Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU

Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU
Bab 12. Bertemu orang tua Dista


__ADS_3

"Buka pintunya cepat!" perintah Dista pada penjaga gerbang itu.


Penjaga yang melihat nona mudanya ada di luar segera membuka gerbang itu lebar-lebar.


"Ayo Ay, kita masuk!" Dista naik kembali ke sepeda itu.


"Enggak di dorong aja sepedanya?" tanya Ayla.


"Enggak lah, masih jauh ke dalam, capek kalau jalan kaki" ucap Dista.


"Benarkah?" tanya Ayla.


"Iyah, ayo jalan lagi!" jawab Dista.


Ayla kembali mengayuh sepedanya melewati gerbang besar dan tiga penjaga di sana. Para penjaga yang melihat itu merasa heran. Mereka saling pandang satu sama lain.


"Kenapa nona muda bisa pulang naik sepeda?" tanya penjaga putih


"Aku juga tidak tahu" jawab penjaga hitam.


"Terus di mana pak Jang? kenapa dia tidak bersama nona muda?" tanya penjaga merah.


"Di sana, itukan mobil yang di kendarai oleh Pak Jang" tunjuk penjaga putih di luar gerbang.


Mobil yang di kendarai pak Jang memasuki halaman manssion. Dia melajukan mobilnya ke parkiran khusus mobil.


"Kenapa mereka bisa berpisah seperti itu?" tanya penjaga putih.


"Tidak tahu" Jawab penjaga merah.


"Sudahlah, lanjutkan pekerjaan kalian" perintah penjaga hitam. Penjaga putih dan merah melanjutkan pekerjaan mereka. penjaga hitam menutup pintu gerbang kembali.


...----------------...


Ayla dan Dista sudah memasuki halaman manssion. Ayla yang pertama kali datang ke manssion milik Dista begitu kagum. Dia terperangah melihat keindahan manssion milik Dista.


Saat mereka melewati pintu gerbang, mereka akan melihat halaman yang luas yang di penuhi padang rumput dengan letak manssion berada di tengah-tengah.


Jalan yang di lalui oleh sepeda Ayla berupa jalan setapak, tetapi di lapisi batako yang susun rapi sampai di pintu masuk manssion.


"Ini benar-benar rumahmu, Dista?" tanya Ayla. Ia begitu tidak percaya dengan pemandangan yang ia lihat di depan matanya.


" Bukan, ini rumah mommy dan daddy ku" gurau Dista.


" Itu sama saja" ucap Ayla.


"Hahah....lagian, kamu nanya aneh-aneh"


" Bagaimana tidak aku bertanya seperti itu, rumahmu sangat besar dan luas" Dista hanya tersenyum mendengar ucapan Ayla.


"Bawa sepedamu sampai di depan pintu, ya!" perintah Dista.


Ayla mengayuh sepedanya sampai di depan pintu masuk manssion.


"Alhamdulillah, akhirnya sampai" ucap Ayla. Dista turun dari sepeda begitupun Ayla.

__ADS_1


"Ayo masuk!" ajak Dista.


Ayla menurunkan standar sepedanya dan menghampiri Dista yang berdiri di depan pintu. Dista membuka pintunya.


"Assalamualaikum. Mommy, Dista sudah pulang nih" teriak Dista. Dista meraih tangan Ayla dan membawanya masuk ke dalam manssion.


"Waalaikumsalam" jawab mom awah dari ruang keluarga.


Dista yang mendengar suara mommy-nya segera menghampirinya. Ia tahu jika sang mommy pada jam seperti ini pasti sedang bersantai di ruang TV.


Dista kembali menarik Ayla. Ayla yang di tarik hanya mengikut saja tanpa mengatakan apapun. Saat Dista menariknya, matanya memperhatikan ruangan di sekelilingnya yang ia lewati.


"Mommy" Panggil Dista.


Mom Awah menoleh saat mendengar suara anak bungsunya. Ia segera berdiri dan menghampirinya. Ia merasa bingung, kenapa anak bungsunya itu cepat pulang, padahal ini baru pukul sebelas.


"Sayang, kamu sudah pulang? kenapa cepat sekali? kamu tidak bolos, kan?" tanya mom Awah curiga.


"Ihh.. enggak yah, Dista memang cepat pulang hari ini, karena guru sedang rapat" jawab Dista. Mom awah ber oh ria mendengar jawaban anaknya.


"Enggak mau salim sama mommy, nih?" tanya mom Awah.


Dista yang mendengar itu cengengesan, karena sejak tadi ia hanya memanggil sang mommy sampai lupa jika ia belum salim.


