Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU

Sahabatku Berubah Menjadi ADIK IPARKU
Bab 80. Kepo


__ADS_3

Setelah pertemuan Ayla dengan dokter Winston, ia kembali menemui Dista dan pak Jang yang menunggunya di luar pemakaman.


" Sudah selesai ?" tanya Dista saat melihat Ayla berjalan ke arah mereka seraya berdiri.


" Sudah. Ayo pulang " jawab Ayla. Dista mengangguk. Mereka berjalan ke mobil untuk pulang.


Di dalam perjalanan, Ayla meminta sesuatu pada Dista agar tidak memberitahu kejadian pagi tadi di sekolah.


" Ta.." panggil Ayla pada Dista. Dista pun menoleh dan mengangat alisnya tanda ia meminta Ayla melanjutkan perkataannya.


" Jangan beritahu mommy dan daddy tentang kejadian tadi pagi!!"


" Kejadian tadi pagi?" Dista lupa tentang kejadian tadi pagi di sekolah. " Yang mana?"


" Haiiss.." Ayla kesal Dista melupakan kejadian itu. " Saat aku hampir jatuh" Ayla mengingatkan Dista.


" Ohh...yang itu.." Dista akhirnya ingat. "Memang kenapa, kalau aku beritahu tahu daddy dan mommy?"


" Aku nggak mau mommy malarangku pergi ke sekolah nanti. Lagi pula aku juga tidak apa-apa"


Dista yang mengerti akan alasan Ayla, akhirnya setuju untuk tidak memberi tahu mommy dan daddy. Padahal ia berencana menceritakan kejadian itu agar daddy bisa memberikan pelajaran pada Tasya, tapi mendengar Ayla melarangnya, akhirnya Dista memilih menurut keinginan Ayla.


" Oke-oke. Aku tidak akan memberitahu daddy dan mommy"


" Janji?" Ayla memberikan jari kelingkingnya agar Dista berjanji padanya.


" Aku janji" Dista membelit kelingking Ayla dengan kelingkingnya tanda ia memegang janjinya.


Setelah jari kelingking mereka terlepas, Ayla tersenyum senang dan sudah tidak khawatir lagi mommy akan melarangnya. Mereka sampai lupa, kalau bukan mereka berdua saja yang mendengarnya, tapi ada pak Jang yang mendengar percakapan kedua-nya.


Pak Jang tidak mungkin hanya diam saja saat mendengar nyonya muda Smith hampir terjatuh di sekolah, karena tugasnya adalah menjaga kedua-nya agar baik-baik saja. Pak Jang juga tidak ingin kecolongan kedua kalinya dengan tidak bisa menjaga Ayla.


Sesampainya di mansion, terlihat mom Awah sedang menunggu mereka. Dan saat kedua nya sudah turun, sebuah senyuman terlihat di bibir mom Awah. Mom Awah menyambut mereka dengan merentangkan tangannya agar mereka masuk kedalam pelukannya.


Dista dan Ayla pun ikut tersenyum dan memeluk mommy.


" Ayo masuk! mommy ingin mendengar cerita kalian hari ini" mom Awah merangkul bahu putri dan menantunya sambil berjalan masuk.

__ADS_1


Sesampainya di ruang tengah, mereka pun duduk. " Bagaimana hari ini? seru?" tanya mom Awah.


" Seru, mom. Ayla sudah sangat merindukan suasana sekolah. Akhirnya Ayla bisa sekolah lagi dan mendengar penjelasan guru lebih detail. Berbeda saat Dista menjelaskannya" jawab Ayla dengan sangat senang


" Bagus dong. Apa lagi?"


" Udah nggak ada, mom" jawab Dista menggeleng, karena sebetulnya ia juga tidak punya cerita yang mau di ceritakan pada mommy.


" Nggak ada kejadian yang seru atau lawak gitu?"


" Yahh..nggak ada, mom. Nggak ada kejadian apapun hari ini, biasa aja" lagi-lagi Dista menjawab hal yang sama.


" Oooh... padahal mommy sudah sangat penasaran ingin mendengar cerita kalian, tapi ternyata tidak ada yang seru" mom Awah pura-pura kecewa.


" Mau bagaimana lagi, mom" jawab Dista santai.


" Yasudah lah, kalian pergi ke kamar dan ganti baju sana!"


Ayla dan Dista mengangguk. Mereka pergi ke kamar mereka masing-masing untuk berganti pakaian. Setelah Ayla selesai ganti pakaian, ia kembali menemui Dista di kamarnya, karena di kamar itu ia tidur setiap malam.


