Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU

Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU
Bab 98. Aku (Dimas) ingin memperbaikinya


__ADS_3

Sesampainya di kamar, Dimas membaringkan Ayla dengan hati-hati di atas kasur. Wajahnya sangat dekat dengan Ayla. Matanya melihat ke arah bibir Ayla yang membuatnya tergoda.


Tampa Dimas dan Ayla sadari, wajah Dimas lebih dekat dan tiba-tiba...


Cupp...


Bibir mereka saling menempel. Mata Ayla terbelakang ketika merasakan hal tersebut. Ayla semakin kaget saat Dimas tiba-tiba menggerakkan bibirnya.


Dimas yang pertama kali merasakannya, membuat dia terbuai. Dimas semakin memperdalam ciumannya. Dia menggigit bibir Ayla agar terbuka, setelah terbuka Dimas memasukkan lidahnya dan mengekspos semua isi di dalamnya.


Ayla yang mulai mendapatkan kesadarannya berusaha mendorong Dimas dan memberontak, tapi Dimas tidak memperdulikannya. Dimas bahkan menahan kedua tangan Ayla agar ia lebih puas melakukannya.


Ayla yang kalah tenaga akhirnya menangis. Pikirannya menjadi berputar di mana Dimas pertama kali merenggut mahkotanya. Ia benar-benar takut. Dadanya naik turun dan bergetar.


Dimas yang menyadari akan hal itu langsung bangkit dan berdiri menatap Ayla dengan perasaan bersalah. Ia benar-benar tidak menyangka akan melakukan hal tersebut.


"Aaa...Ayla, maafkan aku. Ini di luar kendaliku. Aku benar-benar minta maaf" Dimas berusaha menjelaskannya.


Sedangkan Ayla, saat Dimas sudah bangun dari atas tubuhnya, ia mengambil selimut dan menutupi semua tubuhnya. Terdengar suara Isak tangis di balik selimut itu.


Dimas menjadi panik. " Ayla, jangan seperti ini. Aku minta maaf. Aku benar-benar tidak bermaksud untuk melakukannya"


"Pergi" ucap Ayla lirih.


"Pergi" Hanya kata itu yang keluar dari bibir Ayla di balik selimut.


Dimas mendengar membuang nafas kasar. Ia menjambak rambutnya sendiri, karena merujuk kebodohannya.


Dimas akhirnya memilih keluar dan membiarkan Ayla sendirian. Ia juga juga tidak tahu dengan pikirannya, kenapa ia bisa melakukannya. Namun, satu yang Dimas rasakan, ia sangat menyukainya dan merasa sangat nyaman ketika bersama Ayla. Rasanya Dimas ingin melakukannya lagi dan lagi bersama Ayla.


"Si***lan" umpat Dimas seraya memukul udara. Pikirannya kembali mengingat ciuaman tadi.


Dimas memilih ke dapur dan mengambil air dingin di lemari pendingin. Di minumnya air itu sampai habis. Ia berharap dengan minum air dingin, panas serta pikiran kotornya bisa hilang.


Berbeda dengan Ayla yang ada di kamar. Ia masih menangis terisak. Ketakutan benar-benar menyelimutinya.

__ADS_1


Setelah mendengar Dimas menutup pintu, Ayla keluar dari selimut dan duduk di pinggiran kasur menghadap jendela yang ada di kamar itu.


Ayla menegang perutnya dengan perasaan khawatir. "Apa aku akan hamil lagi?" ucap Ayla.


Yang Ayla tahu, setiap Dimas menyentuhnya, menciumnya, akan membuatnya hamil. Ayla belum mengerti bahwa semua itu tidak akan membuatnya hamil. Ayla selalu berfikir seperti itu, karena ia mengingat Dimas menyentuh dan menciumnya malam itu. Ayla berfikir, semua yang di lakukan Dimas malam itu dapat membuatnya hamil.


Hal itu membuat Ayla sangat takut. Apalagi dengan kepergian calon bayinya membuat Ayla semakin takut untuk hamil.


"Kenapa kak Dimas selalu menyentuhku? apa dia ingin membuatku hamil lagi? dia pernah bilang tidak mau menyentuhku, tapi semua itu omong kosong. Dia benar-benar laki-laki brengsek dan gila"


Pyarrr....


