
Jaki, Niko dan Sinta setelah melakukan kegiatan panas mereka, mereka berbaring bersama di atas kasur.
" Kenapa lu nggak putusin aja hubungan lu dengan Dimas ?" tanya Jaki.
" Jaki benar. Kalau lu dengan dia, lu nggak pernah puas seperti saat lu bersama kita " Niko menimpali.
" Hufft...tapi gua nggak bisa putusin hubungan gua begitu saja tanpa alasan " Sinta membuang nafasnya.
" Gua punya ide bagaimana membuat hubungan kalian selesai " Niko memiliki ide untuk hubungan Sinta dan kekasihnya.
" Apa ?" tanya Sinta.
Niko tidak langsung menjawabnya. Dia keluar dari kamar dan membawa kembali sesuatu.
" Nihh.. masukkan bubuk itu kedalam minumannya " Niko memberikan sebungkus plastik kecil kepada Sinta.
" Apa ini ?" tanya Sinta.
" Itu bubuk perangsang dosis tinggi"
" Jadi lu minta gua menuntaskan hasratnya ? yang ada hubungan kami tidak bisa di pisahkan "
" Bukan lu, tapi kau cari seseorang yang bisa kau jadikan korban "
" Maksudmu kita juga menjebak wanita itu bersama Dimas. Lalu gua kecewa dengannya dan meminta untuk memutuskan hubungan kami, begitu ?"
" Benar sekali " Niko membenarkan perkataan Sinta.
" Gua setuju " Sinta mengambil bungkusan plastik itu.
Sinta bersiap untuk pergi ke mansion Smith.
***
Sinta sudah sampai dan Dimas menjemputnya di pintu masuk pesta. Ia memberikan kado yang ia bawa pada Dista. Setelah itu ia berbincang-bincang dengan Dimas.
Sinta mengambil minuman untuk dirinya dan kekasihnya. Sesuai perkataan Niko tadi, Jika ia harus memasukkan bubuk itu ke dalam minuman Dimas.
Dimas yang tidak tahu kelicikan kekasihnya, meminum minuman itu tanpa ragu hingga habis.
" Kenapa malam ini sangat panas? padahal kita di ruangan terbuka "
" Masa sih? aku tidak merasa panas sama sekali " ucap Sinta.
" Entahlah, aku juga tidak tahu. Akhh.. tunggu di sini, aku akan berganti pakaian dulu. Siapa tahu bajuku yang panas "
" Perlu aku temani ?" tanya Sinta.
" Nggak perlu "
Dimas meninggalkan Sinta di sana. Dia berjalan masuk ke dalam manssion dan menuju kamarnya. Selama berjalan, Dimas sudah merasa tidak enak dengan tubuhnya. Dia berjalan sempoyongan seperti orang mabuk, padahal dia tidak minum wine sama sekali.
Sinta yang melihat kepergian kekasihnya, tersenyum licik. Dia berjalan dan mencari seseorang, hingga matanya melihat ke arah sahabat Dista. Dia buru-buru menemui gadis itu yang tengah megambil makanan.
__ADS_1
" Halo, nona " sapa Sinta.
" Ehh..halo juga, kak " Ayla membalas sapaannya.
" Emm..boleh saya minta tolong sama kamu ?"
" Jika aku sanggup, aku akan membantu "
" Kamu kenalkan dengan Dimas? aku kekasihnya "
" Yahh..aku kenal. Kak Dimas adalah kakaknya Dista "
" Begini, saya minta tolong sama kamu, kamu minta handphone saya yang di bawa Dimas tadi. Dia masuk ke dalam rumah dan belum juga kembali. Aku harus pulang, ini sudah sangat malam. Kamu mau yah, cari Dimas di dalam dan minta handphone ku padanya ?" Sinta mulai membuat skenario.
" Boleh, kak " Ayla mau membantu Sinta.
" Terimakasih, yah "
Ayla mengangguk dan berjalan masuk ke dalam mansion. Sebenarnya di mansion ada 2 tangga yang sama-sama berfungsi untuk naik ke lantai 2, tapi tangga itu berjarak sangat jauh. Tangga satunya berdekatan dengan taman belakang di mana pesta di adakan dan tangga satunya lagi berdekatan dengan ruang keluarga. Tangga itulah yang sering digunakan, karet lebih dekat dari dapur.
Ayla hanya tahu tangga yang berdekatan dengan ruang tamu.
Sinta yang melihat kepergian Ayla, merasa rencananya akan berhasil.
Selamat bersenang-senang, sayang _batin Sinta_
****
" Kak Dimas ada di mana, yah? mungkin dia ada di kamarnya " gumam Ayla.
" Kak Dimas, apa kamu ada di dalam ?" teriak Ayla dari luar.
Ayla mencoba mengetuk beberapa kali, hingga tidak ada jawaban dari dalam. Sebenarnya pintu kamar Dimas tidak terkunci, tapi Ayla tidak ingin sembarang membuka pintu kamar orang lain tanpa persetujuan dari pemiliknya. Ayla ingin kembali ke taman belakang, namun saat dia baru saja berbalik, dia tidak sengaja menabrak seseorang.
" Ehh .maaf kak. Aku nggak sengaja " Ayla heran melihat Dimas yang terlihat menahan sakit.
Ternyata Ayla menabrak Dimas. Dimas yang sudah merasa kesakitan pada tubuhnya, hampir saja jatuh, kalau Ayla tidak menarik tangannya.
" Kak Dimas nggak pa-pa ?" tanya Ayla.
