
Keluarga Smith yang berencana pergi main pagi ini dengan ditemani sang daddy. Mom Awah tidak ikut dengan mereka. Dia akan memberikan waktu pada anak-anaknh untuk menghabiskan waktu dengan daddy-nyq yang sangat jarang bermain dengan mereka.
Apalagi setelah mereka dewasa seperti sekarang. Mereka sudah punya dunianya masing-masing. Kekasih Dimas yaitu Sinta ternyata tidak mau ikut dengan yang lainnya, membuat Dimas penasaran dengan alasannya.
" Kenapa nggak mau ikut ?" tanya Dimas pada Sinta.
" Aku berencana ingin ke rumah saudari mommy-ku dan suaminya yang akan menjemputku nanti "
" Kok dadakan? Kamu tidak bilang padaku jika kamu ingin pergi "
" Mommy menelponku tadi, dia bilang aku harus pergi menemui mereka, mumpung aku ada di sini"
" Ohh..yaudah " Dimas berbalik dan meninggalkan Sinta bersama sang mommy.
Mobil yang mereka naiki sudah berjalan meninggalkan pekarangan mansion. Mereka akan bersenang-senang hari ini. Entah apa yang akan mereka mainkan, tapi mereka terlihat memakai pakaian olahraga.
***
Tak berselang lama, tampak sebuah mobil berwarna merah memasuki halaman mansion. Mobil yang sangat asing dan tidak pernah ada di mansion Smith.
Penjaga merah tampak berlari mencari sang nyonya Smith.
" Nyonya, ada seseorang yang mencari nona Sinta "
" Suruh dia menunggu. Itu pasti pamannya Sinta yang ingin menjemputnya "
Penjaga merah kembali menghampiri si pemilik mobil merah, Sedangkan mom Awah memanggil Sinta di kamarnya.
" Sinta, jemputanmu sudah ada "
" Oh iya, mom "
Sinta dan mom Awah berjalan keluar dari mansion. Sebelum pergi Sinta berpamitan pada mom Awah.
" Sinta pergi dulu, mom. Sepertinya Sinta juga akan menginap " Sinta mengambil tangan mom Awah dan membawanya ke dahinya.
" Berapa hari kamu akan di sana ?"
" Aku kurang tahu, mom , tapi sebelum pesta ulang tahun Dista, aku sudah pulang "
" Baiklah. Titip salam untuk paman dan bibi mu "
" Aku akan menyampaikannya " Sinta berjalan menghampiri mobil berwarna merah dan masuk ke dalamnya.
Mobil itu juga kembali meninggalkan mansion. Di dalam perjalanan Sinta tampak berbicara dengan si pemilik mobil.
" Lu betah tinggal di sini ?" tanya si pemilik mobil.
" Hah..gua sangat tidak suka. Gua nggak bebas tinggal di sana. Gua harus menjaga image gue " Sinta membuang nafas malas.
" Lu pasti akan betah jika ikut sama gua "
" Pastinya "
Hahahaha...
__ADS_1
Mereka tertawa bersama mengingat sesuatu hal yang hanya merekalah yang tahu.
" Kita akan berpesta malam ini. Gua sudah menyiapkan minuman kesukaan kita "
" Gua sungguh tidak sabar "
Lima puluh menit mereka tempuh selama di perjalanan, hingga akhirnya mereka sampi di sebuah apartemen yang terbilang mewah.
" Lu tinggal di sini ?" tanya Sinta.
" Yes. Gua tinggal bareng Niko, tapi dia pergi semalam dan belum juga kembali " Mereka berbicara sambil berjalan masuk ke apartemen.
" Niko tahu gua akan ke sini ?"
" Tidak. Gue tidak memberitahunya, karena gua ingin lebih leluasa bersamamu tanpa gangguannya " pria itu mengedipkan sebelah matanya ke arah Sinta.
Sinta tersenyum malu-malu dan memukul lengan pria itu dengan pelan.
" Lu bisa aja sih membuat gua senang, Jaki "
Ternyata pria yang bersama dengan Sinta bernama Jaki. Sinta berbohong pada pada keluarga kekasihnya, kalau dia akan pergi ke rumah saudari mommy-nya.
Jaki langsung menarik Sinta dan melemparnya ke sofa panjang. Jaki mencium bibir Sinta dengan sangat rakus. Sinta mengimbangi permainan Jaki. Sinta yang sejak semalam hasratnya tertahan, karena Dimas tidak ingin melanjutkan hal yang lebih, akhirnya tertuntaskan pagi ini bersama jaki.
Sinta ternyata berselingkuh dari Dimas Sejak 10 bulan yang lalu. Dia bersama Dimas selalu melakukan hal yang sama seperti semalam, tapi Dimas selalu berhenti di tengah jalan dan beralasan akan melakukannya setelah mereka menikah.
Sinta yang merasa kesal dan marah mencari pelampiasan untuk menuntaskan hasratnya. Hingga dia bertemu dengan Jaki dan mereka menjadi partner. Sinta ingin ikut dengan Dimas pulang ke negara ini, karena Jaki ada di sini dan mereka telah membuat janji bertemu.
Sinta dan Jaki menghabiskan waktu pagi mereka dengan barmain kuda-kuda.
