Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU

Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU
Bab 70. Bertemu Sinta


__ADS_3

Setelah perjanan berjam-jam di uadara menggunakan pesawat terbang, Dimas kini sudah tiba di Air port negara S. Sebelum pesawatnya take off di negara I, dia sudah memberitahu Kenan sang sahabatnya untuk menjemputnya di bandara.


" Hei..bro " Kenan dan Dimas bertos ala lelaki serta menepuk-nepuk pundaknya.


" Makin gagah aja lu " puji Kenan seraya mereka berjalan ke mobil kenan.


" Ckk..biasa aja "


" Kenapa lu tidak bersamaan dengan sinta kembali ke sini ?" tanya Kenan setelah berada di dalam mobil dan melaju meninggalkan air port.


Sebelum menjawab, Dimas menarik nafas dan membuangnya sedikit kasar.


" Ada masalah di keluarga gua yang harus gua selesaikan terlebih dahulu "


" Dan masalah itu sudah selesai ? "


" Yahh...bisa di bilang seperti itu. Daddy-ku sebenarnya belum mengizinkanku untuk kembali ke sini, tapi gua beralasan ada tugas kuliah yang tidak bisa gua selesaikan secara online"


"Buahahah...dan tugas kuliah itu adalah Sinta ?" Kenan tertawa kerasa mendengar alasan Dimas yang sangat tidak cocok.


" Kenapa lu tertawa ?" tanya Dimas heran.


" Alasanmu sangat jellek. Daddy mu pasti tahu, kalua lu berbohong dengannya "


" Kenapa bisa ? gua lihat daddy-ku tidak curiga sama sekali "


" Mungkin daddy lu yang pintar mengkondisikan raut wajahnya, tapi dia tahu yang sebenarnya. Sebenarnya kenapa si lu tidak memberitahu orang tuamu jika lu kembali ke sini untuk menyusul Sinta ?" Kenan memang belum tahu tentang pernikahan Dimas yang dadakan waktu itu.


" Karena mereka meminta gua untuk memutuskan Sinta "


" What!!! bagaimana bisa ? bukankan orang tuamu tahu, kalau lu punya hubungan dengan Sinta?"


" Mereka memang tahu, tapi gua sudah bilang sejak awal, kalau ada masalah di keluarga gua yang belum bisa gua ceritakan ke elu"


" Hmm..I see "


Tak terasa mereka sudah sampi di apartemen. Dimas turun lebih dulu dan mengambil tasnya, di susul Kenan di belakang.


Sampai di depan pintu apartemen, Kenan membuka kunci pintu itu secara digital.


" Di mana Sinta ?" tanya Dimas saat ia tidak melihat Sinta di apartemenya.


" Sinta sudah pergi ke apartemennya. Sesudah dia menelponmu waktu itu, dia pergi juga meninggalkan apartemen ini" jawab Kenan seraya mendaratkan bokongnya di sofa.


Dimas yang tadinya ingin duduk, mengurungkan niatnya untuk duduk. Dia malah pergi mengambil kunci motornya.


" Mau ke mana lu ?" tanya Kenan melihat sahabatnya yang langsung pergi begitu saja.

__ADS_1


" Menemui Sinta " Dimas langsung hilang di balik pintu.


Kenan hanya menganga melihat sahabatnya tidak lelah sama sekali sepulang dari perjalanan jauh.


" Anak itu benar-benar tidak capek "


**


Beralih ke Dimas yang sedang mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi menuju apartemen sang kekasih. Saat sampai di depan apartemen Sinta, tidak ada jawaban dari dalam setelah ia menekan bell beberapa kali.


Saat mengetahui Sinta tidak ada di dalam, Dimas pun menghubunginya dan menanyakan di mana keberadaannya. Setelah tahu di mana Sinta berada, Dimasa malaju kan motornya lagi.


Saat sudah sampai apartemen Ornando dan bertemu dengannya seraya menunggu Sinta selesai mandi.


"Lama yah ?" Sinta menghampiri Dimas.


Dimas tersenyum dan buru-buru mengusap sesutu yang menempel di tangannya kembali ke sofa.


" Tidak juga " Dimas menggeleng. Padahal ia sudah sangat lama menunggu.


" Kita mau ke mana sekarang?" tanya Dimas.


" Kamu nggak capek, baru sampai langsung pergi ?"