Ayla yang kesal, emosi dan takut, semunya menjadi satu. Ayla langsung mengambil gelas yang ada di atas meja kecil dan melemparnya.


Ayla kembali menangis. "Mama, papa, nenek, Ayla rindu kalian" ucap Ayla di sela tangisannya.


Ayla duduk di lantai dan melipat kakinya serta menyembunyikan wajahnya di balik tangannya.


"Apa kalian sudah bertemu dengan cucu kalain di sana?maafkan Ayla tidak bisa merawatnya dengan baik. Mama, jaga cucumu dengan baik, tunggu Ayla di sana. Ayla akan menyusul kalian" Ayla menangis sendirian. Di kala seperti ini, ia sangat butuh pelukan. Ia benar-benar merindukan orang tuanya dan nenek Moya.


Dimas mencari ke kamar mandi dan tidak menemukannya. Ia tidak terlalu memperhatikan sisi kasur. Saat ia berbalik dari mengecek kamar mandi, ia bisa melihat Ayla yang tertidur menyembunyikan wajahnya .


Dimas menghampiri Ayla dan berjongkok di depannya. Ia kemudian memegang bahu Ayla.


" Ayla " panggil Dimas, namun tidak ada respon dari Ayla.


Dimas kemudian menganguk sedikit wajah Ayla. Ia bisa melihat Ayla yang tertidur dengan sisa-sisa air mata di sana.


"Dia menangis" gumam Dimas.


Dimas kemudian mengangkat Ayla dan memindahkannya ke atas kasur. Dimas membaringkannya dengan hati-hati.


Setelah membaringkan Ayla, Dimas tidak langsung pergi. Ia malah duduk di pinggir kasur dan menatap wajah Ayla.


"Sebegitu tidak suakanya kamu padaku, hingga kamu menangis seperti ini" ucap Dimas pelan.

__ADS_1


"Di kala aku ingin memperbaikinya, dirimu lah yang kini menjauh dariku. Aku tahu aku salah pernah membencimu karena pernikahan ini. Padahal pernikahan ini terjadi, karena perbuataanku sendiri. Aku memilih meninggalkan Sinta untuk kembali ke sini, karena mommy tidak akan mengizinkanku pulang jika aku belum menyelesaikan hubunganku dengannya"


Dimas kini menyadari kesalahannya, tapi apakah benar Dimas akan benar-benar bertanggung jawab atau hanya sekedar menurut permintaan sang mommy? hanya Dimas lah yang tahu.


Dimas menarik nafasnya "Maafkan aku"


Mata Dimas tertuju pada perut Ayla. Entah apa yang mendorong tangannya hingga terangkat dan menyentuh perut Ayla.


Tangan mulai bergerak di atas sana dengan lembut. "Aku pernah melihat bayi kecil yang imut di social media. Dan aku mengingat jika beberapa bulan kedepan aku juga akan memilikinya, tapi ternyata aku tidak sempat untuk melihat dan menggenggamnya di tanganku.Ini semua salahku, seharusnya aku tetap tinggal di sini dan menemanimu. Maafkan aku Ayla" ucap Dimas dengan hati yang dalam.


Dimas kemudian berdiri dan meninggalkan Ayla di kamarnya. Ia ingin istirahat di kamar tamu saja. Ia tidak ingin tidur di sebelah Ayla, karena takut Ayla akan marah dan menangis ketika melihatnya.


Saat Dimas sudah sampai di lantai bawah, ia melihat mommy tengah duduk di sofa sambil nonton TV.


"Apa Ayla tidur ?" tanya mom Awah.


"Iya, mom"


"Terus kamu mau kemana? kenapa kamu tidak menemani Ayla?" tanya mom Awah ketika melihat putranya berjalan ke ke arah lain. Ia berfikir Dimas akan pergi ke dapur.


"Dimas ingin istirahat, mom. Dimas lelah"


"Loh..kenapa kamu tidak tidur di kamarmu? apa kamu tidak suka tidur satu ranjang dengannya?" tanya mom Awah bingung.


"Dimas hanya tidak ingin menganggu Ayla saja mom, tidak ada yang lain. Dimas takut Ayla akan merasa terganggu dan tidak leluasa , karena ada Dimas di sebelahnya" Dimas berusaha menjelaskannya.


"Ohh.. pergilah kalau begitu"


Dimas mengungguk dan pergi ke kamar tamu untuk beristirahat.


.


.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2