Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU

Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU
Bab 25. Harus sekolah besok


__ADS_3

" Menurut saya, putri kalian kita harus merawat jalan. Agar dia melihat orang-orang baru di luar sana dan meyakinkannya apa yang dia lihat itu adalah orang yang berbeda" jawab dokter Winston


" Maksud dokter, kita merawatnya di rumah ?" tanya mom Awah.


"Benar sekali . Di sini yang dia butuhkan hanyalah dukungan dari keluarganya " jawab dokter Winston.


" Tapi bagaimana kalau dia berteriak histeris di tempat umum ?" tanya daddy Hasbu.


" Itulah tugas kita sekarang untuk membantunya terlepas dari trauma itu" jawab dokter Winston.


" Kapan dokter akan melakukannya? tanya mom Awah.


" Saat dia bangun dan merasa baik-baik saja. Dia bisa keluar besok" jawab dokter Winston seraya menoleh kearah Ayla.


" Baiklah, dok" jawab mom Awah.


"Kalau begitu saya pamit dulu ,Kalau Putri kalian sudah sadar tolong panggil saya !" ucap dokter Winston. Ia berdiri dan bersiap untuk keluar.


" Baik dok ,terima kasih. Kami akan menghubungi anda kalau putri kami sudah sadar " ucap daddy Hasbu.


"Terima kasih tuan, nyonya, dan Nona, Saya permisi " ucap dokter Winston. Ia keluar dan kembali ke ruangannya.


Nenek Moya menghela nafas setelah kepergian dokter Winston. Ia menghampiri cucunya dan mengusap kepalanya . Mom Awah menghampiri nenek Moya dan memegang bahunya .Ia tahu nenek Moya pasti masih merasa sedih .


" Bu.." panggil mom Awah. Nenek Moya menoleh dan memegang tangan mom Awah yang berada di pundaknya .


" Begitu berat cobaan yang diberikan padanya " ucap nenek Moya sendu.


" Ayla tidak akan diberikan cobaan seperti ini, kalau dia tidak sanggup melewatinya" ucap mom Awah.


"kamu Benar nak. Cucuku ini sangat kuat " ucap nenek Moya.


" Lebih Baik Ibu istirahat dulu ,pasti ibu lelah! " ucap mom Awah.


" Ibu akan menunggu Ayla sadar" jawab nenek Moya.


" Baiklah Bu ,tapi jangan dipaksakan jika Ibu merasa lelah " ucap mom Awah. Nenek Moya mengangguk dan tersenyum .


Mom Awah menghampiri suaminya dan putrinya. Putrinya sudah tertidur di pangkuan daddy'nya.


" Pasti dia lelah" ucap mom Awah seraya mengusap lengan Dista.


Tak terasa hari sudah sore ,Ayla belum juga membuka matanya .Dokter Winston sudah datang untuk memeriksa Ayla, kenapa dia belum juga sadar .


" Dia baik-baik saja, tidak ada masalah . Dia belum juga sadar karena raganya merasa lelah ,membuat dia lama tertidur " ucap dokter Winston.

__ADS_1


" Apa tidak masalah putri kami tidur terlalu lama ?" tanya mom Awah.


" Tidak masalah Nyonya, bahkan itu lebih bagus agar dia merasa lebih baik saat dia bangun nanti" jawab dokter Winston. Mom Awah mengangguk tanda mengerti .


Setelah dokter Winston menjelaskan Semuanya kepada mereka Dia pamit undur diri untuk kembali , karena hari sudah sore mom Awah berpamitan pada nenek Moya untuk pulang .


" Kami pulang dulu Bu. Besok saya akan kembali lagi ke sini .Dista juga harus pergi ke sekolah besok " pamit mom Awah.


" Iya nak, pulanglah. Ibu tidak apa-apa di sini " ucap nenek Moya.


" Ya sudah Bu, kami pamit " ucap mom Awah. Sebelum pergi mom Awah memeluk nenek Moya.


" Ayok..!" ajak mom Awah pada keluarganya.


"Mom.." panggil Dista. Ia sudah bangun dan berdiri di dekat sang daddy.


" Boleh aku izin nggak ke sekolah lagi besok ?" tanya Dista.


" loh.. nggak bisa dong ,kamu sudah janji sama Mommy untuk sekolah besok " jawab mom Awah.