Setelah keluarga Smith melaksanakan makan malam, seperti biasanya saat mereka belum mengantuk, mereka berkumpul di ruang keluarga hanya sekedar bercerita atau hanya nonton TV bersama.


Saat mereka asik nonton TV terlihat pak Jang berjalan memasuki ruang keluarga. Biasanya pak Jang akan masuk ke tempat itu jika dia memiliki keperluan atau sedang membawa barang untuk stok dapur.


" Maaf mengganggu waktu anda tuan" pak Jang membungkuk hormat terlebih dahu di depan daddy Hasbu.


" Ada apa, pak Jang ?" tanya daddy Hasbu. Yang lainnya pun ikut menoleh ke arah pak Jang, karena penasaran apa yang ingin di sampaikan pria 50 tahun itu.


" Ada yang ingin saya sampaikan, taun" mendengar itu daddy Hasbu mengerti dan ia pun mengangguk.


Daddy Hasbu dan pak Jang berjalan naik ke atas tangga dengan daddy Hasbu berjalan lebih dulu dan di ikuti pak Jang, sedangkan para perempuan itu memperlihatkan mereka hingga hilang di lantai atas.


" Apa yang ingin di sampaikan pak Jang pada daddy, mom?" tanya Dista penasaran.


" Mana mommy tahu" mom Awah mengangat bahunya.


" Kan biasanya apa yang pak Jang beritahu ke daddy, mommy pasti tahu?"

__ADS_1


" Iya memang, tapi kan daddy sama pak Jang baru mau bercerita jadi mommy belum tahu apa-apa"


" Nanti kalau daddy sudah kasi tahu mommy, beritahu Dista juga ya mom?" jiwa kepo Dista meronta-ronta ingin di beritahu.


" Kamu tu kepo sekali urusan orang tua" mom Awah heran dengan putrinya sendiri yang sangat kepo, padahal setahunya dia tidak seperti itu.


" Ihh..kayak mommy nggak kepo aja" Dista malah balik mengatai mom Awah.


" Mommy nggak kepo yah" mom Awah tidak mengakui dirinya yang sebenarnya sangat ingin tahu juga.


Sedangkan Dista yang mendengar itu memutar bola matanya malas, karena mommy tidak mau mengakuinya.


Berbeda dengan mom Awah dan Dista yang sangat penasaran dengan apa yang di bicarakan oleh kedua pria itu, sedangkan kedua pria itu terlihat sangat serius membicarakan sesuatu.


" Apa yang ingin pak Jang sampaikan?" tanya daddy Hasbu.


" Begini tuan, saya tidak sengaja mendengar pembicaraan nyonya muda Ayla dengan nona muda di dalam perjalanan pulang ke mansion" daddy Hasbu tetap diam mendengarkan laporan pak Jang selanjutnya.


" Mereka membicarakan tentang nyonya muda Ayla yang hampir terjatuh di sekolah pagi tadi"


Daddy Hasbu yang mendengar itu tentu saja kaget, karena mengingat Ayla yang sedang hamil cucu pertamanya. " Jelaskan semuanya secara detail pak Jang!" perintah daddy Hasbu.


" Jadi saat saya mendengar nyonya muda Ayla yang hampir jatuh di sekolah dan nyonya muda meminta nona muda untuk tidak memberitahu anda serta nyonya. Dari situ saya mencari tahu dengan meminta tim putih untuk meretas cctv yang ada di kelas nyonya muda Ayla. Tuan bisa melihatnya sendiri dan tuan pasti mengenal siapa yang gadis itu" pak Jang memberikan handphonenya untuk daddy Hasbu melihat rekaman CCTV itu.


Daddy Hasbu menerima handphone itu dan melihat rekaman CCTV. Saat sudah melihat rekaman itu, raut wajah dan tatapan daddy Hasbu berubah. Matanya berubah menjadi tajam dan memberikan handphone itu kembali ke pak Jang.


" Selama ini, nona dan nyonya muda sering di ganggu serta di ejek oleh mereka. Dan nona muda pernah di skors di sekolah, karena gadis itu. Bahkan sepeda nyonya muda Ayla pernah rusak parah, karena perbuatan mereka juga" ucap pak Jang setelah menerima handphonenya kembali.


" Kirim rekaman itu ke pak Dula dan kirimkan juga dia sebuah priangatan. Saya tidak mau kejadian ini terulang kembali!" perintah daddy Hasbu. Tatapannya benar-benar tajam, setajam mata pisau.


" Baik tuan"


.


.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2