"Heheh...maaf mom, Dista lupa" ucap Dista.


Mom Awah mincak-mincak mendengarnya. Dista menyakini tangan sang mommy kemudian mencium tangannya.


"Oh..Iyah mom, Dista bawa seseorang datang ke sini" ucap Dista. Ia menoleh ke arah Ayla yang sejak tadi hanya diam memperhatikan sekelilingnya.


"Loh ini Ayla, kan? yang ada di rumah sakit waktu itu?" ucapmom Awah.


"Ayo kalian duduk, mommy akan suruh Tila untuk membuat minuman untuk kalian" ucap mom Awah. Ia ingin pergi memanggil Tila, tapi terhenti karena Dista kembali memanggilnya.


"Mom, minumannya yang seger, yah! sekalian buat makanan, soalnya kami laper, heheh..." ucap Dista.


"Oke" jawab mom Awah. Ia pergi ke dapur dan memanggil Tila, sekalian ia juga ingin membuat makanan untuk Dista dan Ayla.


Ayla yang mendengar kata ' kami ' dari ucapan Dista, langsung memukul pahanya pelan.


"Enggak usaha bikin makanan untuk aku. Aku akan langsung pulang" ucap Ayla


" Jangan pulang dulu. Emang, kamu nggak capek? istirahat dulu, sekalian makan di sini" ucap Dista.


" Aku takut ngerepotin mommy, kamu" ucap Ayla.


" Seharusnya aku yang ngerepotin kamu, karena kamu yang antar ku sampai ke sini" ucap Ayla.


"Enggak apa-apa, itung-itung olahraga" jawab Ayla sambil tersenyum.


"Ini minumannya nona-nona" ucap Tila. Ia meletakkan minuman itu di atas meja.


"Terimakasih kak Tila" ucap Dista.


"Sama-sama, nona. Saya kembali ke belakang, nona!" ucap Tila. Tila meninggalkan mereka dan kembali ke dapur membantu mom Awah yang sedang membuat makan

__ADS_1


"Itu kakak kamu?" tanya Ayla.


"Bukan. Dia salah satu bekerja di sini. Aku memang memanggilnya dengan sebutan kakak, karena dia hanya beda 5 tahun dariku" jawab Dista.


"Ohh.. ceritanya kayak pembantu gitu?"


"Yahh..seperti itu"


Mereka minum minuman yang di bawah boleh Tila tadi.


...----------------...


Di luar manssion, nampak sebuah mobil berwarna putih memasuki halaman manssion. parah penjaga yang melihat itu membungkuk hormat.


Seorang pria keluar dari kursi kemudi pria itu terlihat berjalan dengan sangat gagah walaupun dirinya sudah memasuki setengah abad.


Dia adalah daddy Hasbu, yang baru saja pulang dari kantor. Dia memang selalu pulang lebih awal jika tidak memiliki banyak pekerjaan di kantor. Dia lebih memilih menghabiskan uangnya bersama dengan istr tercintanya, mom Awah.


Daddy Hasbu melangkah menuju pintu, namun ada yang mengganjal penglihatannya.


" Sepeda siapa ini?" batin daddy Hasbu. Ia memperhatikan sepeda yang terparkir di depan pintu.


"Setahuku tidak ada yang mempunyai sepeda disini" ucap daddy Hasbu sangat pelan, hanya dia yang dapat mendengar suaranya sendiri.


"Pak Jang, sepeda siapa ini?" tanya daddy Hasbu pada pak Jang yang kebetulan sedang lewat di depannya.


"Itu sepeda milik teman nona muda, tuan" jawab Pak Jang.


Daddy Hasbu yang mendengar itu segera masuk ke dalam dan mencari sang putri bungsu.


"Dista" panggil daddy Hasbu saat melihat sang anak sedang duduk bersantai bersama teman yang pak Jang maksud.


"Daddy, daddy sudah pulang?" tanya Dista saat melihat sang daddy sudah ada di sana. Ia mendekat dan menyakini tangan sang daddy.


"Iyah, pekerjaan daddy hari ini tidak banyak" jawab daddy Hasbu. Ia menerima tangan putrinya dan mencium keningnya.


"Oh Iyah dad, kenalin ini sahabat Dista, namanya Ayla" Dista memperkenalkan Ayla kepada daddy'nya.


"Halo om, saya Ayla" ucap Ayla. Ia juga menyalimi daddy Hasbu.


.


.


.


.


.


.


.


NEXT....

__ADS_1


HALO TEMAN-TEMAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN SETELAH MEMBACA CERITANYA.


LIKE, COMMENT, AND VOTE....


__ADS_2