Malam hari sudah datang. Dimas yang tidak tahu jika sang kekasih akan menginap berusaha menelponnya, tapi Sinta tidak mengangkat telfonnya sama sekali. Sudah puluhan kali Dimas mencobanya, Sinta tak kunjung mengangkatnya.
" Mungkin dia tengah berkumpul dengan keluarganya dan handphonenya berada di kamar. Jadi Sinta tidak mendengarnya " gumam Dimas.
Dia turun dari kamarnya dan menghampiri keluarganya yang tengah berkumpul bersama. Dia duduk di sebelah sang daddy.
" Mom, kita ke rumah Ayla besok yah ? aku ingin mengundang Ayla datang di pesta ulang tahunku" kata Dista.
" Iya. Mom juga ingin bertemu nenek Moya. Mommy juga ingin mengajak ke sini "
" Pesta ulang tahun Dista kan tidak lama lagi, apa sudah ada temanya ?" tanya Dimas.
" Nggak pake tema, kak. Dista hanya mengundang anak panti dan para kolega daddy saja " jawab Dista.
" Ooohh.. seperti itu " Dimas manggut-manggut.
" Oh ya, lusa aunty Caca juga akan datang " mom Awah memberitahu kedua anaknya.
" Apa ! aunty Caca mau datang? hah..dia pasti mangacau " pekik Dimas. Ia selalu bertengkar dengan adik mommy-nya itu. Dia selalu menggodanya setiap dia datang.
Dista dan mom Awah tertawa melihat Dimas lesuh. Mereka semua tahu jika aunty Caca dan Dimas selalu bertengkar.
****
Di tempat yang berbeda, tapi masih malam yang sama, tampak salah satu apartemen terdengar sangat berisik. Musik DJ terdengar kerasa di apartemen milik Jaki. Sinta dan Jaki tampak berpesta wine.
__ADS_1
Setelah melakukan aktivitas panas mereka pagi tadi hingga mereka tertidur dan baru bangun di sore hari.
Dan lagi-lagi malam ini Sinta dan Jaki tampak mengulang kegiatan panas mereka. Suara-suara aneh terdengar di apartemen itu. Satu permain telah mereka selesaikan, tapi belum saling melepaskan miliknya. Hingga terdengar suara dari arah pintu.
" Wahh...kalian ternyata sedang berpesta dan bermain. Kalian tidak mengajakku "
" Kemarilah, Nik. Kita baru saja mulai " Jaki memanggil Niko yang baru saja datang.
Niko melihat Jaki dan Sinta yang tengah bermain dan belum mepaskan milik mereka. Niko melihat Sinta yang tengah berbaring dengan kedua kakinya berada di pundak Jaki. Kaos Sinta tampak tersikap ke atas sehingga menampilkan dua benda kenyal itu.
" Sejak kapan lu ada di sini, Sinta ?" tanya Niko seraya mengisi gelas dengan wine dan meminumnya.
" Pagi tadihhh..." jawab Sinta dengan sedikit de*****n, karena Jaki bermain di dadanya.
" Ckk..suaramu membuat milikku bangkit, Sinta " ucap Niko. Ia juga ingin bermain dengan Sinta.
" Kita gantian, Jak. Lu sudah cukup bermain " Niko ingin bergantian dengan Jaki.
" Gua belum puas. Kalau lu mau, itu lubang satunya lagi kosong " Jaki belum Mau untuk gantian.
" Baiklah, tapi kita bertukar nanti " Niko setuju.
Niko menghampiri Sinta dan Jaki. Sinta yang dalam keadaan berbaring, Jaki menariknya hingga kedua lutuh Sinta menjadi tumpuan di atas sofa.
Niko mengeluarkan miliknya dan memasukkannya di ****** Sinta. Jaki dan Niko memompa Sinta di dua tempat secara bersamaan. Mereka meamng sering melakukan hal itu setiap bertemu. Jaki dan Niko menjadi partner Sinta sejak dulu
Tringggg...
Handphone Sinta berbunyi. Tampak nama Dimas tertera di layar itu.
" Angkat telponmu, Sinta. Bocah itu tidak akan berhenti mengganggu kita " seru Jaki dalam keadaan tetap bermain.
" Okeh, tapi kalian berhenti duluhhh..."
Jaki dan Niko benar-benar membuatnya terbang.
" Halo, sayang " Sinta mengangkat telponnya.
" Yahh..kamu menggangguku, sayang. Aku dan bibi ku tengah berkumpul bersama, jadi aku tidak mendengar handphone ku berbunyi" kata Sinta bohong.
" Iya, sampai bertemu lusa, sayang..ahhh pelan-pelan.." Sinta buru-buru mematikan sambungan telponnya, karena Jaki dan Niko kembali bermain sebelum telponya berakhir.
Dimas yang sempat mendengar suara itu mengerutkan alisnya.
"Suara apa itu ?" gumam Dimas.
" Mungkin Sinta terluka dan bibinya tengah mengobati lukanya "Dimas tetap berfikir positif.
Mereka lega karena sudah mendengar suara kekasihnya dan hari sudah semakin larut, Dimas memutuskan untuk tidur dan menyambut hari esok. Ia akan mengantar adik dan Mommy-nya besok ke rumah sahabat adiknya.
.
.
NEXT
__ADS_1