Ayla melepaskan genggamannya di tangan Dimas dan ingin bertanya tentang handphone yang Sinta suruh padanya tadi, tapi belum sempat Ayla berbicara, Dimas manarik tangan Ayla masuk kedalam kamarnya.
Arkhhh...TOLO..Hmptthh
Ayla kaget dengan tarikanDimas yang tiba-tiba dan sedikit kasar.Ayla berpegangan pada dinding, tetapi kekuatannya kalah denganDimas. Sehingga membuat pegangan itu terlepas dan membuat Ayla respect meminta tolong.
Dimas yang sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakit dan panas pada tubuhnya, dia langsung mel****t bibir Ayla dengan rakus. Ayla kelabakan dan berusaha menjauhkan wajah Dimas dari wajahnya. Dimas yang memiliki kekuatan lebih besar dari Ayla, menahan tenguk Ayla agar ciuman mereka tidak terlepas.
Dimas melempar Ayla ke kasur dan menindihnya. Dimas tidak memberi cela sedikitpun pada Ayla untuk lepas dari kungkungannya. Ayla berusaha memberontak dengan membuat kakinya seperti mengayuh sepeda. Kedua tangannya yang sudah dikunci oleh Dimas membuat ayla tidak dapat menggerakkan kedua tangannya.
Dimas yang sudah merasa puas bermain di mulut Ayla, berpindah di sekitar lehernya. Ayla merasa kehabisan nafas. Setelah Dimas mepaskan l*****nya, ia mengambil nafas banyak-banyak .
" Kak, lepaskan aku " kata Ayla lirih. Ia mengikat, agar Dimas sadar dan nelasknnya
__ADS_1
Dimas yang sudah dikuasai oleh hasratnya, langsung membuka gaun Ayla dengan paksa. Ayla menggeleng dan menangis meminta Dimas udah berhenti, tapi Dimas tidak mendengarkannya.
Semua pakai Ayla sudah terlepas, Dimas membuka kedua kaki Ayla dengan paksa, karena Ayla menahan dengan kuat kedua kakinya. Tanaga Ayla yang sangat kecil membuat Dimas dengan mudah membuka kedua kakinya.
Dimas kembali me****t bibir Ayla dengan rakus seraya mengarahkan miliknya ke milik Ayla.
Ayla yang merasakan sesuatu menerobos miliknya dengan paksa mersa kesakitan. Dia ingin berteriak, tapi Dimas masih bermain di mulutnya.
Jelpp...
Milik Dimas berhasil masuk. Ayla sampai mengangat pinggulnya, kareymerasa sakit luar biasa
"Arkhhh.. S..a..kit..." ucap Ayla lirih. Air matanya mengalir deras dari pelupuk matanya.
Ayla akhirnya hanya bisa pasrah, miliknya di renggut paksa oleh kakak sahabtnya. Dimas bermain dengan kasar, karena obat yang di campurkan pada minumannya adalah dosis tinggi.
Permainan mereka berjam-jam, karena Dimas yang belum selesai dengan hasratnya.
Sedangkan Ayla, dia sudah pingsan sejak tadi dan dia juga belum sempat makan malam, karena Sinta lebih dulu meminta bantuannya. Dia tidak sanggup dengan permainan Dimas yang kasar dan begitu lama.
Malam yang sudah semakin larut, tampak juga para tamu sudah mulai meninggalkan manssion Smith. Dimas yang sejak tadi memompa, akhirnya selesai juga dan ambruk di sisi Ayla.
...----------------...
Berbeda dengan di kamar Dimas yang panas, di luar manssion atau di taman belakang tempat di adakannya pesta. Dista dan yang lainnya tidak menyadari kehilangan Ayla.
" Waktu tidur, Ayla" kata daddy Hasbu.
" Aku ingin tidur dengan kalian malam ini " Dista memeluk daddy-nya. Matanya sudah sangat mengantuk.
" Ayla sendiri dong di kamar kamu " kata mom Awah.
" Nggak pa-pa, mom. Hanya malam ini saja. Boleh yah ?" Dista sangat ingin tidur dengan kedua orangtuanya.
Mom Awah dan daddy Hasbu saling pandang. Daddy Hasbu mengangguk tanda ia setuju untuk tidur bersama putrinya.
" Baiklah. Malam ini kamu bisa tidur dengan kami sebagai hadiah ulang tahunmu " daddy Hasbu menggendong putrinya dan membawanya masuk ke dalam manssion.
Dista tersenyum di gendongan sang daddy. Ia merebahkan kepalanya di pundak daddy-nya dan tertidur.
Mom Awah memegang tangan suaminya yang sedang menggendong putrinya. Mereka berjalan naik ke lantai 2 di mana kamar mereka berada.
Daddy Hasbu meletakkan putrinya di atas kasur yang sudah tertidur nyenyak. Mom Awah tersenyum melihatnya.
" Aku akan ganti baju di kamar mandi. Gantilah dulu baju Dista agar dia nyaman saat tidur !" pinta daddy Hasbu.
Mom Awah mengagguk dan mengambil pakaian Dista yang memang ada beberapa di lemari pakaiannya. Mom Awah Menganti pakaian putrinya yang tidak terusik sama sekali.
Mom Awah merasa kembali pada masa lalu, di mana ia mengantikan baju putrinya sebelum tidur. Setelah selesai, ia juga berganti pakaian dan tidur di sebelah putrinya.
Daddy Hasbu juga tampak sudah selesai. Ia tersenyum melihat kedua wanita yang sangat ia cintai tengah berbaring bersama dia atas kasur. Ia juga naik dan bergabung dengan istri dan putrinya. Ia memeluk keduanya dan mencium keningnya keduanya lalu tertidur.
.
__ADS_1
.
NEXT..