Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU

Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU
Bab 18. Mencari rumah Ayla


__ADS_3

Daddy Hasbu menghubungi kepala sekolah tempat Ayla dan Dista sekolah.


"Halo pak Dula" ucap daddy Hasbu di balik telpon.


"Halo tuan Smith. Ada yang bisa saya bantu tuan?" jawab pak Dula di seberang telepon.


"Bisa anda kirimkan pada saya, biodata tentang siswi yang bernama Ayla"


"Apa yang tuan maksud Ayla Atlas Putri, kelas X satu?"


" Benar pak Dula".


"Baik tuan, saya akan mengirimnya sekarang"


"Baik" sambungan terlpon berakhir. Daddy Hasbu kembali menyimpan handphone di dashboard mobil.


"Bagaimana, dad? ada nggak?" tanya mom Awah penasaran.


"Ada, mom. Kita tunggu saja dia mengirimnya" jawab daddy Hasbu.


Ting...


Suara notifikasi handphone daddy Hasbu berbunyi. Mom Awah segera membuka handphonenya.


" Dari pak Dula" ucap mom Awah.


"Bukalah pesannya!" pinta daddy Hasbu. Mom Awah membuka pesannya dan membacanya.


Setelah membacanya mom Awah merasa prihatin.


"Ada apa, mom? Kenapa kamu terlihat sedih?" tanya daddy Hasbu saat melihat raut wajah istrinya yang berubah. Mom Awah menarik nafas.


" Nenek Ayla tidak punya nomor handphone sama sekali. Pihak sekolah, kalau ingin memberitahunya mengirim lewat surat saja" ucap mom awah.


"Terus bagaimana sekarang?" tanya Daddy Hasbu.


"Tapi di sini ada alamat rumahnya. Apa kita ke rumahnya saja?" tanya mom awah. Ia menoleh ke arah suaminya yang masih fokus menyetir.


"Lebih baik kita ke sana! Kita harus memberitahu keadaan Ayla saat ini, dia pasti khawatir dengan keadaan cucunya" jawab daddy Hasbu.


"Kamu benar, dad. kita ke sana saja sekarang?" ucap mom Awah.


"Boleh. Di mana alamatnya?" tanya daddy Hasbu.


"Di jalan XCC. Apa itu jauh, dad?" jawab mom Awah dan bertanya lagi.


"Sudah dekat di depan. Apa tidak ada nomor rumahnya yang tertera di situ?" tanya daddy Hasbu.


"Tidak ada" jawab mom Awah seraya menggeleng. Daddy Hasbu menganguk dan menambah kecepatan untuk lebih cepat sampai.


" Ini jalan XCC, mom" ucap daddy Hasbu. Mereka telah sampai di jalan yang tertera dalam biodata Ayla.


" Kita harus turun untuk bertanya pada warga sekitar, karena kita tidak tahu di mana rumah Ayla, dad" ucap mom Awah.

__ADS_1


"Baiklah" daddy Hasbu setuju. Ia menghentikan mobilnya di depan salah satu warga di sana.


Mom Awah turun dari mobil dan menghampiri seorang ibu rumah tangga yang sedang menyapu halaman rumahnya.


"Permisi bu" ucap mom Awah. Daddy Hasbu mengikuti istrinya dari belakang.


"Iya, ada apa nyonya?" tanya IRT bingung. Ini pertama kalinya dia melihat seseorang yang berpenampilan sangat elegan datang ke rumahnya. Apalagi dia melihat suaminya sangat tampan.


"Saya sedang mencari seseorang, tapi saya tidak tahu di mana rumahnya. Apa ibu tahu di mana rumah gadis yang bernama Ayla?" tanya mom Awah.


" Aduh.. maaf nyonya, setahu saya di sini tidak ada gadis yang bernama Ayla" jawab IRT.


Mendengar itu mom Awah menoleh ke arah suaminya. Dia menatap matanya seakan berbicara, Bagaimana ini, dad. Daddy Hasbu yang seakan mengerti dengan tatapan istrinya hanya mengangkat bahunya, Dia juga tidak tahu harus melakukan apa.


"Emm...begini, Gadis itu hanya tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang tuanya sudah meninggal. Apa di sini tidak ada yang seperti itu?" tanya mom Awah kembali.


" kalau seperti itu ada di sini, tapi namanya bukan Ayla. Gadis itu bernama Putri, Dia tinggal bersama neneknya yang biasa kami panggil dengan nenek Moya" jawab IRT.


