Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU

Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU
Bab 26. Mencari gara-gara


__ADS_3

" Heii.. adikku, kenapa kamu menghilang" Dimas mencoba memanggil Dista. Mom Awah mengarahkan kameranya pada Dista.


" Aku di sini" jawab Dista. Ia fokus melihat layar TV di depannya, walaupun pikirannya tidak.


"Apa kau tidak rindu dengan kakak, hah?" tanya Dimas. Ia masih berusaha memancing adiknya.


" Tidak" jawab Dista singkat.


Mambuat Dimas kaget dengan jawaban adiknya yang sangat singkat. Padahal Dista tidak pernah memberi jawaban padanya seperti itu. Mom Awah yang melihat kekagetan putranya hanya tertawa kecil.


" Mom, sepertinya itu bukan putrimu" ucap Dimas.


" Masa sih? itu putri mommy loh" Kenapa kamu bilang gitu?" tanya mom Awah.


" Soalnya beda, mom. Adikku tidak pernah menjawab sesingkat itu pada Dimas" jawab Dimas.


" Hahah..kamu ini" mom Awah tertawa mendengar jawaban putranya, sedangkan daddy Hasbu ia juga tersenyum kecil mendengarnya.


" Mom, sambungkan HP-nya ke TV biar Dimas bisa lihat wajah Dista dan juga melihat Dimas!" pinta Dimas.


TV di manssion Smith memang sangat canggih. Bisa menyambungkan Hp, sehingga dapat di lihat oleh semua orang dengan jelas. Ada juga sebuah kamera kecil yang tertempel di atas TV supaya saat Vidio call seperti ini, dapat di lihat oleh si penelpon.


Mom Awah menyambungkan Hp suaminya ke TV, sehingga muncullah wajah Dimas di layar TV yang besar itu. Dimas dapat melihat keluarganya yang sedang duduk di depan TV.


" Hay.. adikku yang cantik" sapa Dimas kembali.


Ia kali ini memuji adiknya, karena melihat wajah adiknya yang tampak tidak semangat dan sangat murung.


Mendengar pujian dari sang kakak, alis Dista mengkerut. Tidak biasanya Dimas memujinya seperti itu. Dia akan selalu meledeknya dengan menyebut adik jellek .


" Tumben" ucap Dista.


" Kok gitu, biasanya kakak sering muji loh" ucap Dimas.


" Yee...gak pernah kali" ucap Dista.


" Masa...?" tanya Dimas. Ia mulai memancing adiknya. Ia melihat adiknya mulai terpancing. Raut wajah Dista sudah mulai berubah menjadi kesal bukan lagi murung.


" Ya iyalah. Kak Dimas seringnya sebutin Dista jellek" jawab Dista.


" Kamu ngaku dong kalau kamu jellek" ucap Dimas.


" Ihh..kok gitu. Tadi muji sekarang ngeledek, kakak maunya apa sih? katanya cari Dista, kok bilangnya gitu" ucap Dista. Ia mengeluarkan kekesalannya. Ia sejak tadi tidak mood, tapi sekarang sang kakak malam mencari gara-gara lagi dengannya membuat moodnya semakin tidak baik.


Melihat adiknya sudah sangat kesal membuat Dimas bingung. Ia hanya ingin membuat adiknya ceria lagi, tapi ini malah sebaliknya.


" Maafkan kakak. Kakak hanya ingin membuat Dista tersenyum. Kakak rindu tau sama omelan Dista, makanya kakak cari gara-gara" ucap Dimas. Ia mulai mengeluarkan isi hatinya yang merindukan sang adik.


" Kakak bohong yah? mau ledekin Dista lagi kan?" Dista tidak percaya dengan omongan kakaknya.


" Kakak nggak bohong tahu. Kenap kakak telpon lagi, karena tadi pagi kakak nggak dengar suara Dista. Kakak jadi rindu dengan teriakan kamu, kalau kakak telpon mommy" jawab Dimas.


" Kenapa kakak nggak telpon Hp Dista?" tanya Dista.


" Yahh..kenapa yah? kakak juga nggak tahu" jawab Dimas. Mendengar jawaban kakaknya Dista hanya mincak-mincak saja.

__ADS_1


" Makanya pulang, kalau rindu sama Dista" ucap Dista.


" Mau sih gitu, tapi kakak nggak bisa pulang tahun ini. Kakak akan pulang tahun depan" ucap Dimas.


" Lama banget .Dista sudah kelas dua SMA, kalau kakak pulanya tahun depan" ucap Dista.


" Bagus dong. Kakak pulang saat Dista libur sekolah, jadi kita akan pergi jalan-jalan saat kakak sudah di sana" ucap Dimas.


" Kakak serius?" tanya Dista berbinar mendengar kata jalan-jalan.


" Kakak serius" jawab Dimas.


" Heheh..yaudah nggak apa-apa kakak pulang tahun depan asalkan kakak tepatin ucapan kakak" ucap Dista cengegesan. Dimas tersenyum melihat adiknya yang sudah tampak ceria lagi .


