
Sepasang suami-istri yang baru sehari yang lalu mendengar kabar adanya calon bayi mereka. Dan sayangnya, calon bayi mereka sangat lemah sehingga sang ibu harus bed rest untuk beberapa waktu kedepan.
Mereka pagi ini sudah kembali ke mansion dan ada pertengkaran di antara mereka, yang entah apakah itu di sebut pertengkaran kecil ataupun besar? pada intinya mereka bertengkar saat pulang dari rumah sakit.
Pertengkaran itu membuat sang calon ibu menangis tersedu-sedu dan membuatnya stres akibat sikap sang colan ayah.
Ayla yang berada di pelukan Dimas berusaha untuk melepaskannya, tapi pelukan Dimas sangat erat. Sehingga Ayla tidak bisa melepaskannya.
Ayla yang sudah merasa lelah memberontak, akhirnya membiarkannya saja. Ia hanya menangis segugukan di dekapan Dimas. Cukup lama mereka seperti itu, hingga akhirnya Ayla tertidur karena kelelahan menangis.
Dimas yang sudah tidak lagi mendengar suara segugukan Ayla, ia menjauhkan sedikit tubuhnya untuk melihat wajah Ayla. Dan benar saja Ayla sudah tertidur lelap. Dimas membaringkan Ayla di tempat tidur, setelah itu ia meninggalkannya di sana.
Dimas melangkah ke arah balkon dan menatap taman belakang manssion dengan berdiri di dekat pagar.
Haaaffft...
Dimas membuang nafas berat. Ia memikirkan sikap Ayla yang sangat sensitif semenjak hamil. Saat Ayla belum hamil, dia biasa saja. Walaupun ia berbicara ketua kepadanya.
" Ternyata sangat sulit mengahadapi wanita hamil " gumam Dimas.
Tiiing...
Suara pesan masuk di hp miliknya. Dimas mengeceknya dan ternyata dari sang kekasih.
Besok adalah hari terakhir aku menunggumu, Dimas _isi pesan Sinta_
Mata Dimas membulat membaca pesan itu. Dia lupa jika Sinta hanya memberikannya waktu 3 hari untuk sampai di negara S.
" Sial..gua lupa " Dimas memukul pagar besi yang ada di depannya.
Dimas menghubungi Sinta, hingga tak berselang lama Sinta sudah mengangkatnya.
" Sayang.." panggil Dimas lembut.
Hmmm..
" Berikan aku waktu beberapa hari lagi untuk menemuimu " Dimas ingin bernegosiasi. Ia ingin Sinta memberikan tambahan hari lagi, karena ia tidak yakin untuk pergi ke negara S besok.
__ADS_1
Tidak bisa, Dimas. Sudah cukup aku memberikanmu waktu 3 hari dan aku rasa itu sudah sangat cukup untukmu. Perjalanan ke sini tidak cukup 1 hari. Kenapa aku harus menambahkan beberapa hari lagi ?
" Aku tahu, tapi ada sedikit masalah di sini. Aku tidak bisa meninggalkannya " masalah yang Dimas maksud adalah masalanya dengan Ayla.
Itu bukan urusanku, kalau memang kamu mencintaiku, aku menunggumu sampai tengah malam besok. Jika kamu lewat 1 detik saja, hubungan kita berakhir detik itu juga
Tut...
"Saa.." Dimas ingin berbicara lagi, tapi Sinta sudah mematikan sambungan telponnya.
Arkhhhh... sial _ umpat Dimas_
Dia melempar handphonenya ke kursi yang ada di balkon. Dimas mengacak rambutnya frustasi. Ia yakin mommy dan daddy tidak akan mengizinkannya jika ia meminta untuk kembali ke negara S, mengingat Ayla yang tengah hamil saat ini dan itu adalah tanggung jawabnya.
Tapi ia harus ke negara S bagaimanapun kondisinya, kalau ia tidak kesana kesempatan itu akan hilang.
Malam harinya
Setelah mereka selesai makan, mereka seperti biasa berkumpul di ruang keluarga. Apakan Ayla ikut makan dengan yang lainnya ? tentu saja dia ikut.
" Besok akan ada pekerja untuk membuat lift di sini " ucap daddy Hasbu. Ia ingin membuat lift, karena kehamilan Ayla. Dengan adanya lift akan memudahkan Ayla turun ke lantai bawah tanpa merasa lelah.
