Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU

Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU
Bab 24. Kembali histeris


__ADS_3

Tok..tok..


Pintu di ketuk dan muncullah dokter Winston bersama seorang pria dewasa yang ia bawa.


"Halo nona, selamat pagi" sapa dokter Winston pada Ayla.


" Pagi tuan dan nyonya-nyonya" dokter Winston juga menyapa nenek Moya, daddy Hasbu, dan mom Awah.


Ayla yang tengah bercerita dengan Dista, menoleh saat namanya di sebut. Ayla melihat kedatangan dokter Winston dan tersenyum kecil ke arahnya.


Dokter Winston melangkah mendekat kearah Ayla. Dista turun dari kasur dan menjauh untuk membiarkan dokter memeriksa Ayla, namun saat dokter Winston melangkah ke arahnya, Ayla memundurkan tubuhnya dengan mata melotot.


ARKHHHH.......


Ayla berteriak dengan sangat kencang membuat mereka yang ada di dalam kamar itu kaget. Ayla menutup kedua telinganya dan meraba-raba di sekitarnya.


" Jangan mendekat, aku mohon jangan mendekat" ucap Ayla dengan histeris. Ia menyuruh dokter Winston dan pria itu untuk berhenti mendekat ke arahnya. Tangannya berada di depan untuk memberi tanda stop.


" Nona. Hei.. ink saya, dokter Winston" ucap dokter Winston memenangkan. Ia lebih mendekatkan dirinya pada Ayla.


" TIDAK" teriak Ayla. Ia langsung turun dari kasurnya dan menghampiri sang nenek.


Ayla tidak merasakan tangannya yang tertancap jarum infus. Sehingga saat ia berlari untuk menghampiri sang nenek, ruang infusnya jatuh dan terlepas dari tangan Ayla, membuat yang lain keget.


" NENEK, kita harus pergi dari sini! mereka menemukan kita" ucap Ayla panik. Nenek Moya panik malihat tangan cucunya mengeluarkan darah.


" AYLA.." teriak nenek Moya. Ia menahan tubuh cucunya dan menahan tangan Ayla yang mengeluarkan darah.


" Ayo nek, kita pergi. Mereka sudah melihat kita. Kita harus lari" ucap Ayla masih dengan kepanikannya. Ia sudah menarik neneknya untuk pergi.


Nenek Moya menahan dirinya agar Ayla tidak bisa menariknya.


" AYO, NEK. JANGAN DIAM SAJA" teriak Ayla. Ia semakin panik, karena pria yang dibawa oleh dokter Winston mendekat ke arahnya. Ayla mangambil ancang-ancang saat melihat pria itu mendekat.


" Ayla.. tenang sayang" ucap mom Awah. Ia mendekat ke arah Ayla dan memengang tangannya.


" Kita harus lari.." Ayla berlari ke arah pintu dengan menarik mom Awah.


Dokter Winston dan daddy Hasbu kaget. Mereka mengejar Ayla yang ingin lari. Daddy Hasbu dan dokter Winston menahan kedua tangannya.

__ADS_1


" LEPASKAN..!" teriak Ayla. Ia berusaha memberontak.


Ingatannya kembali berputar saat ia di hadang oleh ke tiga preman itu. Ayla semakin panik, ia menggap dokter Winston dan daddy Hasbu adalah preman yang menahannya pada saat itu.


Ayla semakin memberontak membuat dokter Winston dan daddy Hasbu kewalahan.


" Kita bawa dia kembali ke tempat tidurnya!" pinta dokter Winston. Daddy Hasbu mengangguk dan mereka berusaha membawa Ayla kembali ke kasurnya.


" Hei, bantu kami!" dokter Winston meminta pria itu untuk membantu membawa Ayla.


Mereka membawa Ayla ke kasur dan membaringkannya secara paksa. Membuat Ayla kembali mengingat di mana dia di tahan oleh bos preman untuk melecehkannya.


" Aku mohon lepaskan aku. Aku mohon jangan lakukan itu" ucap Ayla lirih saat ia sudah berbaring di kasur dan tubuhnya di tahan oleh dokter Winston, daddy Hasbu dan pria itu.


Ayla tidak henti-hentinya mengucapkan kata itu berulang-ulang. Dokter Winston mengeluarkan jarum suntik yang berisi obat bius yang sudah dia sediakan sejak awal.


Dokter Winston mulai menyuntiknya pada lengan Ayla, sehingga membuat kesadaran Ayla mulai menghilang.


