
Ayla mengayuh sepedanya menuju sekolah, namun saat di perjalanan Ayla melihat Jasmine yang tengah berlaru di pinggir jalan. Ayla menghampiri Jasmine.
"Jasmine.." Panggil Ayla.
"Eh..Ayla, kenapa?"
"Kamu kenapa lari-lari?" tanya Ayla.
"Aku takut telat sampai ke sekolah, makanya aku lari"
"Emang biasanya kamu jalan kaki ke sekolah?"
"Enggak, biasanya aku ke sekolah diantar ayah, tapi motor ayah rusak di tengah jalan jadi aku memiliki jalan kaki ke sekolah" jawab Jasmine.
"Bagaimana kalau kamu ikut denganku" usul Ayla.
"Emang kamu kuat bonceng aku?"
"Tentu saja, aku selalu membawa nenekku menggunakan sepeda ini"
"Baiklah" Jasmine setuju untuk dibonceng oleh Ayla.
"Sudah siap?"
"Siap" jawab Jasmine.
Ayla mengayuh sepedanya ke sekolah bersama dengan Jasmine.
SEKOLAH
Ayla memarkirkan sepeda di parkiran sekolah.
"Terimakasih ayla" ucap Jasmine saat ia sudah turun dari sepedanya.
"Sama-sama" jawab Ayla tersenyum.
"Aku ke kelas duluan, ya" ucap Jasmine.
"Iyah.." jawab Ayla.
Saat Jasmine akan pergi ke kelasnya tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nama ayla
"Ayla " Ayla menoleh saat ada seseorang yang memanggilnya.
"Ehh..Dista. Ada apa?" ternyata yang memanggil Ayla adalah Dista.
"Tidak. aku hanya ingin tahu siapa yang kamu bonceng tadi. Ternyata itu Jasmine." ucap Dista.
"Iyah itu aku, kebetulan aku bertemu Ayla di jalan dan dia menawarkanku tumpangan" ucap Jasmine. Dista hanya manggut-manggut saja.
"Yasudah, ayo ke kelas" ajak Ayla.
"Ayok" jawab Dista.
Mereka bertiga ingin pergi ke kelas mereka masing-masing, tapi saat mereka baru beberapa langkah, ada suara yang membuat mereka akhirnya berhenti.
"Wah wah wah... ada perkumpulan gadis miskin disini" Kata Tasya.
Tasya dan kedua temannya yang melihat Ayla, Dista, dan Jasmine sedang berkumpul segera menghampiri mereka.
"Sepertinya mereka akan mengadakan pesta sesama orang miskin, hahahha..." ledek Sofia disertai tawa.
"Pasti, hahaha.." ucap Sifa.
"Kami orang miskin, setidaknya kami punya sopan santun. Gak kayak yang ono, duit masih pakai orang tua, tapi gak punya sopan santun" Dista membala perkataan mereka. Saat Dista berkata 'ono' ia menunjuk Tasya dan kedua temannya menggunakan lidahnya didalam mulut.
" Apa lo bilang?" Tasya tidak terima dengan perkataan Dista.
__ADS_1
" Apa kau tuli?" ejek Dista.
" Berani banget lo ngatain gue" Tasya sudah mulai nampak marah.
" Gue nggak pernah menyebut nama Lo, merasa ya"
"Cihh.. setidaknya itu uang bokap gue, bukan kaya lo, mintanya sama pemilik sekolah ini. Hahahaha"
Dista tampak geram mendengarnya. Ia ingin memukul Tasya, tapi dihentikan oleh Ayla. Dista menatap Ayla yang menggeleng kepadanya, tanda untuk tidak melakukannya.
"Haha.. kita cabut gays. Mereka terlalu rendah untuk berbicara dengan kita" Tasya tertawa melihat Dista yang ditahan oleh Ayla. Ia mengira ayla takut padanya.
" let's go" ucap Sofia dan Sifa dengan nada mengejek menatap Dista.
"Sialan banget sih, tu orang" ucap Dista.
" jangan membuat masalah, aku yang akan kena imbasnya" ucap Ayla.
" Maafkan aku. Aku tidak berpikir sampai sana"
" Tidak masalah" ucap Ayla.
"Ayo kita cepat ke kelas nanti bel berbunyi" ajak Dista.
"Ayok" ucap Ayla.
Mereka bertiga berjalan bersama dan jasmine berbelok ke arah lain untuk pergi ke kelasnya.
" Oh yah, Di mana kamu melihatku tadi saat sedang membonceng Jasmine? aku tidak melihat mobilmu selama di perjalanan tadi?" tanya Ayla. Saat sudah tidak ada Jasmine di dekat mereka.