" Tapi, mom.." Dista ingin protes, tapi daddy Hasbu lebih dulu berbicara.


" tidak ada tapi-tapian Dista ,kamu harus sekolah besok . Apa kamu mau ketinggalan pelajaran ? Kamu bisa kembali ke sini setelah pulang sekolah nanti " ucap daddy Hasbu.


" Enggak dad. Dista nggak mau ketinggalan pelajaran " jawab Dista.


" Pulanglah nak .Ayla juga pasti marah ,kalau kamu nggak mau pergi sekolah " ucap nenek Moya seraya mengusap rabut Dista.


" Nenek benar . Baiklah ,Dista pulang dulu ya Nek " ucap Dista.


" Iya nak, kalian hati-hati " ucap nenek Moya.


Mereka melangkah keluar dan meninggalkan nenek Moya di sana ,tapi masih ada Jono dan Joni yang menjaga di depan pintu .


Selama di perjalanan ,Dista hanya tampak murung setelah meninggalkan rumah sakit . Daddy Hasbu dan mom Awah hanya Saling pandang melihat putrinya yang tampak murung .


Di manssion


" Dista naik ke kamar duluan ya mom ,Dad?" ucap Dista.


" Pergilah sayang ,tapi saat makan malam nanti kamu harus turun ya ?" ucap mom Awah lembut. Dista mengangguk dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya .


Dista membersihkan dirinya terlebih dahulu barulah dia menghempaskan tubuhnya di kasur nan empuk di dalam kamarnya .


" Hufft..." helaan nafas berat terdengar keluar dari mulut Dista.

__ADS_1


" pasti besok aku sangat kesepian di sekolah" gumam Dista. Ia hanya punya Ayla di sekolah ,kalau dia tidak ada kita merasa bingung harus melakukan apa .


Hari sudah malam ,para penghuni mansion Smith tampak sedang makan di meja makan .mom Awah mengambilkan makanan untuk suaminya dan putrinya.


Mereka makan dengan diam tidak ada percakapan di sana hingga mereka selesai. Daddy Hasbu lebih dulu meninggalkanya meja makan, sedangkan mom Awah membantu Tila merapikan meja makan. Dista masih duduk di kursi memakan buah setelah dia makan.


Setelah mom Awah selesai membantu Tila, dia pergi menyusul suaminya yang beradu di ruang TV begitupun dengan Dista.


" Kami tidak punya tugas untuk di kumpul besok, sayang?" tanya mom Awah.


" Tidak ada mom. Hari ini sebenarnya ada pengumpulan tugas, tapi Dista kan nggak hadir. Jadi besok Dista coba setor " jawab Dista.


Drettt....


Ponsel daddy Hasbu berbunyi.


" Assalamualaikum, dad" ucap Dimas. Ternyata Dimas yang menelpon sang daddy, karena handphone Mommynya tidak bisa dia hubungi.


" Waalaikumsalam. Ada apa?" tanya daddy Hasbu.


" Emang Dimas nggak boleh nelpon?" tanya Dimas bercanda.


" Biasanya kamu hanya menelpon satu bulan sekali, kenapa sekarang telpon lagi? kan tadi pagi sudah?" tanya daddy Hasbu datar


"Heheh..sensi amat ,pak" jawab Dimas cengengesan. " Dimas hanya ingin menelfon saja lagi. Apa Dista sudah ada di rumah, dad?" tanya Dimas.


" Sudah, nih" daddy Hasbu memberikan handphone pada Dista.


" Kenapa kak Dimas mencari Dista?" tanya Dista to the point.


" Enggak kakak cuman takut kamu di gondol sustet ngesot di rumah sakit" ucap Dimas. Ia ingin mencari gara-gara dengan adiknya.


" Nggak, Dista masih ada" ucap Dista. Ia lalu memberikan handphone pada mommy-nya. Ia merasa tidak mood untuk meladeni candaan sang kakak.


Mom Awah menerima handphone nya membuat Dimas di sebrang sana kebingungan. Tidak biasanya adiknya seperti itu, Dista pasti akan meladeni candaannya dengan mengomel, tapi kali ini tidak.


" Heii.. adikku, kenapa kamu menghilang" Dimas mencoba memanggil Dista. Mom Awah mengarahkan kameranya pada Dista.


" Aku di sini" jawab Dista.


.


.


.

__ADS_1


.


NEXT..


__ADS_2