" Tidak. Aku sudah merasa puas istirahat selama di pesawat "


" Yasudah kalau kamu memaksa, ayo kita pergi ke mall " dengan semangat 45 Sinta menarik tangan Dimas pergi dari apartemen Ornando.


" Tidak perlu. Kak Ornan tahu kita akan pergi "


Dimas mengangguk dan mereka naik ke atas motor Dimas. Motor mereka melaju dengan kecepatan normal hingga sampi ke mall.


Sinta sangat bahagia. Ia menghirup udara banyak-banyak sampai merasa puas. Ia seakan baru pertama kali menghirup udara bebas.


Sinta sangat senang, karena hari ini ia akan berbelanja sepuasnya.


" Ayo masuk " Sinta menggandeng tangan Dimas masuk ke dalam toko.


Sepasang kekasih itu benar-benar menikmati waktu mereka yang tertunda. Mereka tidak sempat untuk berjalan-jalan saat di negara I, karena sebuah masalah.


" Apa yang ingin kamu beli?" tanya Dimas saat mereka sudah berada di dalam mall.


" Aku ingin membeli tas keluatan terbaru, boleh yah ?" Sinta melemparkan senyuman paling imutnya.


" Bukankah beberapa Minggu sebelum kita ke negara I kamu baru saja membeli tas ?" Dimas heran Sinta ingin beli tas lagi, padahal dia baru saja beli tas baru.


" Tapi kan itu beda. Aku lihat tas ini lebih bagus. Masa kamu tidak mau membelikan tas itu untukku " Sinta pura-pura kesal. Padahal itu hanya alasannya saja.

__ADS_1


" Baiklah-baiklah, tapi ini yang terakhir yah ?"


" Terimakasih, sayang " Sinta tidak menjawab pertanyaan Dimas, karena ia tidak bisa berjanji untuk hal itu.


Sinta merangkul lengan Dimas dan sesekali menyandarkan kepalanya di bahu.


***


Lumayan lama mereka berada di mall dan yang terakhir mereka masuki adalah bioskop. Setelah keluar dari sana, mereka akhirnya pulang. Dimas mengantar Sinta kembali kerumah orang tuanya.


" Terimakasih sudah membuktikannya untukku. Aku percaya kamu memang mencintaiku " ucap Sinta saat turun dari motor.


" Tentu saja aku mencintaimu. Aku hanya punya sedikit masalah, sehingga aku tidak bisa ikut pulang bersamamu. Maafkan aku " Dimas mengusap pipi Sinta.


" Kamu memang yang terbaik " Sinta memeluk Dimas.


" Baiklah, aku pulang dulu " Dimas kembali menyalaka motornya.


" Tunggu " Dimas menoleh dan ia tersentak kaget dengan yang dilakukan Sinta secara tiba-tiba.


Cup...


Sinta langsung mencium Dimas dalam walau sebentar.


" Dahh..." Sinta melambai seraya berjalan mundur ke arah pintu rumahnya.


Dimas hanya tersenyum dan menarik gas kembali ke apartemennya.


Apartemen


Dimas sudah sampai di apartemennya dan sedang memakai baju, setelah ia membersihkan diri sepulang dari mengantar Sinta.


Tingg...


Sebuah notifikasi pesan masuk di Handphonenya. Dimas mengeceknya dan ternyata dari sang mommy. Mom Awah mengirim sebuah Vidio di mana infus Ayla telah di cabut. Ada onty Caca juga di saya yang terlihat tengah menutup bekas infus itu menggunakan plaster berukuran kecil.


Infus Ayla sudah di cabut. Dia sudah tidak kekurangan cairan lagi. Walaupun masih sedikit sulit untuk minum air putih _isi pesan mom Awah_


Dimas tidak memberikan balasan pada pesan itu. Setelah ia melihat Vidio yang dikirim sang mommy, Dimas kembali menyimpan handphonenya dan menghampiri Kenan yang sedang asik bermain game online di handphonenya.


Dimas menghempaskan badannya ke sofa, sehingga Kenan mengalihkan perhatian ke arahnya.


" Ngapa lu ?" tanya Kenan dan kembali fokus ke handphonenya.


" Gua bingung dengan permintaan daddy untuk memutuskan Sinta"


.

__ADS_1


.


NEXT


__ADS_2