" Kumohon ...." kata terakhir yang Ayla katakan sebelum kesadarannya benar-benar hilang .


Membuat ketiga pria itu bernafas lega ,karena Ayla sudah tenang .ketiga wanita yang ada di dalam kamar menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri ,melihat Ayla yang histeris membuat mereka sangat shok.


Dista yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari tempat tidur Ayla .Merosotkan dirinya hingga terduduk di lantai . Kakinya bagaikan Tak Bertulang .Ia tidak sanggup untuk berdiri .Melihat kondisi sahabatnya yang seperti itu membuat Dista sangat sedih.


" Hisk...hikss..hikss.." isak tangis terdengar dari mulut Dista.


Mom Awah yang mendengar isak tangis putrinya, berjalan mendekat ke arahnya . Yang menarik tubuh putrinya untuk masuk ke dalam pelukannya . Air mata mom Awah juga tampak keluar dari pelupuk matanya ,tapi dia berusaha untuk menahannya karena dia tahu putrinya saat ini juga begitu terpuruk melihat keadaan sahabatnya .


" Tugasmu sudah selesai" ucap dokter Winston pada pria itu.


Pria itu mengangguk dan membungkuk untuk pamit .dia tidak berbicara, karena dia tahu bagaimana kondisi di dalam ruangan saat ini.


" Maafkan saya tuan, membuat kegaduhan dalam ruangan ini " ucap dokter Winston.


" Tidak masalah .Kita juga bisa tahu bagaimana kondisi Putriku sebenarnya " jawab daddy Hasbu. Ia melihat sekelilingnya, melihat para wanita yang begitu shok.


Daddy Hasbu menghampiri anak dan istrinya yang masih duduk di lantai. Ia mengambil alih putrinya dari pelukan sang istri .Ia memberi kode pada istrinya dengan gerakan kepala untuk menenangkan nenek Moya.


Mom Awah tersadar, ia duduk di sofa dan langsung memeluk nenek Moya.

__ADS_1


" Tenangkan dirimu, Bu" ucap mom Awah. Nenek Moya membalas pelukan mom Awah dan menumpahkan kesedihannya .


Tidak ada suara yang terdengar dari ruangan itu . Hanya isak tangis yang sesekali terdengar . Sampai akhirnya mereka mulai kembali tenang dan menguasai diri mereka masing-masing .


Dista masih berada di pangkuan sang Daddy. Membenamkan kepalanya di pundak daddy'nya.


" Sudah boleh saya berbicara ?" tanya dokter Winston, saat melihat mereka mulai tenang.


" Tentu, dok" jawab mom Awah. Ia masih menggenggam tangan nenek Moya yang berada di sebelahnya.


" Baiklah. Sejak awal kita sudah memprediksi keadaan putri kalian, bahwa dia mengalami trauma "


" Hari ini kita melakukan sebuah tes untuk mengetahui bagaimana tingkat trauma dari putri kalian. Ternyata prediksi saya salah ,saya mengira Putri kalian memiliki trauma yang tidak terlalu membekas pada ingatannya . Ternyata trauma itu sangat membekas, sehingga membuat dia berteriak histeris "


" Putri kalian akan mulai histeris saat ia melihat orang baru yang tidak dia kenali . Saya melihat, ingatannya seketika berputar pada saat di mana dia mengalami kejadian itu . Apalagi pada saat kami pra pria menahannya"


" Sepertinya, saat dia mengalami kejadian itu , Putri kalian ditahan seperti yang kami lakukan tadi . Sehingga dia berpikir kamilah yang akan melukainya " Dokter Winston menjelaskan semuanya yang ia tahu .


" Tindakan apa yang akan anda lakukan sekarang ?" tanya daddy Hasbu.


" Menurut saya, putri kalian kita harus merawat jalan. Agar dia melihat orang-orang baru di luar sana dan meyakinkannya apa yang dia lihat itu adalah orang yang berbeda" jawab dokter Winston


" Maksud dokter, kita merawatnya di rumah ?" tanya mom Awah.


"Benar sekali . Di sini yang dia butuhkan hanyalah dukungan dari keluarganya " jawab dokter Winston.


" Tapi bagaimana kalau dia berteriak histeris di tempat umum ?" tanya daddy Hasbu.


" Itulah tugas kita sekarang untuk membantunya terlepas dari trauma itu" jawab dokter Winston.


.


.


.


.


.

__ADS_1


NEXT..


__ADS_2