Daddy Hasbu melakukan hal itu, karena semenjak sang istri memberitahu kalau Ayla tengah hamil dan kondisi kehamilannya yang sangat lemah, membuat ia berfikir untuk membuat lift di mansion.
" Waah..daddy mau pasang lift ? bagus dong " Dista senang mendengarnya, karena ia tidak akan susah-susah naik turun tangga lagi.
" Iya. Jadi besok akan banyak pekerja di mansion dan akan ada sedikit perubahan nantinya"
Dista mengangguk saja. Ia tidak mempermasalahkannya, sedangkan Dimas terlihat sangat gelisah di tempat duduknya. Bagaimana tidak, ia tengah berfikir cara untuk memberitahu orang tuanya untuk kembali ke negara S agar di izinkan.
Hening beberapa saat hingga akhirnya Dimas memberanikan diri untuk memberitahu mereka.
" Mom, dad, Dimas ingin kembali ke negara S besok " dengan agak ragu Dimas mulai mengatakannya.
" Buat apa ?" bukan mom Awah yang bertanya melainkan daddy Hasbu. Ia sudah menatap putranya dingin. Seakan-akan ia sudah tahu apa yang akan di katakan oleh Dimas.
" Dimas sudah mulai kuliah, dad. Jadi aku harus kembali ke sana " Dimas berkata benar dan juga bohong. Ia memang sudah mulai masuk kuliah, tapi alasan ia kembali bukanlah karena kuliah.
__ADS_1
" Kan bisa secara online " daddy Hasbu tahu akan hal itu.
" Itu memang bisa dad, tapi aku memiliki banyak tugas dan itu tidak bisa di selesaikan secara online. Dimas mohon dad, izinkan Dimas untuk pergi. Hanya beberapa hari saja, Dimas janji. Asalkan Dimas harus kembali besok pagi " Dimas memohon dengan wajah yang menyakinkan.
Dimas sudah mengatupkan kedua tangannya dan menggoyangkannya naik turun seperti sedang menari.
Mom Awah yang memiliki hati yang lembut merasa kasihan melihat putranya yang memohon seperti itu. Ia memegang lengan daddy Hasbu dan memberitahunya melalui tatapan matanya.
Daddy Hasbu yang mengerti akan maksud dari tatapan itu, ia menghela nafas kasar. Ia kemudian menatap putranya yang masih menunggu jawaban darinya.
Sedangkan Ayla, ia tidak menghiraukan tentang Dimas yang akan kembali ke negara S. Ia merasa biasa saja, ia malah asik memakan potong buah yang ada di atas piring seraya menonton TV. Begitupun dengan Dista yang tidak ambil pusing dengan sang kakak.
Dista yang biasanya akan sedih jika Dimas pergi, tapi kali ini tidak. Karena sudah ada Ayla di mansion yang akan menemaninya, jadi ia tidak akan kesepian lagi.
" Baiklah, daddy mengizinkanmu pergi besok, tapi...." daddy Hasbu menjada ucapannya.
" Tapi apa, dad ?" Dimas sudah sangat penasaran.
" Tapi...daddy hanya memberimu waktu 3 hari untuk menyelesaikan tugasmu di sana, setelah itu kami harus kembali ke sini. Kamu harus ingat, ada tanggung jawabmu di sini" daddy Hasbu melirik Ayla sekilas yang tengah asik nonton TV bersma Dista.
" What!!! " pekik Dimas. Ia sangat kaget dengan waktu yang di berikan oleh daddy.
" Yang benar saja, dad. Dimas hanya datang ke sana untuk menampakkan diri saja "
" Itu bukan urusan daddy, intinya kamu harus kembali ke sini setelah 3 hari di sana. Jadi hari 4 kamu sudah ada di mansion"
Ckkk..ada apa dengan waktu 3 hari ? kenapa Sinta dan daddy sama-sama memberiku waktu 3 hari saja. Sial... lama-lama gua membenci waktu 3 hari _ batin Dimas_
" Kenapa? kamu nggak setuju ? kalau kamu tidak setuju, yah tidak usah pergi" daddy Hasbu bertanya seperti itu, karena Dimas hanya diam saja. Ia juga tidak peduli.
Sebenarnya daddy Hasbu tahu, kalau Dimas belum memutuskan hubungannya dengan kekasihnya. Maka dari itu, ia mengizinkan Dimas untuk kembali ke negara S untuk memberi waktu pada Dimas untuk menyelesaikannya sendiri. Ia juga tahu, kalau Dimas berbohong padanya.
.
.
NEXT
__ADS_1