Mom Awah dan daddy Hasbu yang sejak tadi ada di sebelah sang putri dan memperhatikan interaksi kedua anaknya membaut mereka tersenyum. Mereka bangga dengan putranya yang dapat merubah mood adiknya.


" Kakak akan menepatinya. Kakak janji" ucap Dimas seraya mengangkat jari kelingkingnya untuk terikat janji dengan adiknya.


Dista juga mengangkat jari kelingkingnya tanda ia menerima janji sang kakak. Dista tersenyum melihat sang kakak mengingat kebiasaannya ketika ia berjanji.


Namun senyum itu surut saat ia melihat seorang perempuan melintas di belakang sang kakak.


" Kak, perempuan itu siapa?" tanya Dista.


" Yang mana?" tanya Dimas bingung, karena hanya dia yang berada di depan kamera saat ini.


" Itu tuhh..di belakang kakak" tunjuk Dista.


Daddy Hasbu dan mom Awah juga ikut melihatnya.


" Siapa itu?" tanya daddy Hasbu dengan mengintimidasi.


Dimas menelan silvanya melihat tatapan sang daddy . " Hah..aku ketahuan. Padahal aku akan memperkenalkannya pada mereka saat pulang nanti" batin Dimas


" Dimas " panggil daddy Hasbu kembali.


" Ehh..iya dad" jawab Dimas.


" Jawab pertanyaan daddy. Apa kamu bermain wanita di sana?" curiga daddy Hasbu.


" Ehh..enggak. Dimas nggak main" Dimas menggeleng.


" Terus dia siapa? " tanya mom Awah.


" Dimas akan mengenalkannya pada kalian" ucap Dimas.


Dimas kemudian berteriak memanggil perempuan yang mereka lihat tadi.


" Kenalkan mom, dad, Dista, ini Sinta kekasih Dimas ." ucap Dimas. Ia memperlihatkan wajah Sinta pada keluarganya.


" Halo om ,tante , saya sinta" ucap Sinta serata melambaikan tangannya dan ia tidak menyapa Dista


Mom Awah ikut melambai ke arah Sinta sebagai tanda pengenalan. Daddy Hasbu hanya mengangguk untuk menjawab sapaan Sinta, sendangkan Dista dia hanya diam saja .


Raut wajahnya berubah melihat perempuan di samping kakaknya. Apalagi Sinta tidak menyapanya membuat ia memiliki kesan buruk pada Sinta

__ADS_1


" Dimas sebenarnya berniat mengenalkan Sinta pada kalian saat Dimas pulang nanti, tapi ternyata kalain lebih cepat tahu " ucap Dimas.


" Kenapa harus tunggu pulang?" tanya daddy Hasbu.


" Biar kalian dapat lebih mengenalnya dari pada lewat Hp seperti ini " jawab Dimas.


" Jangan melakukan hal yang lebih dan jangan sering bertemu di rumah, bertemulah di luar" daddy Hasbu memperingati.


" Tidak, dad . Lagi pula di sini ada teman Dimas namanya Kenan" ucap Dimas.


" Sama saja" ucap daddy Hasbu dengan wajah datar.


Entah kenapa ia juga tidak menyukai kekasih putranya itu. Padahal ia belum bertemu dengannya, tapi ia merasa tidak setuju.


" Maaf, dad" ucap Dimas.


Mom Awah yang melihat suami dan putrinya tampak tegang, ia memilih untuk mengakhiri telponnya .


" Yaudah, ingat pesan daddy-mu. Cepatlah pulang dan perkenalkan Sinta pada kami secara langsung" ucap mom Awah.


" Iya, mom. Pulang nanti Dimas akan membawanya ikut pulang" ucap Dimas.


Dista yang mendengar kakaknya akan membawa Sinta ke rumah ini membuat Dista kesal . Ia meninggalkan mereka dan menuju kamarnya.


Dimas yang sempat melihat raut wajah adiknya yang tampak kesal, merasa bingung.


" Dista kenapa? apa dia marah, karena aku lambat memberitahunya atau dia tidak setuju dengan Sinta?" batin Dimas.


Daddy Hasbu juga melakukan hal yang sama setelah putrinya pergi, tapi ia pamit lebih dulu pada putranya.


" Daddy ada kerjaan, kalain berbicaralah!" ucap daddy Hasbu. Ia kemudian meninggalkan istrinya untuk berbicara dengan putranya beserta kekasihnya.


Mom Awah yang merasa tidak enak dengan putranya , mencari alasan agar mereka tidak tersinggung.


" Sepertinya adikmu mengantuk, makanya dia seperti itu" ucap mom Awah.


" Enggak apa-apa, mom . Dimas mengerti" ucap Dimas.


" Yasudah, mommy matikan telponnya, yah? Siapa tahu Daddy butuh Handphone" tanya mom Awah.


" Iya, mom . Assalamualaikum" jawab Dimas seraya tersenyum . Mom Awah membalas senyumannya putranya dan mematikan sambungan telponnya .


.


.


.


.


NEXT...


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN SETELAH MEMBACANYA..


LIKE, COMMENT , AND VOTE...

__ADS_1


__ADS_2