" Hehehe.... aku berada tepat di belakang. aku sengaja menyuruh pak Jang untuk" memperlambat mobilnya jawab Dista cengengesan.
" Pantas saja"
" Aku ingin memata-matai mu" ucap Dista. Ia dengan sengaja membuat matanya melotot dan berbisik.
"Bukan. Aku harus memata-matai sahabatku agar tidak mencari pengganti ku"
"Hahah..kau ini ada-ada saja" Ayla tertawa mendengar perkataan Dista.
Ayla dan Dista sudah sampai di dalam kelas mereka. Sudah banyak murid-murid lain di dalam kelas, ada yang bercerita dengan siswa lain, ada juga yang sedang bermain game online.
Sampaikan akhirnya bel berbunyi, tanda pembelajaran akan dimulai. Terlihat sudah ada Bu guru yang akan masuk ke kelas mereka.
"Selamat pagi anak-anak" sapa Bu guru itu.
"Pagi, Bu" jawab mereka.
"Hari ini kita belajar sejarah, yah dan keluarkan buku kalian"
"Baik bu" mereka mengeluarkan buku mereka masing-masing.
"Hari ini ibu minta salah satu dari kalian membaca sejarah tentang bagaimana tembok Berlin bisa di dirikan" ucap Bu guru.
"Ibu akan menunjuk, Sifa" tunjuk Bu guru pada Sifa.
"Eh.. jangan saya, bu" tolak Sifa. Dia membuat gerakan dengan tangan berada di depan dadanya dan membuat gerakan melambai.
" Memang kenapa kalau kamu?" tanya Bu guru.
"Kan, masih pada murid yang lain, bu" alasan Sifa.
" Pokoknya kamu harus membacanya, jangan banyak alasan" Bu guru memperingati.
Sifa akhirnya pasrah dan mulai membaca bukunya. Para siswa yang lain mendengarkan Sifa.
"Nah, sekarang giliran Tasya yang menjelaskannya"
__ADS_1
"Ihh.. jangan saya dong, Bu" tolak Tasya.
" Apalagi alasan kalian kali ini?"
"Emm.. itu, Bu, Tasya enggak tahu" Bu guru dibuat melongo mendengar perkataan Tasya.
"Astaga, kau ini. Baiklah kalau begitu sekarang giliran..." Ucapan Bu guru berbeda karena bel istirahat sudah berbunyi.
Tringgg...
" Yeyy.. istirahat" mereka semua bersorak mendengar bel berbunyi.
Bu guru yang melihat itu sampai elus dada, "Astaga, mereka benar-benar" batin Bu guru.
" Baiklah kalian boleh keluar" suruh Bu guru.
***
"Ayo ke kantin" ajak Dista. Ayala menganguk.
Ayla dan Dista pergi ke kantin bersama-sama. Setelah mereka sampai di kantin mereka mengantri mengambil makanan.
"Aku iri pada Jasmine" ucap Dista di sela makan mereka.
"Kenapa kamu iri padanya?" tanya Ayla bingung
"Kerena dia bisa ikut naik sepeda bersamamu" ucap Dista cemberut.
"Haha..buat apa kamu cemburu dengan hal itu?" Ayla tertawa kecil mendengarnya.
"Aku juga ingin bersepeda denganmu"
"Kamu ini, buat apa naik sepeda panas-panasan, sedangkan kamu punya mobil yang enak dan tidak membuatmu kepanasan" ujar Ayla.
"Itu berbeda tahu, naik sepeda itu bisa seru. Bisa merasakan suasana kota dengan nyaman, apalagi bersama dengan sahabatku" Dista menaik turunkan alisnya.
"Kamu ini sungguh aneh" Ayla meninggalkan Dista, karena ia sudah sama sebagai dengan makananya.
"Ihh..Ayla tungguin" Dista berlari mengejar Ayla.
"Cepetan".
Mereka berjalan bersama kembali ke kelas nun suara pemberitahuan dari sekolah terdengar.
" Para siswa dan siswi SMA jaya biru untuk hari ini di izinkan untuk pulang lebih awal, di karenakan sekolah akan mengadakan rapat hingga sore nanti. Jadi seluruh siswa boleh untuk pulang lebih cepat hari ini. Hati-hati di jalan dan datang kembali besok" kata dari pembesar suara milik sekolah.
Dista yang mendengar itu sangat bahagia.
"Ahh..Ay, kita cepat pulang hari ini" ucap Dista.
"Yah, kau benar"
"Ayo kita pulang" Dista menarik tangan Ayla.
"Ehhh..."
.
.
.
.
Next..
Jangan lupa tinggalkan jejak yah
__ADS_1
LIKE, COMMENT AND VOTE