"Rumah mereka di mana?" tanya mom Awah.


" Di ujung jalan ini. Dari sini anda lurus kemudian ada jalanan belok kanan, sebelum pembelokan itu ada rumah di sebelah kirinya, itu rumah mereka" IRT itu memberikan petunjuk.


"Ohh..begitu yah, kalau begitu kami permisi" ucap mom Awah mengerti dengan petunjuk IRT itu.


" Iya nyonya" jawab IRT. Mom Awah berbalik dan menarik suaminya kembali ke mobil.


" Kamu dengar ucapannya kan, dad?" tanya mom Awah.


"Kalau begitu, ayo jalan!" pinta mom Awah. Daddy Hasbu menganguk dan mulai menjalankan mobilnya.


Mobil mereka berjalan dengan pelan. Mereka takut jika mobilnya berjalan cepat akan kelewatan nantinya.


Saat di perjalanan mencari rumah yang dimaksud IRT tadi, mom Awah melihat seorang lansia yang berjalan dengan tertatih-tatih. Mom Awah merasa kasihan melihatnya dan menyuruh suaminya untuk menghentikan mobilnya.


"Dad, berhenti!" ucap mom Awah.


"Kenapa mom? kita belum sampai di ujung jalan?" tanya daddy Hasbu.


"Hentikan saja mobilnya!" perintah mom Awah. Daddy Hasbu akhirnya menghentikan mobilnya.


Mom Awah segera turun dan menghampiri seorang lansia itu. Daddy Hasbu yang masih bingung memperhatikan istrinya dari dalam mobil.


Melihat istrinya yang melambaikan tangan ke arahnya, daddy Hasbu akhirnya ikut turun juga.


"Ada apa, mom?" tanya daddy Hasbu.


"Kita antarkan ibu ini ke rumahnya, yah?" ucap mom Awah.


"Ohh..baiklah" daddy Hasbu setuju. Mom Awah tersenyum dan mengajak lansia itu naikkan mobilnya.


"Saya antar ibu pulang, yah" ucap mom Awah.


"Apakah tidak merepotkan, nak" ucap lansia itu lirih.

__ADS_1


"Tidak Bu, tidak sama sekali" jawab mom Awah.


"Boleh, ibu mau" lansia itu setuju. Mom Awah membantunya berjalan ke mobil.


"Di mana rumah ibu?" tanya mom Awah.


"Lurus saja, nak. Nanti saya kasih tahu kalau sudah sampai" jawab lansia itu.


"Baiklah, bu" ucap mom Awah. Daddy Hasbu menjalankan mobilnya kembali untuk mengantarkan lansia itu.


" Berhenti di depan sana, nak! Rumah saya yang itu" ucap lansia itu. Ia menunjuk ke arah rumah rapat yang berdinding kayu dengan atap yang masih menggunakan rumput Rumbia.


Daddy Hasbu dan mom Awah melihatnya dan menghentikan mobilnya di sana.


"Apa yang ini rumah ibu?" tanya mom Awah memastikan.


"Benar nak, ini rumah saya" jawab lansia itu.


Mom Awah turun lebih dulu untuk membantu lansia itu untuk turun. Ia juga menuntunya sampai di teras rumahnya.


"Terimakasih ya nak, sudah mengantarkan saya" ucap lansia itu.


"Sama-sama, bu" jawab mom Awah seraya tersenyum.


Mom Awah ingin pamit untuk kembali melanjutkan pencariannya, tapi suaminya tiba-tiba memanggilnya.


"Mom, sini!" panggil daddy Hasbu. Mom Awah menghampirinya.


"Kenapa, dad?" tanya mom Awah.


"Lihat rumah ini. Rumah ini ada di ujung jalan" ucap daddy Hasbu. Ia berada di tengah jalan dan melihat sekitarnya.


"Kau benar dad. Apa ini rumah yang di maksud IRT tadi?" tebak mom Awah.


"Bisa jadi" jawab daddy Hasbu.


"Berarti ibu tadi adalah nenek Moya?" ucap mom Awah.


"Coba kita tanya padanya" ucap daddy Hasbu. Mom Awah menganguk dan mereka menghampiri lansia yang mereka temukan di jalan tadi.


"Maaf bu, kami ingin bertanya. Apakah ibu tahu di mana rumah yang bernama nenek Moya?" tanya mom Awah.


.


.


.


.


.


NEXT...

__ADS_1


__ADS_2