batas" ucap daddy Hasbu dengan tegas.


" Dan kenapa kamu tidak memberitahu, kalau Ayla hampir terjatuh sebumlnya?" tanya daddy Hasbu lagi.


" Maafin Dista, dad. Dista tidak bermaksud menyembunyikannya dari daddy dan mommy, tapi Ayla memintaku untuk tidak memberitahu kalian. Ayla takut mommy tidak akan mengizinkan Ayla ke sekolah" Dista menunduk dan tidak berani menatap daddy-nya.


" Dista tatap daddy! jangan pernah menunduk seperti itu! daddy tidak suka"


" Maaf, dad" Dista mendongak menatap daddy-nya dengan mata yang berkaca-kaca.


" Setelah ini, daddy tidak ingin kamu menyembunyikan apapun dari daddy. Kamu harus belajar dari kejadian ini, mengerti?"


Dista mengangguk. " Maafin Dista daddy. Dista mengaku salah" Dista sudah tidak sanggup menahan air matanya, sampai akhirnya lolos juga.


Daddy Hasbu yang melihat itu merasa tidak tega. Ia menarik nafas berat, kemuadian ia berdiri dan memeluknya putrinya.


" Percayalah, apa yang daddy dan mommy lakukan itu untuk kebaikan kalian. Daddy akan merasa sedih melihat putri-putri daddy di perlakukan seperti itu dan sayangnya daddy terlambat mengetahuinya" ucap daddy Hasbu di sela pelukannya seraya mengusap kepala Dista.

__ADS_1


" Iya, dad" jawab Dista pelan.


" Baiklah, kembalilah ke kamarmu dan tidur!" daddy Hasbu melepas pelukannya.


" Boleh aku tidur dengan kalian malam ini?" tanya Dista dengan wajah memohon.


" Tidak boleh!" daddy Hasbu tidak mengizinkannya. Tahu saja jika malamnya akan tertunda, kalau putrinya tidur dengannya.


" Gendong" Dista cemberut dan kembali merengek rengek Dista. Ia merentangkan kedua tangannya ke atas agar daddy menggendongnya. Ia sangat ink bermanja-manja dengan daddy-nya.


Daddy Hasbu lagi-lagi menghela nafas. Ingin rasanya ia menolak, tapi melihat wajah putrinya yang sangat mengharapkannya, membuat ia tidak bisa menolong dan menggendong Dista ke kamarnya.


**


Jika di mansion ada Dista yang tengah bermanja-manja dengan sang daddy berbeda dengan sepasang suami-istri yang ada di rumah sakit.


Mereka terlihat saling diam satu sama lain. Setelah Ayla beristirahat dan kini sudah bangun kembali, membuat Dimas bingung untuk memulai.


kruukk


Di tengah kesunyian terdengar suara yang sangat memalukan bagi Ayla. Dia sampai memegang perutnya dan merutuki perutnya yang berbunyi.


" Apa kamu lapar?" tanya Dimas.


Ayla yang mendengar itu malah menjadi sebal sendiri. Bagaimana tidak, Dimas bisa mendengar suara perutnya dan dia masih bertanya.


" Masi nanya lagi. Yaiyalah aku lapar, aku akan belum makan dari siang" Ayla memanyunkan bibirnya, tapi Dimas tidak melihatnya karena ia membelakanginya.


" Kamu ingin makan apa?"


" Terserah" jawab Ayla ketus.


" Yaa..terserah nya apa?" Dimas jadi bingung untuk membeli apa, karena ia tidak tahu apa yang Ayla suka dan dia tidak suka.


" Ya apa aja" sahut Ayla lagi.


Dimas terdiam dan akhirnya memilih pergi. Ia akan tahu nanti akan membeli apa. Setelah kepergian Dimas, Ayla membalik tubuhnya.


" Dia menyebalkan sekali. Kalau perutku tidak berbunyi mungkin aku akan mati kelaparan di sini" gerutu Ayla.


.


.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2